Diposting oleh : Butet Kertaradjasa     Tanggal : 04 Januari 2017 18:44     Dibaca: 591 Pembaca

RSUD Prabumulih Tolak Pasien Jamsoskes Asal Muara Enim

Suasana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih

Prabumulih, Detik Sumsel - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih menolak menerima dan melayani pasien asal Kabupaten Muara Enim. Hal tersebut dilakukan oleh pihak rumah sakit lantaran belum dibayarnya tunggakan pasien jaminan sosial kesehatan (Jamsoskes) oleh Pemkab Muara Enim.

Keputusan itu diumumkan secara langsung oleh pihak RSUD yang tertera pada selebaran dan ditempelkan di dinding tempat pendaftaran pasien. Hal ini dibenarkan langsung oleh Direktur RSUD Prabumulih, Hj Rusmini M Kes. Dirinya mengatakan, keputusan untuk tidak melayani peserta Jamsoskes asal Kabupaten Muara Enim dilakukan lantaran belum ada perpanjangan MOU antara pihak RSUD Prabumulih dengan pihak Pemkab Muara Enim.

"Selain itu masalah utama yakni masih banyaknya tunggakan pembayaran jasa medis yang sampai saat ini belum dibayar oleh pihak Pemkab Muara Enim. Jumlahnya lumayan besar mencapai Rp17,3 Miliar. Itu yang sudah diverifikasi dari internal rumah sakit dan Pemkab Muara Enim," ujarnya.

Jumlah tersebut, sambung Rusmini, bukan hanya jumlah tunggakan di 2016 saja. Namun juga sudah dikalkulasikan dengan tunggangan di 2015. "Untuk tahun 2015 saja mencapai Rp6,8 Miliar dan belum juga dilunasi sampai sekarang. Kondisi ini tentunya menyulitkan kita," terangnya.

Masih kata Rusmini, dampak dari membengkaknya tunggakan oleh Pemkab Muara Enim membuat jumlah stok obat-obatan di RSUD Kota Prabumulih makin berkurang. Sehingga hal tersebut juga berdampak pada pelayanan serta operasional rumah sakit.

"Stok obat mulai berkurang, karena pihak kedua sudah mulai menyetop untuk menyuplai obat ke rumah sakit. Bagaimana kita mau melayani pasien kalau tidak ada obat. Pasien kalau sakit kan butuh obat, tidak cukup diperiksa dan dirawat saja. Maka dari itu agar pelayanan rumah tetap berjalan maksimal makanya untuk sementara ini kita tidak melayani dulu pasien dari Kabupaten Muara Enim," bebernya.

Hanya saja, kata Rusmini, pihaknya tetap akan memprioritaskan pasien dari Muara Enim yang sudah dalam keadaan kritis. "Tetapi kalau untuk rawat jalan menggunakan Jamsoskes belum bisa kami berikan sampai ada kepastian dari Pemkab Muara Enim memenuhi kewajibannya," imbuhnya seraya berharap masalah tersebut dapat segera diselesaikan oleh Pemkab Muara Enim demi keselamatan orang banyak.

Sementara itu, Wali Kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM mengatakan pihaknya sudah berupaya menagih jumlah tunggakan pasien Jamsoskes asal Prabumulih ke Pemkab Muara Enim. Bahkan, pemkab Muara Enim sudah berjanji akan mengangsur tunggakan sebesar Rp 3 miliar.

"Tetapi sampai sekarang belum ada. Kami juga tidak tahu masalahnya dimana. Akhirnya RSUD memutuskan untuk tidak menerima pasien Jamsoskes asal Muara Enim," terang Ridho saat dibincangi awak media.

Ridho mengatakan angka piutang sebesar Rp 17,3 miliar tersebut tidak bisa ditanggulangi dengan keuangan RSUD. "Kalau kabupaten lain seperti Pali saja, tunggakannya hanya Rp 300 juta. Lalu Ogan Ilir cuma Rp 100 jutaan. Itu masih bisa di backup. Tapi kalau sudah lebih dari Rp 17 miliar, uang darimana mau menutupinya. Apalagi kita juga sedang mengalami defisit sama seperti daerah lainnya," pungkasnya.(ica)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi