Diposting oleh : Puji     Tanggal : 29 Agustus 2017 13:26     Dibaca: 368 Pembaca

Pembunuhan Driver Taksi Online Murni Perampokan, Mengapa Mobil Justru Ditinggal Pelaku? Ternyata Ini Alasannya

Para pelaku pembunuhan terhadap driver taksi online, Edwar Limba

Palembang, Detik Sumsel - Setelah tiga dari empat pelaku pembunuhan Edwar Limba, sopir taksi online yang mayatnya ditemukan di kawasan Banyuasin berhasil ditangkap oleh Tim Rimau bentukan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Sabtu (26/8/2017) lalu, akhirnya terkiak motif pelaku menghabisi nyawa korban.

Ketiga pelaku masing -masing bernama Ari Tri Sutrisno, Aldo, dan Adi alias Ucok. Sedangkan, satu orang pelaku lainnya masih dalam tahap pengejaran.

Setelah diinterogasi, salah satu pelaku Ari Tri Sutrisno (32) warga Jalan Papera, Lorong Kulit, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I mengaku, ikut menghabisi nyawa korban bersama tiga orang rekannya untuk menguasai mobil milik korban.

"Yang jerat leher korban, Erwan (DPO), yang nujah Aldo samo Ucok, aku cuma ikut menarik tangan korban. Sebenarnyo waktu itu aku nak batalke rencana itu, tapi Erwan dari belakang langsung jerat leher korban," katanya, Selasa (29/8/2017).

Lebih lanjut dikatakannya, korban saat itu dieksekusi di dalam mobil. Setelah korban dijerat dan ditusuk, para pelaku langsung mengambil alih mobil milik korban dan langsung membawa ke arah Sumbawa.

"Mobil milik korban langsung kami bawa ke arah Palembang untuk membersihkan darah yang ada di dalam mobil. Namun saat itu mobil kehabisan bensin jadi kami tinggalkan di kawasan Talang Betutu," jelasnya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Prasetijo Utomo mengatakan, ketiga pelaku ditangkap setelah dilacak melalui aplikasi online yang dipesan oleh para pelaku dengan nama samaran. Setelah didalami ternyata motifnya tidak ada kaitannya dengan aksi UNRAS yang dilakukan oleh sopir angkot beberapa waktu lalu dan murni perampokan.

"Dimana dua TKP tempat kejadian, makanya Polda mengambil alih karena terjadi dua wilayah hukum yang berbeda," ucapnya.

Ia menambahkan, dari jenazah korban ditemukan kawat seling dari baja dan tujuh luka tusukan dilihat dari lukanya korban sempat melakukan perlawanan.

"Pembunuhan ini sangat kejam dilihat dari modus operandi melakukan perampokan itu nanti bisa kita jerat dengan pasal 340 KUHP," jelasnya. (oj1)


Warning: mysqli_num_rows() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/taobvxhb/public_html/artikel/post.php on line 63
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi
 
 


Warning: mysqli_num_rows() expects parameter 1 to be mysqli_result, boolean given in /home/taobvxhb/public_html/index.php on line 376