Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
19 Juni 2018

Pendekar dan Penjaga Marwah Daerah

Pendekar dan Penjaga Marwah Daerah
Oleh: Charma Afrianto*

DAHULU Dewan Perwakilan Daerah (DPD), disebut dengan utusan daerah memiliki fungsi legislatif bersama sama dengan Anggota DPR RI yang berasal dari Partai Politik. Dimana di Negara lain dikatakan sebagai senat dan DPR adalah kongres. 


Saat ini Keberadaan Institusi DPD diatur dalam Undang-undang MPR, DPD, DPR & DPRD (MD3) yakni UU No 17 Tahun 2014. Yang mana fungsi atau tugas utamanya adalah menyusun atau membuat undang-undang, dalam konteks ini terkait perkembangan pembangunan di Daerah daerah asal pemilihan para Anggota DPD RI.

Keanggotaan DPD dari seluruh Provinsi adalah sama 4 (empat) orang dr setiap Provinsi, dimana Jumlah Provinsi Kita saat ini 34, atau 136 Orang Anggota DPD yang menjadi Perwakilan di Badan Legislatif yang juga jadi Bagian dr MPR RI. (UU No 7 Thn 2017 tentang Pemilu).

Lantas bagaimana proses seleksi atau rekruitmen agar bisa lolos untuk Menjadi Anggota Lembaga tinggi Negara ini? Boleh dipastikan tidak Mudah, bahkan pada umumnya, jumlah Masyarakat diseluruh wilayah Indonesia, sangat tinggi minatnya, dan itupun acapkali didominasi oleh Kelompok Masyarakat tertentu yang tergolong dari Kelas Menengah keatas baik dari kelas/ status sosial ekonomi main strata pendidikan maupun pengalaman Politik. Disisi lain Prasyarat dan Syarat untuk yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga cukup sulit untuk memenuhinya.

Untuk Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki DPT lebih 5 juta lebih, syarat dukungan minimal KTP (e) adalah 3000 penduduk yang tersebar 50 persen diwilayahnya Kabupaten/Kota di daerah Sumatera Selatan. Pendaftaran dan dukungan dilakukan secara online, yang akan diverifikasi secara administrasi dan faktual, serta akan diumumkan pada bulan Juli thn ini.

Dari wilayah Sumsel sendiri hingga saat ini ada 30 Orang Bakal Calon yang telah Lolos terdaftar di KPUD Provinsi, dimana ada 3 Petahana yang masih saja mencoba keberuntungan untuk berjuang masa periode Jabatan sebagai Senator asal Provinsi ini. Bahkan ada yang sudah 3 periode masa jabatan di badan legislatif DPD RI ini, sepertinya "Tak rela atau ikhlas "melepas" predikat tersebut dari genggamannya. Artinya, posisi sebagai senator ini sangat menarik, bergengsi, terhormat dan mempesona baik dari persepsi sosial, politik dan ekonomi. Tak Heran banyak kelompok elite masyarakat melirik juga bertarung agar dapat menjadi bagian dari Keanggotaan DPD RI ini.

Selanjutnya, muncul pertanyaan berikut bagaimana strategi yg tergolong ampuh agar sukses atau lolos jadi Anggota DPD RI dan bagaimana tingkat peluang untuk bisa merebut posisi dari kalangan Petahana Parlemen utusan daerah tersebut??

Tentunya para Anggota DPD RI yang tengah bertugas saat ini, lebih berpengalaman juga lebih handal menjual "Sosoknya kepada Publik supaya mendapat dukungan/dipilih kembali dalam event Pemilihan legislatif DPD April tahun depan, tentu saja dengan faktor kemampuan "Peka, Merawat juga Konsisten" aspirasi kelompok kelompok masyarakat yang merupakan basis pemilihnya. Sungguh suatu pekerjaan yang tidak mudah untuk bagi para calon senator lainnya untuk "mengacak & merebut" agar beralih hak suaranya. Walau Seperti yang kita pahami bersama, bahwa merebut kadangkala lebih mudah daripada mempertahankan. Sedangkan bagi Para 'New Comer' yang akan berkompetisi di arena DPD RI, selayaknya memiliki konsep yang jelas apa yang kelak dikerjakan bila kelak terpilih menjadi Anggota DPD RI serta Sensitivitas yang tinggi terhadap permasalahan masyarakat berikut issu issu Lokal (setempat).

Bukan sekedar punya modal "pengen, pede dan piti". Tapi, walaupun begitu ada "Panca Jurus Jitu " yang seyogyanya di pedomani oleh Para Peminat Jabatan Posisi Anggota DPD RI.

Pertama, memiliki modal dosial, dimana telah memiliki relasi yang baik dan cukup lama dikalangan individu,hubungan antar individu maupun ragam komunitas didalam masyarakat. Kedua, Modal Personal/Psikologis, yaitu memiliki kepribadian yang menarik, terdidik, cerdas, berintegritas dan tidak tercela secara kesusilaan juga Hukum.

Lalu, ketiga, modal politik, hal ini menyangkut pengaruh, pengalaman dan Jaringan kekuasaan yang terkait terhadap Pribadi Calon. Keempat, Modal Finansial atau logistik, dalam konteks ini menyangkut kemampuan keuangan atau pembiayaan sang kandidat dikala memasarkan Diri dan Programnya serta unsur kelengkapan teknis pendulangan maupun pengawalan suara pemilih yang kelak diperoleh. Terakhir, kelima yakni modal keillahian atau berkah Allah yang menyangkut tingkat keimanan religiusitas dan moral calon anggota Dewan Perwakilan Daerah RI. 

Akhirnya tidaklah mudah untuk jadi anggotaembaga tinggi Negara ini, dan bila nantinya lolos dan diambil Sumpahnya, dituntut untuk Selalu mmanah atau tidak jumawah, karena "4 Pendekar" representasi daerah itu membawa marwah dan martabat warga daerah asalnya. Mari berjuang bersama, kita para calon legislator utusan daerah yang kita cintai ini. Sehingga Kita kelak bisa jadi suri teladan bagi masyarakat Sumatera Selatan. Semoga Provinsi ini dan warganya suatu saat yang tepatkan menjadi yang terdepan dalam meningkat harkat maupun martabat Negeri tercinta.


*Pegiat Politik Pemberdayaan Publik /Bakal Calon Anggota DPRD RI asal Sumatera Selatan.

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Website
  • Google+
  • Rss
  • Pinterest
  • Instagram
  • LinkedIn
  • Vimeo
  • Youtube
  • Flickr
  • Email

Refleksi