Iklan Lucianty Pahri
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : AMS     Tanggal : 11 Maret 2018 14:32     Dibaca: 318 Pembaca

Pemanfaatan Teknologi Tanpa Mengabaikan Kearifan Budaya Lokal

Pemberian Cinderamata oleh Universitas Bina Darma Palembang kepada Universitas Kebangsaan Malaysia

PEMANFAATAN teknologi menjadi andalan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). Tak heran, jika kampus yang disupport oleh kerajaan Malaysia ini, terkenal sebagai perguruan tinggi berbasis riset dengan ratusan karya ilmiah yang mampu menembus jurnal internasional dan berhasil menduduki posisi 230 World University Rankings 2017-2018. Seperti apa sie?

-----------------------------------------------------------

Laporan Ahmad Isnaini dari Malaysia

----------------------------------------------------------

NUASA akademik sangat terasa ketika rombongan memasuki gerbang kampus UKM, Senin (5/3). Luasnya lahan kampus yang mencapai 1.000 Ha membuat penghijauan kampus ini sangat asri. Kanan-kiri jalan menuju akses kampus tampak pohon-pohon besar dengan bangunan kolosal dominan warna cokelat seperti perpaduan arsitektur gedung melayu dan eropa dengan batu bata terlihat tak diplester. Sekilas aktivitas mahasiswa yang sedang lalu-lalang di sekitar gedung, secara fisik terlihat tidak perawakan melayu saja, tapi juga ada yang berparas Cina, Eropa, India dan Afrika menampilkan kesan bahwa kampus ini memang internasional.

Sebenarnya ini hari kedua rombongan yang berasal dari Universistas Bina Darma Palembang di negeri jiran ini, tujuan utama memang ke Fakultas Teknologi Sains dan Maklumat UKM sebagai esensi kunjungan industri yang diikuti oleh dua program studi pascasarjana UBD, yaitu Magister Tekhik Informatika (MTI) dan Magister Manajemen (MM).

Asik melihat pemandangan kampus, tak terasa sekitar 10 menit dari gerbang utama rombongan tiba di fakultas yang kami tuju, areal kampus jalannya menanjak, jarak tempuh 3 Km dari gerbang membuat setiap orang yang menuju antar fakultas harus menggunakan kendaraan. Sekilas jika melihat luas kampus seperti Universitas Sriwijaya (Unsri) di Indralaya, Ogan Ilir. “Selamat datang, dari Palembang, Indonesia ya. Kita langung ke atas,” sapa perwakilan kampus ramah menyambut kedatangan rombongan turun dari bus.

Seketika rombongan langsung di arahkan ke meeting room. Ruangan berukuran kurang lebih 12x15 itu, dapat menampung sekitar 100 orang. Sisi kanan-kiri ruangan terdapat infokus untuk presentasi. Kursi disusun berbentuk model U dan sudah duduk beberapa narasumber yang menyambut, yakni Prof. Dr. Zawiyah M. Yusof (Pakar bidang Information Govermance, Khowledge Manajemendan Smart Manajemen), Assoc Prof. Dr. Siti Nurol Huda Sheikh Abdullah (Pakar Digital Forensic dan Machine learning) dan beberapa narasumber lainnya. Dalam paparannya, mereka lebih menunjukkan hasil penelitian dan pencapaiaan yang sudah didapatkan UKM.

“Dari teknologi UKM sudah memiliki pusat riset cyber security yang menunjang pemerintahan terhadap acaman dari sisi teknologi.  Cyber security center di UKM telah memiliki beberapa Reseach Lab. Antara lain, Information Governance Research Lab, Digital Forensic Lab, Cyber Intelligence Research Lab dan Computer Security and Software Verification Research Lab,” kata Prof. Dr. Zawiyah M. Yusof dalam paparannya.

Dalam kesempatan tersebut, Kaprodi MM UBD, Rabin Ibnu Zainal, M.Sc.,Ph.D, mengucapkan terimakasih atas sambutan pihak UKM dan menginformasikan maksud dan tujuaan kedatangan selain selain menjalin silahturahmi antar Universitas dalam dan luar negeri, bahwa mahasiswa yang dibawa saat ini adalah mahasiswa semester akhir, sehingga dengan kunjungan seperti ini akan memberikan pengetahuan kepada para mahasiswa bagaimana management parkir, antri, pariwisata dan teknologi Negara luar terutama Malaysia.

“Quota beasiswa Indonesia sangat banyak, akan tetapi hal yang menjadi kendala adalah administasi calon mahasiswa kebanyakan gagal di Bahasa Inggris. Apalagi jika ingin melanjutkan studi di Negara Eropa, IELTS minimal harus 6.5 s.d 7,” ungkapnya.

Pertemuan ditutup dengan tanya-jawab dan pemberian cinderamata dari pihak UBD ke UKM yang secara simbolik diserahkan oleh Kaprodi MTI Darius Antoni, M.M., Ph.D, disaksikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UBD Prof. Dr. H. Zainuddin Ismail, M.M dan Dr. Widya Cholil , M.IT yang ikut dalam kegiatan studi tour.

Sebelumnya, pada hari pertama rombongan telah ke “Putrajaya”, kota didirikan pada 19 Oktober 1995, namanya diambil dari nama Perdana Menteri Malaysia yang pertama Tengku Abdul Rahman Putra. “Kota ini merupakan area perkantoran sekaligus sebagai pusat Pemerintahan Kuala Lumpur. Pembagunan Putrajaya dimaksudkan untuk menghidari kemacetan,” kata Lam, pemandu wisata.

Pada hari yang sama juga, rombongan ke Batu Caves, sebuah perbukitan kapur yang terletak di Selangor. Di area pebukitan terdapat sebuah patung berwarna kuning emas tinggi 42,7 meter. Merupakan patung Dewa Murugan berdekatan dengan goa tempat yang disucikan dan menjadi pusat keagamaan utama Hindu Tamil yaitu Thaipusam.

Kunjungan di hari pertama dan kedua di Malaysia, kami mencermati akan pentingnya Ilmu dan Pengetahuan sebagai jembatan menuju peradaban baru. Terpenting, kemajuan teknologi harus selaras dengan Budaya dan kebutuhan Sumberdaya manusia yang mumpuni agar dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain di Dunia. Itulah kesan kami di Malaysia, pemanfaatan teknologi tanpa mengabaikan kearifan budaya lokal. Bagaimana perjalananan selanjutnya ke Singapura? (Bersambung)

*Penulis adalah netizen yang mengirimkan tulisannya ke Redaksi Detik Sumsel. Bagi pembaca yang ingin berbagi pengalaman silahkan kirim ke email redaksi, detiksumsel@gmail.com.

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi