Diposting oleh : Deddy Gusrizal     Tanggal : 20 Februari 2017 02:04     Dibaca: 205 Pembaca

Perawat Setara Dokter, Harus Tingkatkan Kompetensi

Sebagai apresiasi dan bentuk penghargaan, PPNI Sumsel memberikan PIN kehormatan PPNI kepada Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati MKes

Pagaralam, Detik Sumsel – Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati MKes mengatakan, organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) bukan hanya semata tempat kumpul-kumpul, tapi juga harus bisa meningkatkan kesejahteraan anggota.

“Perawat dituntut lebih cerdas menghadapi masyarakat yang sudah melek hukum, untuk itu perawat harus meningkatkan kompetensi,” ujar Wako Ida di hadapan Pengurus PPNI Kota Pagaralam yang baru dilantik, sekaligus membuka Workshop dan Seminar Sehari Praktik Perawat Mandiri dan STR Online. Juliansyah S Kep menjabat Ketua PPNI Pagaralam Periode 2017-2020, dilantik langsung Ketua PPNI Provinsi Sumsel, H Subhan.

Sambung Wako Ida, bahwasanya kearsipan penting untuk tiap keperawatan, terutama jika suatu saat harus menghadapi permasalahan tuntutan hukum. Lakukan sesuai Protap dan sesuai tahapan-tahapan, apalagi dengan sering mengikuti seminar dan workshop, perawat harus setara dengan dokter.

“Perawat bukan lagi paramedis. Perawat menjadi profesi sendiri, setara dengan dokter. Perawat bukan hanya pendamping maupun bawahan dokter, akan tetapi mitra dokter. Untuk itu, sebagai upaya peningkatan kompetensi, harus sering-sering mengikuti seminar dan workshop,” pesan Wako Ida.

Tambah Wako Ida, yang ternyata juga ikut memperjuangkan dan merupakan salah seorang anggota tim Penyusun Narasi Peraturan di DEPKES, baik mengenai Keperawatan maupun PPNI, hingga kini Perawat menjadi profesi sendiri, setara dengan dokter. “Rugi kalau keperawatan tidak masuk PPNI. Sebab akan mendapatkan pendampingan jika masuk PPNI. Selamat kepada kepengurusan yang baru, semoga sukses dan selamat menjalankan tugas. Jangan lupa, luangkan waktu buat kesejahteraan kawan-kawan,” ujar Ida.

Sementara itu, Ketua PPNI Sumsel, H Subhan mengungkapkan, PPNI dituntut profesional dan mandiri, sesuai UU Nomor 38 tahun 2014 dan Permenkes tahun 2001. Sejauh ini, dari sebanyak 42 ribu keperawatan, baru sebanyak 21 ribu yang sudah teregristrasi secara nasional. “Kita mohon perhatian dari Walikota Pagaralam untuk dapat memberikan sumbang dan saran pikiran. Kita juga sebagai perawat, akan memberikan perhatian lebih kepada dr Hj Ida Fitriati MKes. Kami berkomitmen mendukung seluruh Program Pemkot Pagaralam di bidang kesehatan,” ucapnya.

Terpisah, ketua PPNI Kota Pagaralam, Juliansyah mengatakan, ada tiga pilar utama keperawatan, yakni pendidikan, pelayanan dan pengembangan keperawatan. “Kami memastikan hak masyarakat mendapat pelayanan keperawatan yang bermutu. Sejauh ini betapa kompleksnya permasalahan yang dihadapi, baik itu pelayanan maupun sistem sekarang belum berpihak kepada keperawatan. Untuk itu, membangun keperawatan tidak bisa dilakukan PPNI, tetapi tetap membutuhkan dukungan pemerintah,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakannya, anggota PPNI Pagaralam sudah mencapai 400 orang yang sudah teregistrasi secara nasional. “Ini wahana kita untuk meningkatkan mutu keperawatan guna mempersatukan tujuan keinginan perawat di Pagaralam. Ke depan, seluruh perawat bisa praktik mandiri, layaknya profesi lain seperti bidan dan dokter, sesuai undang-undang keperawatan,” pungkasnya. (vhan)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi