Diposting oleh : AMS     Tanggal : 31 Oktober 2016 16:32     Dibaca: 214 Pembaca

Peralihan Musim, Warga Diminta Waspadai Berbagai Penyakit

Lingkungan Kelurahan Kotaraya Kayuagung mwnjadi daerah rawan endemis DBD. Warga diminta untuk berperilaku hidup bersih dan sehat guna menghindari penyebaran nyamuk aedes aegypti

Kayuagung, Detik Sumsel- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKI meminta kepada masyarakat OKI untuk mewaspadai penyebaran berbagai penyakit, terutama penyakit demam berdarah dengue (DBD). Ini seiring tingginya curah hujan di wilayah Bumi Bende Seguguk sejak beberapa pekan terakhir.

"Saat musim penghujan seperti sekarang ini, nyamuk Aedes Aygepty sangat mudah berkembang biak. Warga diminta untuk waspada dengan datangnya DBD dengan tetap melakukan 3M di lingkungan tempat tinggal masing-masing," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKI, HM Lubis SKm MKes, Senin (31/10).

Kendatipun sekarang ini belum ada laporan warga OKI yang terjangkit DBD, namun pihaknya meminta semua pihak waspada penyebaran DBD. Bahkan saat ini tim penanggulangan DBD dari Dinkes OKI terus memantau perkembangan penyakit ini di 18 puskesmas dalam wilayah Kabupaten OKI.

Selain DBD, lanjut Lubis, musim penghujan juga rentan akan penyakit Malaria, Thypoid (Tifus, serta Gastro Enteritis (GE) atau peradangan pada lambung dan usus. "Namun yang lebih mudah penyebarannya adalah DBD. Untuk mencegah dan menghindari menyebarnya penyakit itu, masyarakat harus membiasakan untuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan," terangnya.

Dia menerangkan, saat terkena DBD, seseorang akan mengalami 3 fase. Pertama adalah fase demam selama 3 hari, lalu berlanjut pada 3 hari selanjutnya yang merupakan fase kritis. “Pada fase kedua, demam sudah tidak terjadi, tetapi di fase inilah harus waspada agar tidak terkecoh dengan menganggap sudah sembuh dan tidak diberi pengobatan. Tiga hari selanjutnya adalah fase penyembuhan,” tandasnya.

Sekretaris Dinkes OKI, Iwan Setiawan SKm menambahkan, wilayah yang paling rawan akan penyebaran virus DBD adalah Kecamatan Kota Kayuagung. "Namun bukan berarti warga di kecamatan-kecamatan lain tidak bisa terjangkiti. Setiap kecamatan harus tetap waspada, jangan sampai setelah ada korban baru melakukan pencegahan dan pengobatan. Kita telah memasok bubuk abate ke tiap puskesmas di OKI. Warga bisa mendatangi puskesmas untuk mendapatkan abate ini secara gratis,"ucapnya.
     
Selain membagikan bubuk abate melalui puskesmas, pihaknya juga menerjunkan Tim Survey yang bertugas memantau perkembangbiakan jentik nyamuk penyebab DBD. “Tim ini turun ke lapangan setiap minggu, terutama setelah dilakukan fogging massal di suatu kecamatan. Tim ini bertugas memantau perkembangbiakan jentik nyamuk pasca fogging massal guna mengetahui sampai sejauh mana peran fogging dalam memberantas nyamuk penyebab DBD, terutama di wilayah-wilayah endemis,” jelas Iwan. (Iyan)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi