Detik Sumsel Goes to Campus
Pemerintah Kabupaten Banyuasin
Diposting oleh : Edy Parmansyah     Tanggal : 22 November 2017 18:22     Dibaca: 679 Pembaca

Parah, Limbah Penambangan Minyak Ilegal Cemari Sungai

Sungguh miris melihat kondisi salah satu sungai di Desa Mekar Sari, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Pasalnya sungai yang setiap harinya dipergunakan oleh warga untuk mandi, mencuci dan kebutuhan lainnya harus tercemar limbah penambangan minyak ilegal. Salah satu warga menunjukkan sungai yang tercemar limbah, Rabu (22/11/2017)

Keluang, Detik Sumsel – Sungguh miris melihat kondisi salah satu sungai di Desa Mekar Sari, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Pasalnya sungai yang setiap harinya dipergunakan oleh warga untuk mandi, mencuci dan kebutuhan lainnya harus tercemar limbah penambangan minyak ilegal yang dilakukan oleh sejumlah warga.

Menurut warga Desa Mekar Sari, Hendra (34) penambangan yang dilakukan oleh masyarakat sangat merugikan. Akibat penambangan minyak ilegal itu, warga tidak memiliki pilihan lain sehingga terpaksa menggunakan air sungai yang kotor tersebut. Karena belum ada pilihan air lain atau air dari PDAM yang bisa dipergunakan “Mau bagaimana lagi, karena tida ada alternatif. Sehingga setiap kali ingin menggunakan air sungai, kami harus membersihkan kotoran minyak yang berada dipermukaan sungai,” katanya saat dijumpai Rabu (22/11/2017).

Dijelaskannya, bahwa air sungai tersebut mengalir hingga ke sungai Batang Hari Leko. Sehingga sudah dipastikan nantinya, sungai yang merupakan anak sungai musi itu nantinya akan ikut tercemar jika masih saja dibiarkan. “Kami ini berada dibagian hilir sungai, sedangkan penambangannya berada dihuluan sungai ini,” jelasnya
Diceritakannya, sejak dibebaskannya warga melakukan penambangan ilegal tersebut, banyak orang-orang yang berdatangan ke wilayahnya, untuk mengadu keberuntungan. “Banyak orang baru yang masuk, mulai dari menyewa lahan saja sampai ada juga yang membeli,” ceritanya.

Akibat aktifitas tersebut, banyak warga yang mulai terganggu. Selain itu, dari kegiatan tersebut, banyak juga yang meninggal karena ledakan dari sumur minyak hingga mengalami luka bakar serius. “Ya... mau bagaimana lagi, kami ini hanya masyarakat kecil hanya bisa mengeluh tanpa ada solusi,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga pemenang lelang sungai ikut mengeluhkan kerugian akibat penambangan minyak ilegal tersebut. Karena hasil sungai yang selama ini sangat banyak, tetapi hingga kini tidak juga berbuah manis. “Kami pasrah saja pak, karena kami sudah mengeluh kepada pemerintah. Tetapi tidak ada tindakan tegas,” pungkasnya. (edy)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi