Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
11 Juni 2018

Piala Dunia Datang Lagi, Piala Akhirat Menanti

Piala Dunia Datang Lagi, Piala Akhirat Menanti
Oleh : H. Muhammad Syubli, LN*

PERHELATAN akbar perebutan Piala Dunia sepak bola datang lagi ketika ummat Islam akan rayakan idul fitri 1439 H. 


Ya ummat Islam menyelesaikan tugas menanam “Investasi” untuk mendapatkan“Piala Akhirat” yang setia menanti. Sebelum ini dimana-mana, diseluruh penjuru dunia heboh. Hampir seluruh stasiun TV memberitakan, ada juga yang siaran Live.

Piala Dunia 2018 dibuka pada Kamis (14/06/2018), sehari jelang hari raya Idul Fitri, yakni Jumat (15/06/18) sekaligus dibuka dengan laga yang mempertemukan tuan rumah Rusia dengan Arab Saudi. Itu berarti para penggawa Timnas Arab Saudi akan rayakan malam takbiran atau puasa akhir di camp latihan dengan merayakan Idul Fitri keesokan harinya bersama rekan di tim, tanpa keluarga mereka di sana beserta tradisinya.

Indonesia juga ikut-ikutan “Demam Piala Dunia”. Hampir seluruh masyarakat diberbagai tempat ada NOBAR (Nonton Bareng) siaran langsung Piala Dunia dari ber-bagai TV Indonesia, dengan berbagai “Insentif” dan “Door prise” di sediakan oleh pe-nyelenggara, supaya orang betah menonton. Ada pula lomba “Kampung Piala Dunia”

Apalagi bulan suci Romadhon sudah pergi, semangat untuk nonton Piala Dunia itu, semakin bertambah, sebab anggota keluarga biasa “bangun Sahur”. Tapi kali ini bukan ‘tuk makan sahur. Tapi sebagian penggila dan pencinta bola bisa mengatur waktu tidurnya, sehingga pada waktunya bisa nonton, baik nonton di rumah  sendiri bersama keluarga, ataupun NOBAR (Nonton Bareng) bersama teman-teman komunitasnya.
Apa yang didapat oleh para penggila dan pencinta bola ? barangkali cuma rasa puas, apalagi Tim kesayangan menang dan pemain idolanya tampil mencetak Goal. Tetapi jika sebaliknya yang terjadi? tentu saja perasaan kecewa, itu biasanya.

“Piala Dunia” datang lagi. Namun bagi orang beriman yang akan mendapat “Piala Akhirat” setelah selesai Romadhon, tidak hirau dengan datang dan perginya Piala Dunia. “Piala Akhirat” akan didapat bila cara pengabdian kita benar dan mendapat ridho dari Allah Swt. Maka kita akan mendapatkan ganjaran pahala di dunia maupun di akhirat nanti dari amal-amal yang kita kerjakan. Firman Allah: “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main”. (Ad-Dukhon ; 38).

Sebagai contoh, kalau selama berlangsungnya perebutan Piala Dunia sepak bola di Brazilia tahun 2014 lalu, berlangsung di bulan Romadhon juga, para penggila dan pencinta bola, bisa mengatur tidur, dan ketika bangun tidur tidak lupa dia Sholat Tahajjud sebelum dia nonton Piala Dunia, maka dia akan mendapat “Keuntungan” dari sang penguasa dunia maupun akhirat. Apalagi kalau dia sengaja membangunkan isteri dan anak-anaknya untuk sholat tahajjud itu, maka dia akan mendapat “Keuntungan ganda”.

Kemudian pada waktunya diapun makan sahur, maka keberkatan akan diperoleh, lalu ketika datang waktu untuk sholat Subuh, maka para penggila dan pencinta bola tadi tidak lupa untuk sholat subuh, mungkin sendiri maupun berjama’ah.
Kalau ternyata sebaliknya, selama berlangsungnya perebutan Piala Dunia sepak bola di bulan Romadhon, para penggila dan pencinta bola, ketika bangun tidur tidak Sholat Tahajjud, tidak juga membangunkan anak istrinya untuk beribadah, malah dia pergi dari rumah untuk nonton bareng. Dan pada waktu makan sahur dia asyik nonton bareng, kemudian ketika pulang pada waktu subuh dia langsung tidur. Masya Allah.
Orang seperti itu jelas tidak akan mendapatkan apa-apa dari dari Allah Swt. Yang akan dia dapatkan mungkin hanya kemalangan hidup, kesialan hidup, kerugian bahkan azab dan laknat dari Allah Swt. Na’udzubillah. Firman Allah; 
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”. (Al – Ankabuut ; 64).

Orang yang hanya mementingkan “Piala Dunia”, tidak dapatkan apa-apa kecuali kegembiraan, dia puas berteriak-teriak dan berjingkrak-jingkrak yang didapatnya hanya kepuasan semu. Begitu juga rahmat dan keberkahan hidup tidak dia dapatkan dari sang penguasa dunia dan akhirat, Allah Swt. Firman Allah ; “Maka biarlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka”. (Az-Zukhruf ; 83).

Jadi sungguh semua itu hanya permainan dunia belaka, maka daripada kita celaka di dunia ini, lebih baik kita mengejar pahala dan “Piala Akhirat” sebab itulah yang akan membuat kita bahagia dunia dan akhirat. Mumpung masih ada waktu hari baik dan bulan baik sesudah Romadhon 1439 H ini, kita berkesempatan puasa 6 hari Syawwal atau puasa Senin-Kamis dan lainnya, bukti kita beriman dan bertaqwa. Selamat Idul Fithry 1439 H, Ma’af Lahir dan Bathin, Minal ‘aidin wal fa’izin, wa antum bikhoirin.


*Majlis Mustasyar Dewan Masjid Indonesia Sumsel

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Website
  • Google+
  • Rss
  • Pinterest
  • Instagram
  • LinkedIn
  • Vimeo
  • Youtube
  • Flickr
  • Email

Refleksi