Iklan Lucianty Pahri
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Red     Tanggal : 26 Februari 2018 20:58     Dibaca: 269 Pembaca

Pers Memiliki Peran Vital dalam Demokrasi

Wakil ketua MKRI, Dr Anwar Usman SH MH membuka sosialisasi peningkatan pemahaman hak konstitusional warga negara bagi wartawan media massa cetak, TV, Radio, dan Online se-Indonesia

Bogor, Detik Sumsel- Dalam rangka melakukan revitalisasi, reaktualisasi,  dan reinternalisasi implementasi nilai-nilai Pancasila, Mahkamah Konstitusi RI bersama Dewan Pers menggelar sosialisasi peningkatan pemahaman hak konstitusional warga negara bagi wartawan media massa cetak, TV, Radio, dan Online se-Indonesia di Pusdik Pancasila dan Konstitusi, Cisarua Bogor 26 Februari-1 Maret nanti. 

Kegiatan yang dibuka langsung oleh wakil ketua MKRI, Dr Anwar Usman SH MH ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai hak konstitusional warga negara yang dijamin UUD 1945.

"Pers berani mengungkap kebenaran, menulis fakta walau itu pahit, pekerjaan Pers sangat mulia," kata Anwar membuka sambutannya, Senin malam (26/2).

Menurutnya, peran wartawan sangat vital di era demokrasi, hanya saja ia mengingatkan demokratisi dalam keterbukaam informasi ini harus mampu diimbangi dengan pemberitaan yang sehat. 

"Proses demokrasi kita nikmati saat ini, tidak terlepas dari proses reformasi yang memberikan andil besar pada perubahan konstitusi dan kebebasan pers, sehingga peran pers ini sangat vital dalam demokrasi" katanya. 

Dikatakan, pers menjadi pilar demokrasi yang tidak bisa dikesampingkan, tapi ini harus disesuaikan dengan peran pers yang bijaksana. "Di era teknologi besar ini, bukan tidak mungkin keberadaan pers terjebak dalam politik kapital dan tertentu. Jika itu terjadi yang terancam bukan pers saja tapi juga demokrasi. Jadi sangat vital peran wartawan dan media ini," ingatnya. 

Sekjen MK Prof Dr Gubtur Hamzah SH MH menambahkan, pemilihan target group wartawan didasari atas peran dan kiprah wartawan yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan dan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. "Saat ini ada 145 wartawan dari seluruh Indonesia," paparnya. 

Media Pilar Keempat Demokrasi 

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menyoroti tentang kemerdekaan pers di Indonesia yang mendapat pujian dunia, tapi juga membuat sejumlah PR diantranya dengan kelahiran media begitu menjamur. Terdata terdapat 47 ribu media di Indonesia, 2 ribu diantaranya cetak, tapi tahun 2014 setelah didata hanya 567 cetak sesuai syarat media profesional dan menurun lagi pada tahun 2015, sebanyak 321 media.

Lalu, 43.300 diantaranya adalah berbasis siber, 1.000 radio dan sisanya TV termasuk TV lokal yang sedang marak saat ini. "Kondisi ini menjadi marak perekrutam wartawan dengan jumlah besar, tapi faktanya tak siap pakai, banyak wartawan yang tak dibekali kemampuan jurnakistik. Akhirnta banyak yang melakukan halan pintas, memilih melalui copy paste, media banyak tapi wartawannya tidak ada," terangnya. 

Dalam akhir sambutannya, Yosep juga mengajak wartawan menjadi pilar keempat demokrasi dengan memerangi hoax dan menerapkan profesionalisme jurnalis. "Terutama ini di tahun Pilkada, pers harus hadir berpihak kepada kebenaran dan kepentingan publik," ajaknya. (Buy) 

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi