Diposting oleh : Firwanto M Isa     Tanggal : 23 Agustus 2017 18:34     Dibaca: 137 Pembaca

Penerimaan Pajak Sumsel Babel Capai Rp 7.531,5 Miliar

Suasana Media Gathering Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Bangka Belitung dengan Wartawan di Aula lantai V Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kep. Bangka Belitung Jl Tasik Kambang Iwak Palembang, Rabu (23/8/2017).

Palembang, Detik Sumsel - Penerimaan pembayaran pajak Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kep. Bangka Belitung sampai dengan tanggal 21 Agustus 2017 telah mencapai Rp 7.531,5 miliar atau sebesar 47,35 persen dari target Rp 15.905 miliar. Jumlah ini tumbuh sebesar 21,04 persen dibanding penerimaan pajak pada periode yang sama tahun lalu.

Di lain pihak, restitusi selama tahun 2017 mencapai Rp 1.140,86 miliar atau meningkat 254,66 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Hal ini disampaikan Kepala Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kep. Bangka Belitung, M Ismiransyah M Zain saat media gathering di Aula lantai V Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kep. Bangka Belitung Jl. Tasik Kambang Iwak Palembang, Rabu (23/8/2017).

Dikatakannya, jenis pajak yang menjadi kontributor terbesar adalah PPN Dalam Negeri dan PPh Pasal 21 masing-masing sebesar 39,45 persen dan 19,30 persen. Sementara jenis pajak yang tumbuh signifikan adalah PBB Pertambangan Minerba (215,64 persen) dan PPh Non Migas Lainnya (667,88 persen).

“Sebagai catatan adalah dengan berlakunya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) baru yang berlaku surut sejak 1 Juli 2016, ternyata masih berdampak terhadap penerimaan PPh Pasal 21 tahun 2017, terutama pada periode semester I dimana penerimaan PPh Pasal 21 tumbuh negatif 4,79 persem dibanding semester I tahun sebelumnya,” jelasnya.

Selanjutnya ada lima sektor dominan kontributor terbesar, yaitu Perdagangan, industri Pengolahan, Pertambangan dan Penggalian, Jasa Keuangan dan Asuransi, serta Konstruksi. Upaya-upaya yang telah dilaksanakan Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kep. Bangka Belitung dalam pengamanan target penerimaan tahun 2017 dengan pertama melanjutkan program door to door di sentra-sentra perdagangan setiap wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak.

Kedua meningkatkan tax base pembayaran Wajib Pajak yang telah mengikuti program TA, ketiga Melakukan himbauan kepada Wajib Pajak yang memiliki data berupa Harta/Aset dan/atau Penghasilan tetapi tidak pernah melaporkan pajaknya atau terdapat pembayaran tetapi tidak pernah melaporkan pajaknya.

"Selanjutnya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota dalam rangka kegiatan Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP) dan meningkatkan pengawasan kepatuhan Wajib Pajak, baik orang pribadi, badan hukum maupun bendahara pemerintah berbasis mapping kepatuhan Wajib Pajak. Selain itu juga dilakukan secara khusus atas kegiatan proyek-proyek strategis dan proyek-proyek terkait persiapan Asian Games tahun 2018, serta meningkatkan kegiatan extra effort pengawasan, ekstensifikasi, pemeriksaan, penagihan, dan penegakan huku,” pungkasnya. (fir)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi