Diposting oleh : Efen Permata     Tanggal : 13 September 2017 21:21     Dibaca: 63 Pembaca

Pemkot Terima Dana Hibah Dari Australia

Walikota Palembang bersama instansi terkait foto bersama seusai penandatanganan dana hibah.

Palembang, Detik Sumsel - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menerima kucuran dana hibah dari Pemerintah Australia sebesar 45 juta dollar Australia atau setara Rp 500 Miliar. Dalam rangka pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) perkotaan di kawasan Sei Selayur Palembang, senilai Rp 1,2 Triliun. 

Penerimaan dana hibah ini diawali dengan penanda tanganan surat perjanjian pekerjakan konstruksi, pembangunan IPAl dan relokasi IPAL (paket  A1) Sei Selayur Kecamatan Kalidoni antara pihak konsultan dari Australia KIAT dengan Pemkot Palembang di Rumah Dinas Walikota Palembang, Rabu (13/9/2017).

"Hibah ini merupakan bantuan cuma-cuma oleh Pemerintah Australia dalam mengembangkan IPAL perkotaan, bantuan ini sebesar Rp 500 M, total kegiatan ini nilainya Rp 1,2 Triliun termasuk APBN dan APBD," jelas Walikota Palembang, H Harnojoyo.

Lebih lanjut, di Indonesia, hanya Palembang yang mendapat bantuan hibah bukan pinjaman. Adanya bantuan ini atas dasar penilaian Palembang yang memiliki komitmen dalam hal menjaga kebersihan lingkungan perkotaan.

"Mereka menilai kita memiliki komitmen, dalam menjaga kebersihan lingkungan perkotaan," ungkap Walikota. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Palembang, Saiful mengatakan, pembangunan IPAL Sei Selayur sendiri saat ini sedang menyiapkan lahan.

"Pemerintah tengah melakukan sosialisasi rencana pembangunan tersebut, termasuk relokasi warga agar bisa berjalan sesuai rencana. Masih ada beberapa persil yang belum dibebaskan,” ungkap Syaiful. 

Dijelaskannya, proyek IPAL Sei Selayur memakan total dana sebesar Rp 1,2 Triliun dan mendapat hibah senilai Rp 500 M dari Australia di atas lahan 5,7 H. Pembangunan diperkirakan akan berlangsung hingga 2022.

"Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, Pemkot sudah merampungkan pembuatan DED sambungan rumah tangga," ujarnya.

Masih dijelaskannya, beberapa tahapan telah dirampungkan, diantaranya DED untuk membuat 22 ribu sambungan rumah tangga dalam konteks semakin meningkatkan akses air bersih masyarakat perkotaan. Kemudian yang tak kalah penting dalam tahapan itu, yakni kesepakatan mengenai skema pendanaan sistem reimburse. Untuk itu, pendanaan akan menggunakan kombinasi antara dana APBD dan APBN untuk kemudian diganti oleh Australia setelah menyelesaikan proses pelaporan. 

"Dengan hadirnya IPAL perkotaan ini, diharapkan air sungai menjadi lebih jernih karena telah melalui proses penyaringan sebelum dibuang ke sungai. Dampak positif lainnya, pekerjaan PDAM Tirta Musi akan lebih ringan dalam permurnian air bakunya," jelasnya.

Sebelumnya, Australia telah memberikan bantuan teknis senilai Rp 150 miliar untuk mengembangkan Pengelolaan Air Limbah Rencana Induk di delapan kota, termasuk di kota Palembang. Ronal Van De Koller, tim leader KIAT Australia menyatakan mengapa memilih Kota Palembang, karena komitmen Pemkot Palembang untuk melaksanakan kegiatan ini, terutama komitmen menjaga kebersihan lingkungan. 
Sebelumnya ada delapan kota yang menjadi survey KIAT untuk diberikan hibah, tapi Palembang yang dipilih. Kota lainnya mendapat pinjaman dari pemerintah Australia 

“Padang, Makassar, Pekanbaru, Jambi, Cimahi mendapat penilaian kami. Tapi akhirnya jatuh ke Kota Palembang untuk mendapatkan hibah sebesar 45 juta dollar Australia,” pungkasnya. (Pen)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi