Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Red     Tanggal : 05 Februari 2018 09:41     Dibaca: 265 Pembaca

Pemerintah Diminta Awasi Distribusi BBM

Pelaku Usaha BBM dan Penasehat HIPMI Sumsel, Andi Moturua

Palembang, Detik Sumsel- Jika perhatikan sekarang ini ada fenomena menarik, perihal ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dengan Ron 88 yang masih di subsidi oleh pemerintah atau istilah Pertamina BBM PSO, Menurut Pertamina masih banyak tersedia di SPBU tetapi kenyataannya sangat sulit di temukan.

"Jadi bisa kita pertanyakan klaim tersebut, bahkan di beberapa SPBU yang masih menjual premium masyarakat kecil, terutama pengguna kendaraan bermotor roda dua sangat di persulit untuk membeli premium," Kata Pelaku Usaha BBM dan Penasehat HIPMI Sumsel, Andi Moturua, Jumat (2/2).

Baca Juga: Premium 'Banjiri' Pertamini http://detiksumsel.com/premium-banjiri-pertamini

Lebih mirisnya lagi, kata dia BBM Premium inikan harusnya dinikmati oleh masyarakat yang digolongkan secara ekonomi dengan kemampuan rendah tapi kenyataannya justru setiap SPBU yang menjual Premium yang terdapat antrian mobil bahkan mobil yang di katagorikan mewah disini.

"Harusnya Pemerintah dan Pertamina melakukan pengawasan yang ketat mungkin dengan cara yang extrim, misalnya memberikan sangsi berupa penghentian pengiriman BBM ke SPBU yang masih menjual BBM ke mereka yang di anggap tidak layak menerima subsidi sehingga subsidi energi dalam hal BBM Premium menjadi tepat sasaran," jelasnya.

Jangan sampai, kata dia, karena lemahnya pengawasan atau regulasi oleh Pemerintah atau Pertamina, rakyat yang menjadi korban karena rakyat sudah sangat berat beban hidupnya.

Baca Juga: Pertamina Klaim Jual Premium di 80 Persen SPBU http://detiksumsel.com/pertamina-klaim-jual-premium-di-80-persen-spbu

"Bisa kita rasakan dengan sulitnya masyarakat mendapatkan premium di SPBU tapi cukup mudah mendapatkan nya di penjual penjual eceran tentu dengan harga yang lebih mahal dari harga resmi, harus kita pertanyakan dari mana mereka penjualan eceran tersebut bisa mendapatkan BBM jenis Premium," ungkapnya.

Andi berharap peran dari pemerintah sekarang lebih ketat mengawasi distribusi BBM jenis Premium jangan sampai ada kesan di masyarakat seolah olah ini memang bagian dari skenario dari Pemerintah memang menciptakan kesulitan untuk masyarakat membeli premium di SPBU.

"Sehingga terpaksa harus membeli di pedagang eceran dengan harga yang lebih mahal sehingga jika nantinya pemerintah berencana menaikkan atau bahkan menghilang BBM jenis Premium masyarakat sudah tidak kaget lagi karna sudah terbiasa membeli premium dengan harga yang mahal dari harga yang di subsidi," pungkasnya. (fir)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi