Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Wirangga     Tanggal : 21 April 2018 11:23     Dibaca: 170 Pembaca

Perempuan Harus Berperan Aktif dan Berpartisipasi dalam Pembangunan

Dekan Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya UIGM Palembang, Isabella SIP M.Si

Palembang, Detik Sumsel - Raden Adjeng Kartini merupakan sosok perempuan yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi serta pahlawan nasional yang gigih memperjuangkan emansipasi wanita di kala hidupnya. 

Hari kelahiran R.A Kartini tanggal 21 April ditetapkan sebagai Hari Nasional oleh Presiden Soekarno pada 21 Mei 1964. Hingga saat ini, Tanggal 21 April dikenal oleh masyarakat Indonesia khususnya para perempuan Indonesia sebagai Pringatan Hari Kartini.

Salah satu perempuan Indonesia yang memiliki sosok R.A Kartini yaitu, Isabella SIP MSi. Dekan Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang tersebut merupakan sosok perempuan yang memiliki keberanian untuk terus berpartisipasi di dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, makna hari kartini merupakan momentum yang tepat bagi perempuan untuk mengerti bahwa sesungguhnya emansipasi perempuan itu sudah dimuai sejak dulu.

"Jadi sejak zaman ibu Kartini, perempuan Indonesia itu sudah berkiprah, berpartisipasi di masyarakat serta memiliki peran, baik itu dalam pendidikan dan juga dalam perjuangan, jadi memang itu sudah ada sejak dulu," ungkapnya.

Alumnus FISIP Unsri ini menilai, perempuan yang hidup di era saat ini, yaitu era kemerdekaan dimana para perempuan telah menikmati hasil kemerdekaan dari para pejuang yang telah berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan, harus mampu untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan.

"Bentuk partisipasi yang harus dilakukan yaitu dengan cara menyesuaikan diri di era sekarang. Artinya, perempuan itu sudah seharusnya punya pendidikan yang tinggi dan juga pengetahuan yang banyak, karena seorang perempuan ataupun seorang ibu harus mampu untuk menghasilkan generasi-generasi muda yang berkualitas, dengan memenuhi gizi yang baik serta memberikan pendidikan yang baik," ujarnya.

Dirinya menghimbau kepada para perempuan untuk memiliki keberanian dalam berpartisipasi memiliki peran kedudukan di masyarakat ataupun berani untuk memegang jabatan-jabatan yang strategis.

"Pada dasarnya, salah satu dampak dari kebijakan-kebijakan Pemerintah atau hasil-hasil pembangunan ini akan dinikmati oleh perempuan juga. Idealnya kebijakan-kebijakan Pemerintah itu harus mengakomodir kepentingan-kepentingan perempuan," tambahnya.

Ia berharap kepada para perempuan Indonesia agar dapat terus berjuang dengan caranya sendiri yang sesuai dengan kondisi saat ini, yaitu mengikuti perkembangan zaman, ilmu pengetahuan serta perkembangan teknologi, namun tetap di dalam koridor, dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dengan budaya Indonesia.

"Walaupun pengetahuannya banyak serta ilmu yang tinggi, namun kita harus tetap mengingat bahwa kita punya budaya, budaya bangsa yang harus dijaga, dilestarikan. Jadi, meskipun kita merasa modern pemikirannya, namun nilai-nilai kebangsaan itu harus tetap ada," tegasnya. (WIRA)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi