Iklan Lucianty Pahri
Pemerintah Kabupaten Banyuasin
Diposting oleh : Red     Tanggal : 16 Mei 2018 10:35     Dibaca: 187 Pembaca

Optimis Tingkatkan Indeks Inklusi Keuangan di Sumsel

Kepala OJK Kantor Regional VII Sumatera Bagian Selatan, Panca Hadi Suryatno.(FOTO: M TOHOR/DETIK SUMSEL)

Palembang, Detik Sumsel- Progres indeks inklusi keuangan yang mengalami tren positif di Sumatera Selatan membuat Otoritas Jasa Keuangan terus mendorong melakukan peningkatan dan terobosan.

Kepala OJK Kantor Regional VII Sumatera Bagian Selatan Panca Hadi Suryatno mengatakan, saat ini indeks inklusi keuangan di Sumsel telah melampaui angka rata-rata nasional.


“Survey tahun 2006 lalu, Indeks Inklusi Keuangan di Sumsel memncapai 73,09 persen. Naek 6,42 persen dari survey yang dilakukan sebelumnya pada tahun 2013 (66,67 persen) atau secara rata-rata naik 2,3 persen pertahun. Angka ini juga sudah melampaui rata-rata nasional tahun 2016 sebesar 67,82 persen,” kata Panca saat dibincangi Detik Sumsel di Ruang Kerjanya, Selasa (15/5).


Panca mengatakan, warga Sumsel harus terus didorong untuk menggunakan produk-produk jasa keuangan meliputi perbankan, asuransi, pembiayaan, dana pensiun, pegadaian dan surat berharga.

“Sejauh ini data menunjukkan untuk literasi keuangan Sumsel telah mencapai 31,64 persen sementara secara nasional 29,66 persen. Artinya memang masih banyak warga yang menggunakan jasa keuangan tapi belum sepenuhnya paham. Ini juga yang terus kami dorong agar benar-benar ideal,” katanya.

Ia menyebut, ada beberapa faktor yang menyebabkan baiknya indeks inklusi keuangan di Sumsel yakni berkembangnya industri jasa keuangan. Selain itu, memang sejak tiga tahun terakhir OJK dengan para stake holder gencar melakukan sosialisasi produk industri. “Sumsel sendiri telah terbangun sinergi dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah bersama pemerintah kabupaten/kota," tuturnya.

Masih menurut Panca, OJK secara nasional menargetkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan sebesar 75 persen pada 2019. Untuk itu, pihaknya terus berupaya memudahkan pemahaman masyarakat terhadap industri jasa keuangan. Diantaranya, dengan membuat pasar keuangan mini di Palembang.

Tak hanya itu, untuk tingkat kabupaten/kota, OJK juga menggandeng Bank Indonesia untuk mensosialisasikan ke masyarakat pedesaan. “Kami juga menyisir pelajar dan mahasiswa dengan program OJK Goes To School/Campus dan komunitas. Memberikan pemahaman dan sosialisasi guna meningkatkan literasi keuangan. Sementara BI lebih menekankan layanan keuangan digital,” tambahnya.

Diketahui, sejauh ini data masih menempatkan Jakarta sebagai provinsi dengan nilai tertinggi untuk inklusi keuangan yakni 78,18 persen dan Papua Barat sebagai yang terendah yakni 58,55 persen. Untuk di Pulau Sumatera, Sumsel peringkat tiga dibawah Medan dan Aceh baik dalam literasi maupun inklusi keuangan. “Saya optimis Sumsel bisa bisa konsisten dan menembus angkat rata-rata Nasional, sesuai dengan yang ditargetkan OJK 75 persen di tahun 2019 nanti,” tukasnya. (Buy)


Biodata Singkat:

Nama:  Panca Hadi Suryatno

Pendidikan:

S1- Universitas Gajah Mada

S2- IPPM Jakarta. 

Karir:

Kepala OJK Kantor Regional III Jateng dan DI Yogjakarta

Kepala OJK Kantor Regional VII Sumatera Bagian Selatan

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi