Diposting oleh : Efen Permata     Tanggal : 12 September 2017 18:33     Dibaca: 484 Pembaca

PT SBA Minta Klarifikasi Sekda Palembang

Kuasa hukum PT Sebangun Bumi Andalas (SBA)

Palembang, Detik Sumsel -- Kuasa hukum PT Sebangun Bumi Andalas (SBA) menyayangkan pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Harobin Mastofa saat kunjungan kerja Anggota DPRD Provinsi dapil Sumsel 2, Jumat (8/9/2017) lalu. Harobin menyatakan dicabutnya semua ground anchor yang mengarah ke tanah PT SBA milik group JM, yang akhirnya memunculkan protes dari pihak SBA melalui kuasa hukumnya. 

Pihak kuasa hukum PT SBA menyatakan permasalahan baru yang timbul, yakni turunnya tanah bangunan millik kliennya, jika ground anchor dicabut. Hal ini seharusnya menjadi tanggung jawab pengembangan bangunan Hotel Ibis.  

“Disini kami cermati ada bahasa yang coba diputar, memang kami meminta agar ground anchor itu dicabut karena itu masuk ke lahan kami. Bahasa yang diputar artinya ketika ground anchor dicabut tanah itu bisa longsor artinya karena permintaan kami sendiri, kami yang menanggung akibatnya. Itu yang kami maknai dari bahasa yang disampaikan Sekda Kota Palembang," ujar Iir Sugiarto SH, kuasa hukum dari LBH PWI saat konferensi pers di Kopi Tiam Town Jalan Bangau, Selasa (12/9/2017).

Iir Sugiarto yang didampingi Ade Akbar SH, meminta agar Sekda turun ke lapangan mengecek fakta sebenarnya, jangan hanya menerima laporan staf saja. “Kalau belum pernah lihat ke lapangan coba dilihat dulu jangan berstatement. Ground anchor faktanya hanya dipotong di permukaan saja, di dinding milik Hotel Ibis dan tanah milik kami itu akan turun seketika ground anchor itu menembus lahan,” imbuh Iir.

Ia menambahkan, bukan hanya lahan saja yang turun, akibatnya juga ada dinding lahan parkir yang retak akibat ground anchor yang dimasukkan ke tanah kliennya. Sebelum ground anchor dipotong, pada waktu itu kerugian sudah dialami oleh pihak JM atau PT SBA.

Namun jika ini ground anchor yang panjangnya 20 m dicabut kerugian pihak JM harus ditanggung pengembang Hotel Ibis. “Terkait dengan statement tersebut kami minta kepada bapak Sekda kota Palembang untuk klarifikasi, karena makna dipotong dengan dicabuti jelas berbeda. Faktanya itu hanya dipotong bukan dicabut. Kendati ada kerugian yang dialami pihak JM," tegasnya.

Permintaan untuk mengklarifikasi bahasa dicabut dengan dipotong ini akan disampaikan Lembaga Bantuan Hukum PWI besok pagi,  Rabu (13/9/2017) dan meminta Sekda Kota Palembang untuk menjawab 2 x 24jam.

“Sedikit point yang kami sampaikan di dalam surat yang akan kami kirimkan besok, yaitu kami memberi waktu kepada bapak untuk menjawab segera dalam waktu 2x24 jam atau dua hari. Apabila tidak ada verifikasi yang dimuat di media terkait statement tadi, maka persoalannya akan dibawa ke jalur hukum karena menurut kami ada kebohongan yang dilakukan," tegasnya.

“Kita punya buktinya kalau ground anchor hanya dipotong. Kita sudah mengirim orang di lapangan mendokumentasikan fakta. Kami minta ground anchor yang masuk ke lahan PT Sebangun Bumi Andalas harus dicabut," tutup Iir.

Sementara itu Sekda Kota Palembang Harobin Mastofa menjelaskan Hotel Ibis dalam hal ini PT Indocitra Mulia yang bersedia mencabut ground anchor.

"Saya hanya mengutarakan apa yang diucapkan oleh PT Indocitra Mulia," pungkasnya. (Pen)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi