Diposting oleh : Deddy Gusrizal     Tanggal : 11 Juni 2017 22:57     Dibaca: 308 Pembaca

Penuhi Kebutuhan BBM Masyarakat , SPBU Codo Dilakukan Penghitungan Tera

Tim Ahli Tera Metrologi Lubuk Linggau lakukan tera di SPBU Codo 23.315.19 Jalan Air Perikan, Kelurahan Nendgaung

Pagaralam, Detik Sumsel – Tim Metrologi penera ahli dari Lubuk Linggau, melakukan penghitungan tera di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Codo 23.315.19, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, kemarin.

Penera Ahli dari Lubuk Linggau, Eko Subandrio mengatakan, sesuai Undang-udang No.2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal, untuk melindungi kepentingan umum, perlu adanya jaminan dalam kebenaran pengukuran, serta adanya ketertiban dan kepastian hukum dalam pemakaian satuan ukuran, standar satuan, metoda pengukuran dan alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya.

“Setiap alat ukur harus wajib di tera, untuk SPBU pompa ukur Bahan Bakar Minyak (BBM) 1 kali dalam setahun di tera ulang, kecuali dilakukan adanya perubahan dan rusak. Dari penghitungan tera ini, konsumen dan pengelola jangan sampai rugi, konsumen dilindungi, pengelola dilindungi, Pasti Pas,” terangnya.

Eko menambahkan, kalau sudah selesai dilakukan tera, tinggal lagi di pasang tanda tera, pengelola sudah bisa melapor ke Pertamina, sudah bisa berjalan atau beroperasional, akan tetapi kalau untuk isi ulang tangki rendam, masih membutuhkan surat keterangan pihak penera.

“Pagaralam belum bisa melaksanakan uji tera secara mandiri. Makanya, kita dari ahli tera Metrologi Lubuk Linggau yang melakukannya, sesuai dengan Memorandum of Understanding (MoU) yang ada,” terangnya.     

Sementara, Plt Kepala Disperindagkop UKM dan PP Kota Pagaralam, Gindo Simanjuntak SST melalui Kabid Mterologi, Reni Yulianti didampingi Kasi Pengujian dan Peneraan, Andriansyah Siregar SKom MM mengatakan, penghitungan tera di SPBU, sebuah prosedur wajib bagi setiap SPBU Pertamina yang berlabel Pasti Pas.

“Sebelumnya, tahap penghitungan kalibrasi tangki rendam, sudah sebulan yang lalu telah dilakukan di SPBU Codo, sekarang tinggal penghitungan uji tera. Sebanyak 4 dispenser terdiri dari 22 nozzle di tera,” ujarnya.

Selain melakukan tera kata Andriansyah, tim ahli tera juga melakukan pengecekan, termasuk memberikan pengetahuan kepada petugas SPBU. “Sebelum dioperasikan dicek dulu, agar sesuai dengan standar yang ada, karena masin ini baru dan baru akan dioperasikan,” bebernya.

Ditanya, apakah SPBU Codo 23.315.19 ini, sudah bisa beroperasi sebelum Lebaran Idul Fitri  Andriansyah mengakui, kalau semuanya berjalan lancar, semoga seminggu sebelum Lebaran, SPBU ini sudah bisa beroperasional.

“Paling tidak dengan operasional SPBU Codo, antrean BBM kendaraan bisa terurai. Kebutuhan masyarakat terhadap BBM bisa terpenuhi. Tak kalah penting, perekonomian masyarakat meningkat, begitu juga para pengunjung dari luar, yang hendak berwisata ke Kota Pagaralam tidak susah mencari BBM,” harapnya. (gud)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi