Diposting oleh : Efen Permata     Tanggal : 11 September 2017 18:21     Dibaca: 512 Pembaca

Pilkada Palembang, Wajah Lama Saling Salip

Hasil Survey LSPI

Jakarta, DetikSumsel- Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI) merilis survei terbaru terkait Pilkada Kota Palembang yang akan digelar 2018 mendatang. Survei yang berlangsung pada 2-8 September berhasil memetakan tingkat popularitas dan elektabilitas beberapa tokoh yang sudah mensosialisasikan diri untuk maju dalam perhelatan itu. Rilis survei dilakukan di Jakarta, Senin, 11 September 2017.

Peneliti LSPI Rachmayanti Kusumaningtyas menjelaskan temuan pokok survei kali ini yaitu: Pertama, Popularitas kandidat sudah cukup tinggi dan jarak elekbailitas antar-kandidat teratas ada dalam arsir margin of error. Data survei mengkonfirmasi, berdasarkan tingkat popularitas dari 15 nama yang diuji, lima nama teratas saat ini adalah Harnojoyo 91,2 persen, Sarimuda 80,7 persen, Mularis Djahri 78,8 persen, Lury Elza Alex 49,8 persen dan Fitrianti Agustinda 42,2 persen.

Kedua, dari sisi elektabilitas, belum ada kandidat yang memperoleh dukungan sangat kuat (>50%). Namun demikian gambaran top of mind tingkat keterpilihan kandidat saat ini menunjukkan data sebagai berikut; Sarimuda 13,3 persen, Mularis Djahri 10,9 persen, Harnojoyo 10,2 persen, Lury Elza Alex 3,2 persen, Fitrianti Agustinda 1,2 persen dan Yudha Pratomo Mahyudin 0,8 persen.

Ketiga, saat menguji elektabilitas 15 nama secara tertutup, didapat data berikut; Mularis Djahri 25,4 persen menempati posisi teratas disusul lima nama lainnya yaitu Harnojoyo 23,1 persen, Sarimuda 22,3 persen, Lury Elza Alex 8,5 persen, Fitrianti Agustinda 4,2 persen dan Yudha Pratomo Mahyudin 1,6 persen. Adapun pemilih yang belum menentukan pilihan (Undecided voters) mencapai 10,6 persen.

Keempat, berkaitan dengan modal dukungan yang dimiliki masing-masing kandidat, jika dikalkulasi secara keseluruhan, dukungan pemilih militan (strong supporter) semua kandidat baru mencapai 31,5%. Hal ini menunjukan belum ada kandidat yang secara personal memiliki modal dukungan (die hard) sangat signifikan. Temuan ini mengindikasikan, perpindahan dan perubahan dukungan pemilih sangat mungkin terjadi. Swing Voters atau pemilih mengambang yang masih ragu dengan pilihannya saat survei dilakukan masih sangat tinggi, mencapai 79.4 persen dari total pemilih. 

Koordinator wilayah barat LSPI, Muchtar S. Shihab menjelaskan pihaknya telah melakukan dua kali survei dan akan terus melakukan survei berkala setiap 2 atau 3 bulan. Survei September ini menurut Muchtar memberi gambaran terjadinya kontes yang sengit diantara tiga tokoh yang merupakan wajah lama Pilkada sebelumnya. "Pada survei LSPI 28 April sampai 4 Mei 2017 lalu, posisi pertama diduduki Sarimuda dengan elektabilitas sebesar 24,7 persen kemudian Harnojoyo, 20,9 persen dan Mularis Djahri, 18,1 persen. Kini posisi itu berubah, Mularis berada di posisi teratas terpaut amat sangat tipis dengan Harnojoyo, sementara Sarimuda terpelanting ke posisi tiga tapi masih dalam rentang margin of error. Jadi memang terjadi saling salip. Hal ini bisa berlangsung terus kecuali ada perubahan pola kampanye dan pergerakan relawan," ujarnya.

Muchtar menjelaskan  pasangan Mularis - Lury Elza Alex Noerdin memiliki peluang menang lebih besar dibanding yang lain. Secara personal Mularis memiliki elektabilitas sebesar 25,4 persen dan Lury Elza sebesar 8,5 persen, jika digabung elektabilitas keduanya akan berjumlah 33,9 persen. "Jika keduanya jadi berpasangan, sebagaimana banyak muncul dalam berbagai alat peraga  dan aktivitas kampanyenya, peluang menang mereka cukup besar," ujarnya.

Muchtar menutup pernyataanya dengan menjelaskan populasi survei yaitu seluruh warga Kota Palembang yang sudah berumur 17 tahun lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 820, dengan multisage random sampling. Adapun margin of error sebesar ± 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah terlatih. Satu pewawancara bertugas untuk satu kelurahan yang terdiri hanya 10 responden. "Quality control dilakukan secara random sebanyak 20% dari total sampel dilakukan oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih. Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti," tutupnya. (Ril) 

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi