Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Bara Revolusioner     Tanggal : 10 Agustus 2018 13:12     Dibaca: 4205 Pembaca

Ribuan Mahasiswa UIN RFP Padati Gedung Rektorat

Ribuan mahasiswa UIN saat menyampaikan aspirasinya di gedung rektorat, Jumat (10/8).

Palembang, Detik Sumsel - Ribuan mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (UIN RFP) yang tergabung dalam Gerakan Aksi Solidaritas Mahasiswa (Gasma) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung rektorat UIN RFP, Jumat (10/8).

Kedatangan Gasma ini disambut langsung oleh Wakil Rektor I Dr Ismail MAg, Wakil Rektor II Dr Zainal Berlian SH MM DBA, Wakil Rektor III Dr Rr Rina Antasari SH MHum, serta Dekan dari berbagai Fakultas UIN RFP.

Adapun yang menjadi tuntutan para mahasiswa tersebut diantaranya, meminta pihak Rektor UIN RPF mengkaji ulang adanya ancaman Drop Out (DO) kepada mahasiswa tanpa melihat serta mempertimbangkan hal-hal yang 
diperlukan serta terancamnya kemauan mahasiswa tersebut untuk menempuh 
pendidikan yang lebih tinggi.

Meminta pihak Rektor serta menghadirkan oknum-oknum yang melakukan intervensi dari pihak pimpinan universitas, fakultas, beserta dosen terkait adanya larangan
mahasiswa baru untuk ikut Organisasi dari semester 1 sampai 3.

Tindakan yang diambil seperti yang telah disebutkan diatas jelas tidak sesuai dengan UU RI NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG GURU DAN DOSEN : BAB III
Pasal 7 Angka 1 Huruf E, UU RI NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG GURU DAN DOSEN, BAB III Pasal 7 Angka 2, UU RI NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG GURU DAN DOSEN, BAB V Pasal 60 Huruf D.

Serta mengindikasikan dapatnya disanksi sesuai dengan UU RI NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG GURU DAN DOSEN BAB VI Pasal 78.

Meminta pihak rektor untuk membuka Verifikasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk Jalur Ujian Masuk Mandiri (USM) dan meminta rektor untuk membuka forum diskusi dengan mahasiswa dan orang tua terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) karena banyak mahasiswa/i yang keberatan karena perekonomian orang tua jauh dari kata sejahtera.

Meminta pihak rektor untuk segera Memperbaiki fasilitas yang memadai agar tidak
berakibatkan terganggu proses perkuliahan yang ada.

Dalam orasinya, Kordinator Lapangan, Ahmad Kurniawan mengatakan, atas tuntutan tersebut dirinya atas nama Gasma, meminta kepada pihak rektorat agar mengabulkan tuntutan karena dianggap sudah menjadi kebutuhan dalam kenyamanan kegiatan perkuliahan.

"Kami tidak ingin, proyektor rusak hanya sebagai pajangan, AC tidak berfungsi, tidak ada Air dan WC yang tidak layak pakai, Lahan Parkir yang kurang, gedung (kelas) kurang, karena ini semua memang hak kami," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor 1, Dr Ismail MAg UIN RFP mengatakan, semua aspirasi diterima dan bakal ditindaklanjuti karena yang menjadi tuntutan memang sudah menjadi hak mahasiswa.

"Untuk diketahui tuntutan pertama mahasiswa yang DO adalah bagi mereka extra time 12 semester, 12 ke 14 over time ini sudah menjadi kebijakan Menrisdikti tidak bisa mengurus ijazah nasional," jelasnya.

Ditambahkannya, terkait sarana prasarana yang belum memadai memang sudah menjadi hak mahasiswa menuntut maka dari itu, kata dia, Pada prinsip tidak ada masalah semua aspirasi diterima.

"Semua aspirasi kita tampung dan Insya Allah kan kita tindak lanjuti," pungkasnya.(Bra)


  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi