Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
05 April 2018

Penguatan E-commerce sebagai Penyokong Ekonomi

Penguatan E-commerce sebagai Penyokong Ekonomi
Oleh: Rini Tri Hadiyati*

PERKEMBANGAN Information Technology (IT) sangat cepat dan pesat. IT diterapkan hampir di semua bidang kehidupan. Kemajuan IT membawa transformasi pada banyak hal, sebagai contoh IT diaplikasikan pada moda transportasi maka lahirlah transportasi online, atau IT diaplikasikan pada buku atau koran maka jadilah e-book atau e-paper, dan sebagainya. 

Penerapan teknologi membuat segala sesuatu menjadi lebih cepat, mudah dan murah karena dapat mereduksi banyak rantai proses sehingga mampu menekan biaya. Masyarakatpun segera beralih untuk menggunakan aplikasi berbasis digital, terlebih sekitar setengah dari total penduduk Indonesia sudah menggunakan internet. Perkembangan teknologi menuntut manusia untuk mau berubah dan berani melakukan inovasi terutama di bidang teknologi. Mereka yang memilih untuk tetap bertahan pada cara-cara konvensional akan tertinggal, contohnya saja Kodak yang dulu sempat berjaya sebagai perusahaan yang memproduksi kamera film namun karena tidak sigap dengan kemajuan teknologi, kamera analogpun akhirnya tersingkir  dengan kehadiran kamera digital.  

Dalam bidang ekonomi, kemajuan teknologi membuat kita memasuki era ekonomi digital yang salah satunya berupa perdagangan online (e-commerce). E-commerce yang menawarkan kemudahan dengan berbagai pilihan barang dan harga yang lebih murah segera menarik perhatian konsumen. Meski untuk sektor perdagangan, kehadiran toko offline tetap menjadi hal yang utama karena masih banyak tipikal konsumen yang lebih nyaman berbelanja dengan melihat barang secara langsung. Namun disinyalir e-commerce sudah memberi kontribusi yang cukup besar terhadap total perdagangan. Bahkan pertumbuhan e-commerce  diperkirakan mencapai angka dua digit. Perkembangan e-commerce juga terlihat dengan semakin banyaknya platform e-commerce yang tersedia. 

Sasaran yang hendak dibidik dalam e-commerce meliputi seluruh UMKM yang ada di 514 kabupaten dan kota yang ada di Indonesia, sehingga berbagai kendalapun masih dihadapi. Salah satu yang terpenting adalah mengenai infrastruktur berupa kecepatan akses internet yang belum merata di seluruh daerah, sehingga bagi pengusaha UMKM yang berada di daerah dengan kecepatan internet yang belum memadai tentu akan ketinggalan. Saat ini program pembangunan infrastruktur akses internet berbasis fiber optik terus dikembangkan hingga ke pelosok-pelosok desa. Selain itu permasalahan mengenai permodalan bagi UMKM juga masih menyisakan tugas rumah untuk pemerintah, dengan meningkatnya brand terhadap produk dari UMKM menyebabkan naiknya permintaan yang membutuhkan suntikan modal untuk biaya produksi yang lebih besar. Permasalahan logistik yang pertumbuhannya tidak sepesat e-commerce juga masih menjadi rintangan yang memerlukan penanganan untuk menguatkan e-commerce.

Kemajuan teknologi seringkali tidak dibarengi dengan pengaturan regulasi, ini juga yang terjadi pada e-commerce, belum kuatnya aturan hukum yang ada untuk melindungi konsumen agar merasa lebih aman dan nyaman dalam melakukan jual beli. Contohnya saja masih sering terjadi penipuan dalam perdagangan dan transaksi online. Perlindungan terhadap data konsumen juga masih minim. Atau contoh lebih kecil, belum ada aturan yang jelas terkait kemungkinan adanya perbedaan spesifikasi produk yang ditawarkan dengan produk yang dikirimkan. Untuk masalah perpajakan, masih banyak usaha online yang belum terjaring padahal seharusnya aturan pajak yang dikenakan sama dengan usaha offline. Dengan begitu pesatnya perkembangan e-commerce, maka semestinya dapat menjadi pemasukan bagi negara dari sektor pajak. Regulasi-regulasi semacam inilah yang masih belum dipikirkan secara cepat, secepat kemajuan teknologi itu sendiri.

Selain masalah regulasi, data e-commerce yang akurat dan lengkap juga belum dibangun, untuk itulah  sebagai langkah awal, Badan Pusat Statistik bersama dengan Kemenko Perekonomian dan Asosiasi E-commerce Indonesia (idEa) berencana untuk membangun data e-commerce, sehingga profil dan perkembangan e-commerce di Indonesia dapat terus dipantau dan dijadikan acuan untuk berbagai kebijakan serta untuk meningkatkan pertumbuhan e-commerce itu sendiri.

E-commerce pada dasarnya memberi peluang untuk memasarkan produk secara lebih luas sehingga mampu meningkatkan konsumsi rumah tangga (KRT). Saat ini lebih dari 60 persen Ekonomi Sumatera Selatan masih bertumpu pada KRT. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang sesuai harapan, KRT perlu untuk terus dijaga dan ditingkatkan pertumbuhannya. Sementara apabila ditinjau dari sisi produksi, dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kontribusi e-commerce belum bisa dilihat secara rinci karena masih terintegrasi dalam lapangan usaha perdagangan.

Kehadiran e-commerce juga menuntut adanya perbaikan kualitas dari produk yang dihasilkan karena produk tersebut akan bersaing dengan produk-produk lain. Terlebih saat ini, produk e-commerce lebih didominasi oleh produk impor, terutama dari China. Untuk mampu bersaing dengan produk impor, artinya kualitas produk lokal harus menyesuaikan dengan selera pasar, dan tentunya mampu bersaing dari segi harga.

Di Sumatera Selatan sendiri banyak produk-produk lokal yang potensial untuk disukai pasar e-commerce, misalnya songket, kain tenun khas Palembang. Akan tetapi songket yang diproduksi sekarang masih kurang sentuhan desain yang fashionable sehingga kalah bersaing dengan produk asing yang lebih kekinian. Atau untuk produk makanan, kita punya kopi yang tak kalah enak dengan kopi-kopi impor, dan potensial untuk dipasarkan secara lebih luas dengan e-commerce. Dan masih banyak lagi produk-produk Sumatera Selatan yang sebenarnya potensial dan mampu menjangkau pasar online.

Inovasi dan kreatifitas merupakan syarat mutlak suatu usaha dapat survive diantara persaingan yang kian ketat. E-commerce yang regulasinya akan lebih jelas dan memberi kepastian, tentu menjadi jaminan untuk memasarkan produk secara lebih luas bagi penjual dan kenyamaan bagi konsumen, sehingga diharapkan e-commerce mampu menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi ke depan.

*Penulis adalah Statistisi Muda Seksi Neraca Produksi Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Website
  • Google+
  • Rss
  • Pinterest
  • Instagram
  • LinkedIn
  • Vimeo
  • Youtube
  • Flickr
  • Email

Refleksi