Diposting oleh :     Tanggal : 06 Oktober 2016 13:12     Dibaca: 523 Pembaca

Ratusan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

Tampak ratusan hektar sawah petani di kecamatan Pemulutan Barat, Pemulutan Selatan terancam gagal anen dikarenakan tingginya debit air yang menggenangi persawahan.

Indralaya, Detik Sumsel- Tingginya debit air dalam seminggu terakhir ini  membuat ratusan hektar sawah banyak terendam air yang mengancam gagal panen.

Dari pantauan koran ini dilapangan, sawah yang terendam air hingga mencapai ketinggian 20-30 cm ini mengakibatkan batang padi terendam dan busuk padahal padi tersebut diprediksi tidak lama lagi akan dipanen, dari kenyataan demikian petani takut akan terancam gagal panen.

Seperti diketahui, ratusan sawah yang siap  panen dan terendam air tersebut banyak terdapat di  kecamatan Pemulutan Barat, Pemulutan Selatan, Pemulutan induk, Indralaya dan Indralaya selatan.

Seperti yang dikatakan Soni (30), warga Sungai Lebung Ilir kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir, ditemui saat panen padi di sawahnya yang berjumlah 15 hektar namun yang bisa dipanen hanya sekitar 7 hektar, selebihnya tidak bisa dipanen karena padinya rusak akibat terendam air dalam seminggu terakhir ini.

"Masyarakat desa Sungai Lebung Ilir dan sekitarnya, mayoritas  petani pasang surut  dan nelayan, kalau panen kali ini gagal kalau tidak bekerja keras mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sahari-hari  bisa-bisa terancam krisis, " tuturnya saraya mengaku sekarang ini aja sudah krisis.

Kalau sawah pematang katanya, masih panen, tetapi tidak memuaskan. "Hanya cukup makan beberapa bulan saja, dan untuk sawah dataran lembah ditanam pada saat air sedang surut dan kalau terjadi banjir begini  akhirnya padi  petani tenggelam,dalam hal ini kami sebagai petani tidak bisa menyalahkan siapa-siapa karena semuanya itu  proses alam, yang membuat gagalnya panen tahun ini, " ungkapnya.

Sementara itu, mantan kades Mayapati, Aman (50) membenarkan bahwa panen tahun ini sebagian gagal. "Kalau dipersentasikan hanya sekitar 40 persen sawah masyarakat yang dipanen gagal,  ini semuanya disebabkan faktor alam, " katanya.

Menurut Aman yang bisa panen hanya sawah pematang saja tetapi kalau sawah lembah dipastikan gagal panen alias tidak bisa panen. "Apalagi di Pemulutan selatan petaninya banyak mengandalkan sawah lembah, " imbuhnya.

Lain halnya dipersawahan di teluk air putih  desa Sakatiga kecamatan Indralaya, sawah diteluk air putih saat ini sedang panen. "Lihat sendiri, panen didalam air, karena padi yang berbuah dan siap panen itu banyak yang roboh dikarenakan kencangnya hembusan angin dan deras hujan dua hari lalu," ungkap Muplih petani sakatiga.

Terpisah, Kadin Pertanian, Perkebunan dan kehutanan (perbuntan)  Kabupaten OI Noorman, tidak berada dikantor saat dikonfirmasi, hanya Seketaris yang menjawab, dimana katanya hingga saat ini belum ada laporan dari pihak UPTD ke pihaknya.

"Tapi yang lebih berwenang untuk menjawab itu pak Kadin, pak Kadin saat ini sedang rapat di Palembang, "singkat Rahman.(evi)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi