Iklan Lucianty Pahri
Pemerintah Kabupaten Banyuasin
Diposting oleh : Fazds     Tanggal : 17 Mei 2018 15:46     Dibaca: 80 Pembaca

Rumah Pintar Milik KPU OI Mati Suri

Rumah pintar milik KPU Ogan Ilir (OI) yang berlokasi di bekas Kantor Pertanian Pemkab OI

Indralaya, Detik Sumsel - Rumah pintar milik KPU Ogan Ilir (OI) yang berlokasi di bekas Kantor Pertanian Pemkab OI mati suri. Pasalnya, rumah pintar tersebut sangat jarang sekali di buka dan lebih banyak di kunci.

Pantauan Detik Sumsel bangunan Dinas Pertanian tersebut dibagi dua menjadi Kantor Baznas dan rumah pintar KPU OI, pada saat masuk dalam bangunan tersebut hanya terlihat banner bertuliskan rumah pintar pemilu, piagam yang dimuat dalam bingkai dan sebagainya. Pengunjung tak ada bahkan ruangan pun lebih banyak terkunci. 

Rumah pintar ini diresmikan oleh Bupati Ogan Ilir (OI) H Ilyas Panji Alam pada Oktober tahun lalu dan dihadiri Anggota Komisioner KPU Sumsel Ahmad Nafi SH M.Kn.

Salah satu siswa SMA Indralaya Yanti mengatakan miris jika rumah pintar tersebut hanya tinggal nama. Padahal rumah pintar adalah bak perpustakaan KPU OI, berisi informasi mengenai kaitan sejarah pemilu dari tahun 2004-2016, meliputi bagaimana proses pemungutan suara, data yang berkaitan dengan data pemilih, hasil, audio visual, ruang diskusi, simulasi pemungutan, penghitungan suara, gambar peserta pilkada, perpustakaan berkaitan pemilu, galeri dan sejarah Pemilukada di Bumi Caram Seguguk.

"Kalau awal dibuat bagus rumah pintarnya, sekarang seperti kurang terawatlah. Sayang kalau tidak dipelihara apalagi kalau sampai terbengkalai. Harusnya jangan ibarat tinggal nama, kurang difungsikan, saat anak didik mau berkunjung malah tidak terawat hanya ada spanduk saja,"katanya.

Anggota DPRD OI Suharmawinata mengatakan kalau memang kondisinya rumah pintar KPU bak tinggal nama hal tersebut sangat miris. 

"Mungkin terkait anggaran operasional sehingga diduga pemanfaatan gedung untuk rumah pintar jadi kurang maksimal. Jadi kalau tinggal nama, ya sangat mirislah. Kita berharap hal tersebut dibenahi, kedepan mungkin Komisi 1 DPRD akan memanggil para komisioner tersebut untuk dimintai keterangannya apa saja kendalanya,"jelasnya.

Sementara itu Ketua KPU OI Annahrir Sag Msi membantah keras hal tersebut, menurutnya rumah pintar KPU OI berfungsi dengan baik, bahkan sering digunakan untuk rapat.

"Disini ada 4 ruangan terdiri dari ruang display, visual, diskusi dan simulasi. Bahkan di ruang tamu ada banner, spanduk, dan piagam kpu yang ditempel di dinding. Jadi tidak benar rumah pintar KPU tinggal nama, masih berfungsi dengan baik, sosialisasi soal pilkada bisa kita lakukan dengan datang ke sekolah. Tujuan dibukanya rumah pintar agar masyarakat melek demokrasi, sadar demokrasi sejak dini, mengetahui hak politik dan pentingnya mengemukakan pendapat,"ujarnya.

Disinggung soal dana yang digunakan untuk pemeliharaan rumah pintar, ia mengatakan lupa hal tersebut

Ia pun berharap dengan hadirnya rumah pintar di OI maka masyarakat dapat melek demokrasi, selain itu terjadi peningkatan partisipasi pemilih di periode mendatang baik kualitas dan kuantitas.(AL)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi