Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Edy Parmansyah     Tanggal : 02 November 2017 12:08     Dibaca: 562 Pembaca

Prihatin, Rama Lahir Tanpa Tempurung Kepala

Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba, MARS saat melihat kondiri Bayi yang lahir tanpa tempurung kepala, di ruang perawatan. Kamis (2/11/2017).

Sekayu, Detik Sumsel - Kasihan dengan bayi laki-laki yang mengalami kondisi fisik tanpa tempurung kepala. Bayi mungil dengan berat 1,5 kg anak pasangan Hengki (22), miftahul janah (24), warga Dusun II, Desa Bailangu, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasi (Muba). Anak kedua pasagan yang hanya berprofesi sebagai bagai penyadap karet ini, lahir di salah seorang bidan yang ada di Desa Sindang Marga, Kecamatan Sungai Keruh.
Ditemui Detik Sumsel di ruang perawatan RSUD Sekayu, berharap ada keajaiban tuhan yang membuat anaknya tetap bisa bertahan dan tumbuh dan berkembang seperti bayi pada umumnya. Namun ia akan menerima apapun keputusan Tuhan untuk kebaikan putrinya itu.

"Anak saya ini lahir prematur, melihat kondisinya saat ini saya enggak tega. Saya cuma bisa berdoa Ya Allah, meski ada keterbatasan fisik semoga kelak pertumbuhannya normal. Jika kehendak tuhan berkata lain saya pasrah," terang Hengky, Kamis (2/11/2017).

Proses Miftahul melahirkan bayi Rama dilakukan secara normal dan seluruh biaya melahirkan hingga perawatan seluruhnya ditanggung sendiri. Setelah melihat kondisinya, langsung di rujuk ke RSUD Sekayu.
"Alhamdulilah pihak rumah sakit memperlakukan kami dengan baik, mulai saat penerimaan sampai putra saya dirawat menggunakan inkubator karena beratnya hanya 1,5 kilogram," lanjut Hengky.

Dikofirmasi terpisah, Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba, MARS menyebut jika penanganan bayi Rama dilakukan pihaknya dengan maksimal. Namun berdasarkan pengalaman, dengan keadaan tanpa tempurung dan prematur dengan berat hanya 1,5 kilogram kecil kemungkinan bayi tersebut akan bertahan.

"Saat ini kami hanya bisa menguatkan keluarga si bayi, kami melakukan pendekatan kekeluargaan memberikan penjelasan berdasarkan pengalaman medis di rumah sakit meski kondisi bayi itu lahir dengan kondisi berat dan usia kelahiran yang prematur," terangnya. 

Sementara itu dr Muslimin Zen, SpA mengatakan, pihaknya terus memberikan yang terbaik kepada bayi Rama. "Kita terus berupaya memberikan yang terbaik," pungksnya. (edy)


  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi