Diposting oleh : Feriandi     Tanggal : 13 September 2017 21:58     Dibaca: 68 Pembaca

Pemkab OKU Optimis Penyelesaian Tapal Batas OKU, Muara Enim dan Ogan Ilir Selesai di 2017

Pemprov dan Pihak Terkait lainnya saat melakukan pelacakan pilar simpul segitiga antara Kabupaten Ogan Komering Ulu, Muara Enim dan Ogan Ilir

Baturaja, Detik Sumsel - Pemerintah Provinsi Sumatera selatan bersama Pihak Terkait lainya melakukan Pelacakan pilar simpul segitiga antara Kabupaten Ogan Komering Ulu, Muara Enim dan Ogan Ilir, Pelacakan pilar simpul segitiga 3 kabupaten ini ditemukan di Perkebunan Kelapa Sawit Desa Mitra Kencana Kecamatan Peninjauan. 
"Secara keseluruhan peninjauan dan pelacakan tapal batas antara Kabupaten OKU dengan OI tidak ada masalah,  demikian juga dengan Kabupaten Muara Enim, "kata Kabag Tapem Setda OKU Priyatno Darmadi saat di bincangi disela kesibukan mendangpingi Tim pelacakan tapal batas dari Pemprov.

Priyatno mengatakan, hal ini menjadi prioritas Pemkab OKU untuk segera menyelesaikan tapal batas antara Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Ilir. "Dalam hal ini kita harus mengacu kepada kesepakatan antar desa berbatasan dengan wilayah Kabupaten Ogan Ilir di 4 Desa, yang menjadi acuan," kata Priyatno.

Selanjutnya, setelah pelacakan tapal batas,  Pemkab OKU siap memenuhi undangan dari Provinsi,"Kita optimis batas antara OKU dengan Muara Enim dan OKU dan OI selesai tahun ini, "ucapnya.

Sementara itu, Kabiro Otonomi Daerah melalui Kabag Wilayah Administrasi Batas Pemprov Sumsel Darul Effendi mengaku jika masing - masing pihak yang berbatasan sudah menerima dan sepakat secara umum sudah bisa diajukan untuk di terbitlan Permendagri tentang tapal batas. "Meskipun belum dapat di pastikan pilar PBU 011 yang kita temukan ini merupakan segitiga OKU,  Muara Enim dan OI, namun secara umum tidak ada permasalahan,"kata Darul Effendi.

Pelacakan pilar tapal batas antar Kabupaten di lakukan oleh Tim menemukan sebuah pilar yang di yakini sebagai pilar batas Kabupaten di perkebunan Sawit Desa Mitra Kencana Kecamatan Peninjauan.

"Bentuk dan ukurannya jelas ini merupakan pilar batas antar kabupaten, sementara GPS menunjukkan bahwa pilar ini sebagai segitiga Kabupaten OKU, Muara Enim dan OI,  tapi di pilar hanya ada tanda Batas OKU dan Muara Enim, bisa saja masih ada pilar lain,  atau petugas yang memasang salah letak, "tegasnya.

Meskipun demikian, warga masyarakat tidak perlu kkhawatir, menurutnya tapal batas tidak mempengaruhi status kepemilikan lahan atau pun kebun warga. "Tapal batas antar Kabupaten tidak mempengaruhi status kepemilikan lahan atau pun kebun,  dan hanya sebatas wilayah administrasi, kecuali perbatasan tersebut membelah pemukiman,  berdasarkan aturan garis batas harus di tarik keluar perkampungan,"pungkasnya. (fei)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi