Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Fazds     Tanggal : 04 Juli 2018 22:13     Dibaca: 209 Pembaca

Pengacau Rekapitulasi KPU Bisa di Tembak

Personil gabungan Polri dan TNI saat mengamankan jalannya rapat pleno rekapitulasi di KPU Banyuasin Jl Thalib Wali Pangkalan Balai

Pangkalan Balai, Detik Sumsel - Sebanyak 500 Personil Gabungan TNI  dan Polri amakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten pada pemilihan Gubernur / Wakil Gubernur dan Bupati / Wakil Bupati Banyuasin tahun 2018 di Kantor KPUD Banyuasin, Rabu (4/7). 

Petugas sendiri tidak akan mentolerir pihak-pihak yang akan mengacau jalannya rekapitulasi ini, bahkan jika memang tidak terkendali pelaku akan ditindak tegas bahkan ditembak.

"Kita ingin rapat pleno KPU ini berjalan aman dan kondusif, maka kami tidak akan ambil resiko jika ada pihak-pihak yang akan mengacaukan rapat pleno ini, kami akan tindak tegas, " kata Kapolres AKBP Yudhi SM Pinem.

Dijelaskan Kapolres, 500 personil gabungan TNI Polri termasuk personil Brimob disiagakan di Kantor KPU Banyuasin. 

Sebelum giat pengamanan dilaksanakan , diawali Apel Konsolidasi Personil pengamanan yang dipimpin langsung oleh Waka Polres Banyuasin Kompol Arif Harsono, S.Ik, MH didampingi Kabag Ops Kompol MP. Nasution , SH, MH dan diikuti oleh para pejabat utama, Kapolsek Pangkalan Balai,  para perwira Polres Banyuasin serta seluruh Personil Gabungan Polres Banyuasin , Polsek Jajaran serta BKO Brimobda Sumsel

Pengamanan secara ketat secara tertutup maupun terbuka oleh gabungan personil TNI,- POLRI pada kegiatan Rapat Pleno Terbuka Tingkat Kabupaten di Kantor KPUD Banyuasin sebagai wujud Kesiapsiagaan personil dalam menghadapi serta mengantisipasi adanya aksi teror maupun gangguan kamtibmas pada saat kegiatan rekapitulasi rapat pleno terbuka di Kantor KPUD Banyuasin. (Faz)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi