Diposting oleh : RSP     Tanggal : 27 Mei 2017 15:46     Dibaca: 288 Pembaca

Rela Lembur Tiga Hari Tiga Malam

Yulia Astuti ST MM

Pelaksanaan Konvensi Kopi Teh dan Cokelat (KKTC) Indonesia pada 18-21 Mei lalu sukses digelar, kesuksesan pelaksanaan KKTC Indonesia ini tentu adanya kegigihan dan semangat tiada henti dari panitia, Yulia Astuti ST MM salah satu panitia yang menyukseskan perhelatan KKTC Indonesia  di La Piazza, Bulevar Kelapa Gading, Jakarta Utara. Seperti apa ceritanya?

Ramah dan baik kesan inilah yang tampak dari sosok Yulia Astuti yang merupakan ketua panitia KKTC Indonesia 2017, Perempuan kelahiran Baturaja, Sumsel 21 Juli 1977 silam ini mampu menyukseskan perhelatan akbar KKTC Indonesia 2017.

Siapa sangka perjuangan istri dari Romy Rozali ini menyukseskan penyelenggaraan KKTC Indonesia 2017 tersebut membutuhkan pengorbanan dan perjuangan. "Kesuksesan  KKTC Indonesia 2017 juga berkat perjuangan banyak pihak, dan khususnya panitia yang rela lembur tiga hari tiga malam," ujar Direktur PT Kayoemi Brothers.

Dikatakan, KKTC Indonesia merupakan event tahunan yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015 lalu dan berhasil mengundang keikutsertaan segenap masyarakat, pemangku kepentingan industri dari ketiga komoditas tersebut serta mendapat dukungan dari unsur Pemerintahan dan Media Massa.

"KKTC ini diselenggarakan oleh Kayoemi Brothers sebagai penyelenggara bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Pertanian RI, Kementerian Perindustrian RI dan Kementerian Koperasi & UKM RI, Alhamdulillah saat pelaksanaan masyarakat dari seluruh Indonesia yang hadir sangat antusias," ungkap adik kandung Senator Hendri Zainuddin ini.

Dijelaskan, tahun 2017 ini KKTC Indonesia kembali selenggarakan oleh Kayoemi Brothers bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Keuangan RI. "Ditambah pada 2017 ini kita juga mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo yang membawahi bidang pertanian dan juga ada Kabupaten Lahat dan OKU yang menampilkan kopi andalan masing-masing," kata alumni Politeknik Negeri Sriwijaya angkatan 1995.

Ia menambahkan, KKTC 2017 mengusung ide atau gagasan baru, tidak sekedar pameran komoditi/produk Kopi, Teh, dan Coklat tetapi juga mengagendakan kegiatan berupa Konferensi atau Seminar dan Workshop sebagai forum diskusi untuk membicarakan kebijakan atau strategi peningkatan dan pengembangan peluang bisnis dari ketiga komoditi tersebut.

"Selain itu, pasar lelang untuk membantu menciptakan pasar jual-beli antara produsen (petani) kepada konsumen secara langsung," jelasnya.

Yulia berharap, generasi di Indonesia khususnya Sumsel terus kreatif dan mengenalkan produk-produk lokal yang dimiliki. "Setidaknya kita bisa menjadi bagian generasi yang mengenalkan produk asli Indonesia," pungkasnya. (rza)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi