Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Erizal Wandi     Tanggal : 01 Juni 2018 15:43     Dibaca: 351 Pembaca

Richard Sebut Pasar Bedug Tidak Masuk Anggaran

Sejumlah pedagang pasar bedug tampak menggelar dagangan di sepanjang trotoar depan Masjid Agung Nur Arafah

Prabumulih, Detik Sumsel - Hiruk pikuk penutupan pasar bedug yang membuat sejumlah pedagang kecewa akhirnya menjadi sorotan Panjabat Walikota Prabumulih H Richard Cahyadi. Menurutnya persoalan ditutupnya pasar bedug dilatarbelakangi minimnya anggaran untuk kegiatan tersebut.

Sehingga kegiatan operasi pasar bedug hanya bisa digelar selama satu minggu. Itu pun merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Richard Cahyadi.

"Memang ditahun sebelumnya tidak dianggarkan untuk kegiatan pasar bedug. Maka dari itu saya ambil kebijakan pasar bedug tetap digelar mskipun hanya satu minggu," ujar Richard saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama warga perantau Minang, Kamis malam (31/05) di Pendopoan Rumah Dinas Walikota Prabumulih.

Richard mengaku, dirinya tidak bisa memaksakan kehendak pedagang untuk meneruskan operasi pasar bedug selama puasa. Hendaknya waktu satu minggu yang diberikan harus dimanfaatkan oleh pedagang.

"Kalau dipaksakan harus satu bulan, dari mana saya mau merampok uangnya untuk membayar anggaran pasar bedug itu. Anggaran untuk satu minggu itu saja kami upayakan dari dana alokasi umum. Saya ini hanya sebagai Penjabat Walikota yang tugasnya hanya menjalankan program yang sudah ada," katanya seraya mengaku pedagang tidak serta merta harus menyalahkan dirinya.

Terpisah, Ratna (35), satu diantara pedagang pasar bedug mengaku baru tahun ini operasi pasar bedug digelar selama satu minggu. Menurutnya, meskipun tidak dianggarkan ditahun sebelumnya hendaknya persoalan itu menjadi pertimbangan bagi Penjabat Walikota Prabumulih dalam mencarikan solusinya.

"Harusnya pemerintah sekarang mencarikan solusinya. Siapapun pemimpinnya kami ini tetap masyarakat dan rakyat Prabumulih yang harus mendapatkan perhatian dari pemimpinnya," katanya saat dibincangi Jumat (01/6).

Hal senada juga diungkapkan oleh Nunung (42), yang mengaku kecewa dengan penutupan pasar bedug. Bahkan hal tersebut telah disampaikan kepada DPRD, namun hingga saat ini belum ada solusi pasti.

"Kami sudah mengadu ke DPRD, tapi belum ada jawaban. Dak tau kapan ado solusinyo, sementaro ini sudah masuk pertengahan puaso. Kapan lagi kami biso bejualan dengan nyaman," keluhnya.

Untuk sementara, meskipun tidak ada tenda, para pedagang pasar bedug terpaksa berjualan di sepanjang trotoar Jalan Jendral Sudirman, tepatnya di depan Masjin Agung Nur Arafah dan kantor eks Pemkot Prabumulih.

"Tepakso kami bececeran sano sini jualannyo. Kadang harus berebut lapak samo pedagang lainnyo. Pokoknyo dak senyaman dulu lagi kalau nak bejualan," tandasnya seraya berharap Pemkot Prabumulih dan DPRD segera mencarikan solusi terbaik untuk pedagang pasar bedug. (Ichal)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi