Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
14 April 2018

Mengenal Gigi Ala GM RS Pelabuhan

Mengenal Gigi Ala GM RS Pelabuhan
Oleh drg. Duror En Nasik*

NORMALNYA manusia memiliki dua fase kehidupan bagi giginya. Fase pertama adalah fase gigi anak atau gigi susu atau kadang disebut juga dengan gigi sulung dan fase berikutnya adalah fase gigi dewasa. Ada lagi fase gigi campuran, yakni fase diantara berakhirnya fase gigi sulung ke fase gigi dewasa. Masing-masing fase diperlukan perhatian untuk merawat gigi dengan cara pendekatan yang berbeda.

​Biasanya gigi sulung mulai tumbuh pada usia 8 bulan dan beberapa gigi mulai tergantikan di usia sekitar 7 tahun sampai usia 12 tahun. Namun ada beberapa gigi dewasa yang tumbuh tidak menggantikan gigi sulung yakni gigi geraham belakang, baik atas maupun bawah dan kanan maupun kiri. Scara nomenklatur penomoran gigi adalah gigi nomor 6, 7 dan 8. Gigi-gigi tersebut tumbuh tidak menggantikan gigi sulung karena mereka tumbuh di belakang gigi sulung dengan seiring makin lebarnya rahang.

Gigi geraham nomor 6 biasa tumbuh pada usia 6 tahun. Karena ia tidak menggantikan gigi sulung, seringkali ia disangka gigi anak-anak, dan lebih salahnya lagi dianggap tidak apa-apa kalau sampai rusak. Padahal kalau gigi nomor 6 ini rusak, maka tidak akan ada penggantinya lagi. Biasanya di usia sekitar 7 tahun, gigi ini nampak gigi yang paling belakang di rahang anak-anak.

Ada lagi istilah gigi bungsu. Gigi bungsu ini adalah gigi geraham / gigi nomor 8. Ia disebut gigi bungsu karena tumbuhnya terakhir. Kadangkala untuk Ras Asia seperti kita, gigi bungsu ini tidak tumbuh karena rahangnya tidak cukup memberikan ruangan untuk gigi bungsu ini tumbuh sempurna. Sehingga terkadang kalaupun tumbuh sering posisinya miring. Gigi bungsu ini tumbuhnya tidak menentu, kadang usia 18, kadang juga sampai usia 24 tahun, bahkan lebih.

Gigi-gigi manusia tumbuh tidak selalu persis seperti yang saya sebutkan di atas. Kadang lebih cepat atau lebih lambat dari yang saya sebutkan di atas. Hal ini terkait dengan banyak faktor. Kecukupan gizi pada saat pembentukan gigi merupakan salah satu faktor yang cukup dominan. Pembentukan gigi terjadi di dalam tulang rahang dan perkembangannya berakhir kira-kira 2 tahun seteah ia tumbuh sempurna di dalam mulut kita. Bila kita menginginkan kualitas gigi yang baik, cukupilah asupan gizi pada masing-masing fase pembentukan gigi. Yang paling diperlukan adalah mineral-mineral seperti Kalsium dan Fluor serta mineral lainnya.

Setelah gigi selesai dalam pembentukan dan perkembangannya, maka secara umum, gigi tidak bisa berkurang maupun ditambah kualitasnya. Misalnya anak usia 5 tahun, gigi sulungnya tidak akan makin bagus bila asupan gizinya baik karena pada usia tersebut gigi sulung sudah selesai pertumbuhannya. Asupan gizi yang cukup di usia tersebut akan membentuk gigi dewasa yang kualitasnya baik.

Gigi berbeda dengan tulang. Tulang memiliki proses berkurang dan proses regenerasi. Oleh karena itu bila tulang patah masih bisa tersambung kembali. Namun bila gigi patah, keropos, rusak tidak akan bisa disambung kembali. Sehingga arah perawatan pada gigi yang rusak akan sangat berbeda dengan perawatan tulang yang patah.

Gigi memiliki beberapa lapisan. Mahkota gigi adalah gigi yang terlihat di dalam mulut kita, sedangkan Akar gigi merupakan bagian yang terpendam di dalam gusi dan tulang. Pada bagian mahkota, lapisan terluarnya adalah email atau istilah lainnya enamel gigi, sedangkan di bagian akar lapisan terluarnya disebut sementum. Pada bagian mahkota dan akar, lapisan keduanya disebut dentin dan lapisan terdalamnya disebut pulpa. Pulpa merupakan area kosong yang terisi pembuluh darah, pembuluh saraf dan pembuluh getah bening. Bila masih utuh baik (Vital) bentuknya kira-kira seperti cacing kecil.

Enamel gigi merupakan jaringan paling keras dalam tubuh manusia yang terdiri dari jaringan organik dan anorganik. Jaringan anorganik pada enamel gigi sangatlah dominan yakni lebih dari 95%, sisanya jaringan organik dan air. Pada lapisan dibawahnya yang disebut dentin, kadar jaringan anorganik lebih rendah yakni sekitar 85%, sisanya jaringan organik dan air. Dentin tidak sekeras enamel, namun masih lebih keras daripada tulang.

Seenarnya gigi tidak mudah rusak mengingat email gigi sangatlah keras. Namun demikian bila ada sisa makanan yang terlalu lama nempel di gigi, maka bakteri yang ada di dalam mulut akan mengasamkan sisa makanan tersebut dan makin lama email akan rusak dan terus berlanjut ke lapisan-lapisan di bawahnya.

Mulut kita secara normal terdapat bakteri yang baik dan jahat. Pada kondisi kebersihan mulut yang sedang, terdapat ratusan macam bakteri yang ada di mulut kita. Jadi secara jumlah bakterinya bisa ribuan, puluhan atau ratusan ribu. Untuk menghilangkan bakteri dari mulut sangatlah tidak mungkin, sehingga hal yang bisa dilakukan adalah kita jangan membiarkan sisa makanan menempel dalam waktu yang lama dengan cara menggosok gigi secara rutin dan periksa rutin ke dokter gigi.

Menggosok gigi adalah salah satu cara membersihkan sisa makanan yang biasa kita sebut plak. Dengan cara ini gigi kita akan terhindar dari proses pengasaman oleh bakteri dan menghindarkan dari kerusaan gigi / demineralisasi. Proses ini sangatlah penting sehingga harus menjadi kebiasaan / budaya sehari-hari. Bila dokter gigi mengharuskan menggososk gigi minimal 2 kali dalam sehari, maka Nabi Muhammad hampir menjadikan siwak / menggosok gigi ini menjadi kewajiban umat muslim pada saat akan melakukan sholat / berwudlu. Siwak / menggosok gigi ini adalah salah satu amalan yang disukai oleh Nabi Muhammad dan merupakan amalan para Nabi.

*Penulis adalah General Manager Rumah Sakit Pelabuhan Palembang 

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Website
  • Google+
  • Rss
  • Pinterest
  • Instagram
  • LinkedIn
  • Vimeo
  • Youtube
  • Flickr
  • Email

Refleksi