Diposting oleh : Efen Permata     Tanggal : 02 Agustus 2017 22:40     Dibaca: 282 Pembaca

REPDEM Sumsel, Minta Proses Hukum Terhadap Arief Puyono

Ketua Repdem Sumsel Achmad Zajali didampingin tim advokasi Zamzam mendatangin Mapolda Sumsel dan langsung berkordinasi ke krimsus

Palembang, DetikSumsel-- Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), merupakan salah satu organisasi sayap PDI Perjuangan menyangkan pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono di yang menyamakan partai PDIP dengan Partai Komunis Indonesia karena sering membuat lawak politik dan menipu rakyat

"Kami REPDEM, secara serentak di seluruh Indonesia, pada hari selasa tanggal 1 Agustus 2017 melaporkan saudara Arif Poyuono ke Kepolisian Negara Republik Indonesia atas penghinaan/pencemaran nama baik/ujaran kebencian yang dilakukannya terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," jelas Ketua REPDEM,  Achamad Sazili melalui prees realese kepada DetikSumsel.Com,  Rabu (02/08)

Lebih lanjut, Di Indonesia keberadaan PKI sudah dilarang melalui Tap MPRS No. XXV Tahun 1966. Ketetapan MPR tersebut mengatur tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) dan pernyataan PKI sebagai organisasi terlarang, serta larangan terhadap paham Marxisme yang sampai sekarang belum dicabut.

"Hal itu menunjukkan bahwa sudah jelas PKI sudah tidak ada dan semua partai Indonesia wajib menjunjung tinggi dasar filosofis negara yaitu PANCASILA," terangnya

Masih Dikatakanya, Saudara Arif Poyuono karena telah melakukan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

"REPDEM mendorong aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian, untuk memproses hukum secara pidana saudara Arif Poyuono. Dan REPDEM mendorong penggunaan cara berpolitik yang santun, edukatif/mendidik, bermartabat, dan toleran (jangan menyebarkan kebencian). REPDEM mengajak semua pihak untuk menjaga stabilitas politik dan menjunjung tinggi nilai sportifitas dalam berpolitik karena kita adalah saudara sebangsa," pungkasnya. (Ril/Pen)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi