Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Red     Tanggal : 05 Februari 2018 09:31     Dibaca: 649 Pembaca

Premium 'Banjiri' Pertamini

Premium membanjiri Pertamini di beberapa jalan di kota Palembang, suasa terbalik di SPBU dimana keberadaan Premium ada harga tapi tak ada rupanya.

Palembang, Detik Sumsel- Beberapa waktu terakhir, bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium, cukup sulit ditemukan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pasalnya, Pertamina mengaku memang melakukan pembatasan BBM bersubsidi dengan menggantinya dengan Pertalite, BBM non subsidi. Pertalite sendiri diluncurkan perdana pada September 2015 silam dan diklaim memiliki RON lebih tinggi, sehingga lebih baik bagi mesin kendaraan.

Namun ternyata, banyak pengendara yang masih lebih memilih menggunakan Premium. "Selain harganya yang memang lebih murah, Premium itu lebih irit. Kalau Pertalite terasa lebih boros, jadi terpaksa lebih sering mengisi ke SPBU," ungkap Yahya, warga Plaju, Palembang.

Sayangnya, Premium yang sudah semakin langka dan sulit ditemukan, membuatnya tak memiliki pilihan. "Kadang juga lebih suka mengisi Pertamax, karena terasa lebih irit walaupun per liternya lebih mahal," katanya lagi.

Baca Juga: Pertamina Klaim Jual Premium di 80 Persen SPBU http://detiksumsel.com/pertamina-klaim-jual-premium-di-80-persen-spbu

Senada diungkapkan Eko, warga Sako Kenten yang mengaku merasa 'kehilangan' dengan keberadaan Premium di SPBU.

"Dulu di Simpang BLK itu ada, di kawasan Celentang juga. Sampai sekarang tulisan Premiumnya masih ada, tetapi lebih sering tidak ada stok. Setiap hari tertulis 'Premium dalam perjalan, Pertalite ada'. Kalau sudah setiap hari, di perjalanan mana lagi Premiumnya," keluh pria yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini.

Tak hanya itu, ada sebuah pertanyaan di benaknya. "Di SPBU kan saya gak pernah ketemu Premium dengan mudah lagi. Tapi, pas ada pengecer yang jual di sebelah SPBU, eh ada jualan Premium. Kan aneh. Apa Premiumnya sampai ke pengecer dulu baru ke SPBU ya," ucapnya.

Ada Harga Tak Ada Rupa

BERDASARKAN penelusuran Detik Sumsel, di beberapa SPBU, ada beberapa yang masih memasang plang Premium. Seperti di SPBU  24-301-120 di Jl Brigjen Hasan Kasim kawasan Celentang, tertera jenis BBM yang dijual, yakni Premium, Pertalite, Pertamax, dan Solar.

Namun, ketika Detik Sumsel melakukan pengisian Premium, petugas SPBU menjawab tidak tersedia. Premium seperti ada harga tapi tak ada rupanya. "Maaf Mas, Premium habis," ucapnya.

Di SPBU 24.301.17 Jl Merdeka Palembang hal tersebut juga terjadi. Kepala bagian administrasi SPBU, Endi Purnomo menjelaskan stok BBM dari Pertamina sesuai dengan pembelian dari pihak SPBU, yang disesuaikan daya tampung tiap SPBU. Di SPBU Merdeka per hari mampu menampung sekitar 16 ton.

"Kami hanya menjual Pertalite, Pertamax, dan Solar. Sedangkan Premium tidak lagi menjual," jelasnya.

Diterangkannya, Premium merupakan BBM bersubsidi, sedangka Pertalite tidak subsidi. Dahulunya di SPBU ini menjual Premium, tetapi belakangan tidak lagi. "Kami ingin menjual Premium, tetapi dari Pertamina yang tidak memberikan. Awalnya permintaan dikurangi, permintaan 16 dikabulkan 8, lama kelaman tidak dikirimi lagi," ungkapnya.

Dilanjutkannya, SPBU ini hanya melakukan penjualan. Bila tidak ada pengiriman Premium, terpaksa menjual Pertalite. "Kalau tidak salah yang jual Premium tinggal SPBU di arah KM 12. Jualnya enak yang Pertalite karena tidak subsidi," ucapnya.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Awasi Distribusi BBM http://detiksumsel.com/pemerintah-diminta-awasi-distribusi-bbm

Detik Sumsel melanjutkan penelusuran ke pedagang eceran dan Pertamini. Seorang pedagang Pertamini, Roni (47), warga Kelurahan Pipa Reja Kecamatan Kemuning mengaku selama setahun berjualan bahan bakar, ia tak kesulitan mendapatkan BBM jenis Premium. Ia bahkan mengaku, masih banyak SPBU yang menjual Premium. "Ah masih banyak kios jual Premium, kios di Polda ado, di kios PTC bae yang kadang ado kadang idak," ujarnya beberapa waktu lalu.

Untuk mendapatkan Premium, dirinya hanya bermodal kendaraan roda dua dengan kapasitas tangki penuh 15 liter dengan harga normal kios per liter, sementara untuk harga yang ditawarkannya per liter, yaitu Rp 10 ribu. "Kita kadang kalau nak beli ke kios pake motor besak, sekali ngisi full 15 liter pak, kadang tiga kali bolak-balik sekalian ngisi Pertalite jugo, lumayanlah pak nambah pemasukan," tambahnya.

Lanjutnya, untuk mempermudah dirinya berjualan, Roni sengaja merogoh kocek sebesar Rp 4,7 juta untuk membeli satu buah mesin pompa Pertamini yang dibelinya dari salah satu temannya. "Kalau mesinnyo kito beli Rp 4,7 juta pak, lebih enak bae jingoknyo pak kalu pake mesin ini, dan kito jugo mudah nakarinyo kareno ado batesnyo. Alhamdulillah mesin kito sekarang la ado duo, sikok Premium sikok lagi Pertalite," tuturnya.

Lain lagi di Kabupaten Banyuasin. Sedikitnya jumlah SPBU menjadi peluang tersendiri bagi warga untuk meraup rupiah dengan menjadi pedagang eceran bahan bakar atau Pertamini. Bahkan tak ragu mereka menjual dengan harga relatif tinggi.

Seperti yang disampaikan Tarno (25), seorang pengecer Premium yang ada di kawasan Sukajadi Banyuasin. Tarno mengaku mendapat suplai BBM jenis Premium ini dari SPBU Pulau Sembawa Banyuasin, dan SPBU Sungai Lilin Musi Banyuasin (Muba). "Biasanya isi seminggu dua kali," terangnya.

Tarno menambahkan, untuk menampung Premium tersebut, dirinya membawa lima dirigen besar yang bermuatan 30-40 liter menggunakan sepeda motor, dan memberikan tips ke pegawai SPBU, tiap dirigen Rp 5 ribu. "Saya bawa ke SPBU sama teman tiga motor, masing-masing motor bawa lima Drigen," jelasnya.

Pengecer BBM jenis Premium lainnya, Fajri mengatakan, dirinya mendapat suplai BBM jenis Premium setiap hari di beberapa SPBU di Palembang yang masih menjual menggunakan sepeda motor Thunder miliknya. Beberapa SPBU yang masih menjual, diantaranya SPBU di Pakjo, SPBU Balayudha, dan SPBU Sukasari Jl Soekarno Hatta.

"Setiap hari saya isi bensin pakai motor saya, dan membawa satu dirigen dengan total isi sebanyak Rp 150 ribu. Kalau misal semua SPBU abis stok, saya isi jenis Pertalite," terangnya. (wira/pen/bra)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi