Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
12 Juni 2018

Indonesia Optimis Capai Target 10 Besar di Asian Games 2018

Indonesia Optimis Capai Target 10 Besar di Asian Games 2018
Aprizal Fikri, S. Pd., M. Pd*

ASIAN Games 2018 adalah acara olahraga multi-event regional Asia yang akan diselenggarakan di Indonesia pada tanggal 18 Agustus - 2 September 2018 di dua kota yaitu Jakarta dan Palembang,  serta beberapa tempat sebagai tuan rumah pendukung yang tersebar di provinsi Jawa Barat dan Banten. Jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan sebanyak 40 cabang, terdiri dari 28 cabang olahraga olimpiade, 4 cabang olahraga baru olimpiade dan 8 cabang olahraga non olimpiade.


Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games IV pada tahun 1962, kini 56 tahun setelah Indonesia ditunjuk tuan rumah Asian Games XVIII oleh Dewan Eksekutif OCA (Olympic Council of Asia) setelah Hanoi, Vietnam pemenang bidding saat itu menyatakan mundur sebagai tuan rumah dengan alasan tidak siap karena kendala keuangan. Seharusnya Asian Games akan dilaksanakan pada tahun 2019 akan tetapi Indonesia meminta agar penyelenggaraannya dimajukan menjadi tahun 2018, dikarenakan pada tahun 2019 akan diadakan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

Ajang ini didominasi oleh atlet-atlet dari Republik Rakyat Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan. Wajar saja jika kita lihat sejarah dari Asian Games ke-1 New Delhi, India tahun 1951 sampai dengan Asian Games ke-17 Incheon, Korea Selatan tahun 2014  yang keluar sebagai juara umum didominasi oleh Negara  Jepang dan Republik Rakyat Tiongkok. Indonesia sangat mustahil jika ingin menjadi juara umum pada ajang ini. Maka dari itu, pemerintah Indonesia memasang target untuk tembus 10 besar pada Asian Games 2018.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bertekad mengawal target 10 besar bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang mengingat kejuaraan ini berlangsung di Tanah Air. Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, mengatakan "Target posisi 10 besar dengan asumsi kami harus mampu meraih 14-16 emas. Makanya, kami semua harus mengawal demi target itu," ujar Tono. 

Demi menyukseskan target, kata dia, KONI Pusat telah membentuk tim yang akan melakukan pengawasan dan pendampingan semua cabang olahraga yang bakal turun di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus-2 September 2018. "Selain itu, ada empat koordinator yang kami bagi untuk bekerja berdasarkan kategori olahraga yang dipertandingkan, kategori cabang olahraga bela diri, kategori cabang olahraga terukur, kategori cabang olahraga akurasi dan kategori cabang olahraga permainan. Yang jelas, kegiatan ini dilakukan agar program persiapan tepat sasaran," tuturnya. Dengan adanya pengawasan dan pendampingan, akan terlihat jelas semua persiapan termasuk pemetaan cabang olahraga  mana saja yang menjadi prioritas untuk meraih medali di kejuaraan empat tahunan ini.

Untuk mencapai target 10 Besar pada Asian Games 2018 nanti memang bukan perkara mudah, tetapi bukan tidak mungkin Indonesia mampu mencapai target 10 Besar, sebab ada beberapa cabang olahraga yang berpotensi menyumbang medali emas. Mengapa cabang olahraga ini diprediksi menyumbang medali emas pada Asian Games? dikarenakan beberapa cabang olahraga ini sudah berkiprah dan menorehkan prestasi di kejuaraan dunia. 

Koordinator Prodi Pendidikan Jasmani Program Doktor (S3) Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta Prof. Dr. dr. James Tangkudung, Sport.Med., M. Pd sudah sering angkat bicara tentang strategi pencapaian Indonesia dalam meraih 10 besar di ASIAN Games 2018 salah satu analisis beliau adalah prediksi cabang olahraga yang berpotensi menyumbang medali emas, berikut adalah cabang-cabang olahraganya dengan perolehan medali emas Asian Games 2018: Badminton (2), Pencak Silat (2), Panahan (1), Jet Sky (1), Dayung (2), Panjat Tebing (1), Wushu (2), Angkat Besi (1), Paralayang (1), Bridge (1), Balap Sepeda (2), Taekwondo (1) dan Panahan (1). 

James Tangkudung yang pernah menjabat sebagai Asisten Deputi Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Bidang Prestasi Olahraga/Eselon II A (2005-2009) dan Staf Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Sumber Daya Olahraga tahun 2009 Eslon I B pada era menteri Dr. Adhyaksa Dault, S. H., M. Si, James Tangkudung berpendapat juga, untuk beberapa cabang olahraga yang tidak terukur kita bisa mempunyai peluang yang besar untuk mendapatkan medali emas.

Prof. Dr. dr. James Tangkudung, Sport. Med., M. Pd yang juga mantan Deputi Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Pembudayaan Olahraga tahun 2010-2012, mengatakan bahwa untuk meningkatkan motivasi atlet yang akan bertanding pada Asian Games 2018 berikan bonus kepada atlet dan pelatih  untuk peraih medali emas sebesar 2 milyar rupiah setiap orangnya. Menurut James, bonus adalah pendorong atlet untuk berprestasi selain motivasi lainnya seperti aktualisasi, kebanggaan dan juga nasionalisme."Bonus adalah bagian dari kebutuhan dasar. Dan pemerintah dengan dana triliunan untuk Asian Games tidak ada apa-apanya menyisihkan dana untuk peraih emas dan pelatihnya sekitar Rp75 miliar," 

Di sisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memastikan bonus besar-besaran akan diberikan kepada peraih medali emas Asian Games 2018. Tak tanggung-tanggung, bonus yang dijanjikan 250 persen lebih banyak daripada bonus di Asian Games 2014. Bonus besar-besaran semacam ini tak diberikan pada era Asian Games dulu. Imam mengatakan setidaknya tiap atlet akan mendapat Rp 1,5 miliar jika berhasil menggondol emas. Pada Asian Games 2014 Incheon saja, bonus medali emas hanya sebesar Rp 400 juta. Bonus diberikan baik bagi atlet tunggal maupun beregu. Tak hanya atlet, pelatih pun akan mendapat bagian jika atletnya mampu menyumbang emas. "Pelatih juga akan diberikan 50 persen dari jumlah yang diraih atlet. 

Kemudian ada beberapa PB (Pengurus Besar) cabang lahraga yang memberikan bonus diluar dari bonus yang telah dijanjikan oleh pemerintah Indonesia, salah satu contoh yaitu Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) mereka menyiapkan bonus sebesar Rp1 miliar bagi pebalap Indonesia peraih medali emas Asian Games 2018 dan bonus tersebut dipastikan diluar yang dijanjikan oleh pemerintah. "Itu bonus yang akan kami berikan. Satu emas, satu miliar. Kenapa ini saya lakukan? Karena saya ingin semua pebalap termotivasi," kata Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari di Jakarta.

Jika saya amati, bonus yang diberikan oleh pemerintah Indonesia merupakan bonus yang fantastis. Ada juga bonus yang diberikan oleh PB cabang Olahraga. Ini merupakan bukti keseriusan pemerintah Indonesia dan Pengurus Besar Cabang-Cabang Olahraga di Indonesia untuk mengapresiasi atlet dan pelatihnya yang meraih medali emas di Asian Games 2018. Bila kita bandingkan dengan bonus yang diberikan oleh Negara lain bahkan untuk bonus peraih medali emas Olimpiade Rio Brazil 2016 yang lalu, Prancis memberikan bonus sebesar 866 juta rupiah, Rusia 800 juta rupiah, Afrika Selatan 472,5 juta rupiah, Amerika Serikat 328 juta rupiah dan Tiongkok sekitar 413 juta rupiah. 

Jika Indonesia mampu merealisasikan perolehan 18 medali emas pada Asian Games XVIII 2018. Berkaca dari Asian Games XVII Sebelumnya di Incheon, Korea Selatan tahun 2014 hasil akhir perolehan medali  peringkat-10 Qatar dengan 10 medali emas, peringkat-9 Taiwan dengan 10 medali emas, peringkat-8 India dengan 11 medali emas, peringkat-7 Korea utara dengan 11 medali emas, dan peringkat-6 Thailand dengan 12 medali emas. Jika Indonesia mampu mendapatkan 18 medali emas, bukan tidak mungkin target 10 besar terpenuhi dengan posisi antara peringkat 6-10. Ini baru ditinjau dengan perolehan medali emas belum ditambah dengan medali perak dan perunggu serta tambahan medali dari cabor-cabor lain yang bisa saja menyumbangkan medali emas diluar prediksi. Saya juga berkeyakinan bahwa Indonesia mampu menembus 10 besar pada Asian Games 2018 bahkan bisa menembus peringkat 7-8. 

Mari kita doakan untuk atlet dan pelatih yang akan berjuang pada Asian Games XVIII 2018 untuk Indonesia agar mampu memberikan hasil yang maksimal dengan penampilan terbaiknya. Selain itu diluar target prestasi kita juga harus sukses sebagai penyelenggara oleh karena itu kita doakan juga agar pelaksanaan Asian Games XVII 2018 di Jakarta dan Palembang yang tidak kurang dari 60 hari lagi, agar dapat berjalan dengan sesuai rencana tanpa mengalami hambatan yang begitu berarti. 


*Penulis adalah Dosen Prodi Pendidikan Olahraga Universitas Bina Darma Mahasiswa Program Doktor (S3) Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Website
  • Google+
  • Rss
  • Pinterest
  • Instagram
  • LinkedIn
  • Vimeo
  • Youtube
  • Flickr
  • Email

Refleksi