Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Edy Parmansyah     Tanggal : 08 Agustus 2018 16:46     Dibaca: 613 Pembaca

Polres Muba Bongkar Peredaran Narkoba di Lapas Sekayu

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE, MM saat gelar perkara.

Sekayu,Detik Sumsel - Peredaran narkotika jenis sabu-sabu di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang diduga digerakkan oleh oknum Polisi Khusus Lapas (Polsuspas), behasil dibongkar jajaran Polsek Sekayu, Rabu, (8/8) .
Terbongkarnya peredaran narkotika di dalam Lapas Sekayu tersebut,  berawal dari tertangkapnya oknum Polsuspas bernama Jandri Pirzadah (29) warga Perum Sako Palembang, sekitar pukul 07.30 WIB.
Tersangka Jandri ditangkap di halaman Lapas Sekayu saat sedang bertransaksi narkotika jenis sabu-sabu dengan tersangka Helmi Heriyanto (35) warga Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu yang berperan sebagai kurir. Dimana saat dilakukan penggeledahan ditemukan kantong plastik bening lis merah berisikan tiga kantong bening sabu-sabu yang berada di saku celana sebelah kanan tersangka Jandri.
"Lalu langsung dilakukan pengembangan dengan memeriksa tersangka Helmi yang merupakan kurir," ujar Kapolres Muba, AKBP Andes Purwanti, didampingi Kabag Ops, Kompol Erwin S Manik dan Kapolsek Sekayu, AKP Hidayat Amin.
Dari keterangan tersangka Helmi, didapati bahwa narkotika jenis sabu-sabu tersebut didapat dari seorang bandar bernama Alpian alias Koyen (42) Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu. Penangkapan terhadap tersangka Koyen dilakukan dikediamannya, dimana berhasil diamankan barang bukti berupa uang Rp40 juta diduga hasil penjualan narkotika jenis sabu-sabu, kuitansi utang pembelian narkotika.
Selain itu, penggeledahan juga dilakukan dikediaman tersangka Jandri, dimana turut diamankan barang bukti berupa kotak rokok yang berisikan satu buah plastik bening terdapat sisa sabu-sabu, kotak handphone berisikan plastik klip bening yang cukup banyak diduga untuk alat pembungkus Narkotika jenis sabu-sabu.
"Modusnya para narapidana memesan narkotika jenis sabu-sabu kepada tersangka Jandri yang merupakan Polsuspas. Kemudian, tersangka Jandri menyuruh tersangka Helmi membeli narkotika kepada tersangka Koyen untuk diantarkan ke Lapas Sekayu dan diberikan kepada narapidana yang membeli," jelas dia.
Selain itu pula, sambung Andes, transaksi narkotika juga terjadi pada saat persiapan sidang, dimana para narapida dapat bertemu dengan keluarga dan pada saat jam besuk tahanan di dalam Lapas Sekayu. "Praktek peredaran narkotika di Lapas Sekayu sudah berlangsung sejak 4 tahun yang lalu. Dalam satu bulan terjadi 4 kali transaksi narkotika di dalam Lapas Sekayu dengan omset ratusan juta rupiah," terang Andes.
Lebih lanjut Andes menuturkan, tersangka Jandri dan Koyen merupakan target operasi (TO) pihaknya, selain meresahkan, telah banyak pula laporan yang masuk ke pihaknya terkait sepak terjang kedua tersangka. "Para tersangja dijerat Pasal 112, 114 Ayat 1 Huruf A UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang ancaman 4 sampai 15 tahun penjara," tutur dia.
Sementara itu, Kapolsek Sekayu AKP Hidayat Amin, mengatakan, selain sebagai pemasok narkotika jenis sabu-savu kepada narapidana, tersangka Jandri juga menyediakan alat hisap sabu yang bisa digunakan para narapidana untuk mengkonsumsi narkotika. "Alat-alat hisap sabu dia (tersangka Jandri) yang menyiapkan. Untuk lokasi mengkonsumsinya kita tidak tahu," terangnya.
Sedangkan tersangka Jandri, saat dimintai konfirmasi tidak dapat berbicara banyak lantaran masih terpengaruh efek dari konsumsi sabu-sabu. "Sudah lama, saya juga pakai," tandas tersangka Jandri pelan dengan muka terlihat pucat dan mata merah. (edy)i


  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi