Iklan Lucianty Pahri
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Red     Tanggal : 08 Maret 2018 17:57     Dibaca: 389 Pembaca

Pengamat: Ajak Pelajar Sambut PGK di Jam Belajar Cederai Dunia Pendidikan

Mobilisasi Pelajar dalam Menyambut PGK Dinilai Tidak ada Korelasi dengan dunia pendidikan

Palembang, Detik Sumsel- Pemandangan yang tak lazim terlihat di selanjang jalan Sudirman, Kamis pagi (8/3) mengundang perhatian publik. Ternyata, pelajar SD dan SMP yang berjejer tersebut menyambut arak-arakan piala gubernur kaltim (PGK) yang diraih oleh Sriwijaya FC beberapa waktu lalu dinilai menciderai dunia pendidikan. 

"Melibatkan siswa di jam belajar tentu ini kemunduran, apa bedanya praktek ini dengan orde baru, tentu ini menciderai pendidikan kita. Apalagi kalau ada unsur pemaksaan," kata Pemerhati Pendidikan Dr Arif Ardiansyah MPd saat dimintai pendapatnya. 

Menurut Dosen Universitas PGRI ini, euforia kemenangan club kebanggan wong kito ini adalah hal yang wajar. Apalagi SFC sudah lama puasa gelar, tapi praktek mengajak siswa di jam belajar itu yang tidak dibenarkan. "Harusnya mereka berada di kelas, belajar, kalau di waktu libur tentu tidak menjadi persoalan. Nyatanya sekarang justru masuk pertengahan semester siawa sekolah," sesalnya. 

Hal senada diungkapkan pengamat sosial, Bagindo Togar. Menurutnya, tidak harus sampai sebegitunya melibatkan pelajar di jam mengajar menyambut  keberhasilan Sriwijaya FC menjadi Juara Piala Gubernur Kaltim 2018.

"Apalagi masih dalam Jam belajar di sekolah. Seolah-olah, melongok prestasi Olahraga Sepakbola Klub kebanggaan Masyarakat Sumsel ini lebih Penting dari Proses Belajar Mengajar diSekolah. ," terangnya. 

Menurutnya, sebagai Warga Daerah ini Patut Berbangga, tapi Bukan Berarti "Meminggirkan" aspek Pembinaan pendidikan di kalangan generasi Muda. Apalagi ada "Upaya Mobilisasi" Tenaga Pengajar dan Peserta didik. 

"Akan lebih bijak dan efektif, bila "Pesta " prestasi Olahraga ini dilaksanakan pada Hari Libur Sekolah, Sabtu atau Minggu disuatu Lokasi yang Gampang dijangkau serta Mampu Menampung Banyak Warga," ungkapnya. 

Nah, lanjut Gibdo, lebif efektif lagi  Sosialisasikan Secara Intens dan Massif disertai Hiburan Rakyat, sekalian Mendekatkan Para Player SFC kepada Para. "Kelak Nantinya, Kita Juga Akan Mendapat "Gambaran yangg lebih nyata" Seberapa Besar Tingkat Antusias  & Kecintaan Warga Sumsel atas Eksistensi maupun Prestasi Klub Sepakbola Provinsi ini," tuturnya. 

Diketahui, arak-arakan Sriwijaya FC ini atas keberhasilan meraih tropy Piala Gubernur Kalimantan Timur (PGK) II 2018 Kegiatan arak-arakan dimulai sejak pukul 11.00 WIB dengan posisi start dari Bandara SMB II dan finish di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Adapun rute yang dilalui, Jalan Gubernur Asnawi Mangkualam - Jalan TAA - Jalan Kolonel H Burlian - Jalan Jenderal Sudirman - Jembatan Ampera - Jalan Gubernur HA Bastari - Stadion GSJ. Nah pemandangan terjadi di jalan Sudirman tampak siswa berbaris di bawah terik matahari. 

"Kito disuruh guru, katonyo nyambut piala Sriwijaya kareno menang," kata Anwar, salah satu siswa SMP Negeri 3 Palembang saat dibincangi. 

Sementara, Maskur yang merupakan guru SMP Negeri 3 Palembang mengatakan, dirinya sengaja mengajak para siswa untuk melihat langsung piala tersebut yang di arak. "Kita memang sengaja ingin melihat langsung pak. Tidak ada paksaan, ini keinginan kita dan para siswa. Selain itu, kita ingin memberitahukan kepada para siswa, dalam meraih kemenangan itu tidaklah mudah," jelasnya. (Buy)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi