Diposting oleh : AMS     Tanggal : 20 Maret 2017 09:30     Dibaca: 584 Pembaca

Rusak Parah, Bangunan SD Negeri di Palembang Dibiarkan Terbengkalai

Tampak kondisi bangunan SDN 143 Palembang yang kian memprihatinkan karena sudah 45 tahun tidak tersentuh bantuan untuk perbaikan.

UNTUK mewujudkan pendidikan yang baik dan bermutu tentu harus memiliki SDM dan sarana-prasarana yang baik. Namun, bagaimana jika
sarana-prasarana pendidikan yang tidak baik? Seperti kondisi sarana-prasarana di beberapa Sekolah Dasar (SD) Negeri di Palembang, yang masih banyak ditemukan bangunan dengan kondisi rusak parah dan terbengkalai.

Penelusuran Detik Sumsel bangunan sekolah yang rusak parah didominasi oleh bangunan tingkat SD Negeri. Bahkan, kondisi bangunan tampak mengancam keselamatan siswa saat mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

Misalnya saja yang tampak pada bangunan SD Negeri 143 Palembang, kondisinya sangat memprihatinkan. Plafon jebol, lantai pecah, dan
papan dinding pembatas keropos beginilah kondisi bangunan SD Negeri 143 Palembang yang berada di Jalan Kadir TKR Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus. "Tujuh lokal rusak parah, dan dua lokal saat ini dibiarkan saja tidak digunakan lagi karena sudah tidak ada lantai," beber Kepala SD Negeri 143 Palembang, Rismawati.

Diceritakan Rismawati, bangunan SDN 143 sudah ada sejak 1972 dan hingga saat ini tidak pernah diperbaiki. "Belum pernah diperbaiki sudah hampir 45 tahun," ungkapnya. Diketahui, ada 25 rombel di SDN 143 ini dengan total siswa 980.

Lanjutnya, sebelumnya ia belum mengetahui banyak dengan bangunan tersebut, sebab dirinya baru saja dipindahkan menjadi kepala sekolah. "Keterangan guru disini dahulu sudah pernah tanda tangan MoU untuk perbaikan bangunan, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan," katanya.

Lain lagi dengan kondisi yang terjadi pada bangunan SD Negeri 197 Palembang yang terletak di Jalan Ki Kemasrindo Kecamatan Kertapati Kelurahan Ogan Baru Palembang ini. Kondisi gedung baru SDN 197 Palembang yang dibangun pada 2007 lalu ini belum terselesaikan. Selain tidak bisa dimanfaatkan untuk ruang belajar, kondisi gedung ini juga semakin rapuh sehingga diangap akan membahayakan keselamatan siswa.

Kepala SD Negeri 197 Palembang, Erma Noni mengatakan bangunan tersebut akan dijadikan sebagai ruang kelas bagi siswa yang bisa dimaksimalkan menjadi tiga ruangan. Kendati sudah dibangun sejak 2007 lalu, akan tetapi hingga saat ini pihaknya mengaku belum bisa memakai rungakan
tersebut sebagaiamana fungsinya dikarenakan belum terselainnya proses pembangunan secara utuh.

“Dulu sudah dibangun kerangka dan pondasinya, tapi setelah itu para pemborong tidak bisa melanjutkan proses pembangunan lagi. Seperti inilah jadi gedungnya, belum kita pakai untuk belajar kerena belum selesai dibangun,” ungkapnya.

Dijelaskan Erma, berdasarkan informasi yang didapatkannya berhentinya proses pembangunan gedung tersebut dikarenakan pihak pemborong tidak
memiliki dana lagi. Menjadikan pemborong sendiri tidak bisa melanjutkan proses pembangunannya.

“Seharusnya gedung tersebut bisa dijadikan tiga ruang kelas, namun karena hingga saat ini belum
diteruskan pembangunannya jadi gedung yang ada saat ini saja sudah mulai rapuh dan mulai bocor, kita takut gedung itu ambruk dan menimpa siswa,” keluhnya.

Ia menambahkan, SDN 197 Palembang dulu merupakan dua sekolah yakni SDN 288 dan 289 yang dijadikan menjadi satu yakni SDN 275 yang kemudian berubah nomor menjadi SDN 197. Sekolah ini kini hanya memiliki 6 rombel kelas saja, sedangkan minat masyarakat sangat tinggi. "Kita sebenarnya membutuhkan perbaikan gedung kelas itu, kita berharap pemerintah kembali memberikan bantuan untuk melanjutkan proses pembangunanya hingga selesai,” ucapnya.

Kondisi memprihatinkan juga tampak di SD Negeri 10 Palembang yang berada di Jalan Sultan Muhammad Mansyur Lorong Sungai Itam Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat I. Bangunan sekolah yang sebagian menggunakan material kayu ini tampak sangat memprihatinkan, selain itu bangunan sekolah ini juga berada di atas rawa-rawa.

Saat hujan turun pun pihak sekolah tak berani memulangkan siswa tepat waktu, sebab dikhawatirkan anak-anak tidak bisa pulang karena terjebak banjir. Jalan masuk cor semen pun tidak bisa berbuat banyak karena turut terendam oleh air pasang di musim hujan.

Kepala SDN 10 Palembang, Haslinawati mengatakan, pihaknya sudah mengajukan proposal kepada pihak Disdikpora Kota Palembang untuk
pembangunan gedung ruang kelas dua tingkat dan buat lapangan sekolah. Pada September lalu telah mengajukan kembali proposal dan diwacanakan
akan dilakukan peninjauan lokasi oleh pihak Disdikpora Kota Palembang beberapa hari mendatang. "Gedung lama sudah tidak layak lagi dan masih berdindingkan dari papan kayu, serta belum ada lapangan sekolah," ucapnya.

Lanjutnya, sejak dibangun hingga saat ini sudah 37 tahun SDN 10 belum mendapatkan bantuan untuk perbaikan gedung sekolah. Saat ini ada sekitar 160 siswa dengan 7 guru lokal dan 4 guru honor. "Semoga saja tahun ini sekolah kita diprioritaskan dalam perbaikan. Kasihan anak-anak, bangunan sekolah sudah reot dan kalau musim hujan harus berjibaku dengan banjir," terangnya.

Klaim Kucurkan Anggaran Rp174 Miliar untuk Perbaikan

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang mengklaim sudah menganggarkan dana bantuan berbentuk fisik untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2017 sebesar Rp 174 Miliar rupiah.

Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Pembangunan Sekolah (PPS) Disdik Kota Palembang, Herman Wijaya, mengatakan sejumlah dana tersebut berasal dari dua sumber yakni 164 miliar rupiah dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Palembang 2017 dan 10 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) yang berasal dari pemerintahan pusat.

"Jumlah anggaran ini akan diberikan kepada semua SD dan SMP di Kota Palembang dalam bentuk pengadaan barang dan jasa serta konstruksi sekolah," katanya kepada Detik Sumsel.

Dijelaskan Herman, dari dana 174 miliar tersebut sedikitnya ada 60 SD negeri dan 58 SMP negeri yang akan mendapatkan bantuan yang berupa fisik. Seperti bangku belajar, meja yang tergolong dalam jenis mobiler sekolah serta untuk rehabilitasi bangunan dan ruang kelas baru (RKB).

"Sedangkan untuk SMP negeri, karena berjumlah 58 sekolah jadi semuanya akan mendapatkan bantuan fisik baik dalam bentuk meubel ataupun RKB dan lain sebagainya yang disesuaikan dengan setiap kebutuhan sekolah dengan dana yang bervariasi," tegasnya.

Menurutnya, untuk pengelolaan dana APBD sendiri akan langsung dikerjakan oleh pihak ketiga melalui lelang tender, sedangkan untuk DAK melalui swakelola dari sekolah. Untuk dana APBD dan DAK mulai bisa dikeluarkan pada Maret hingga April mendatang. Sedangkan dana bantuan dari pemerintah akan mulai dikeluarkan pada April-Juni 2017.

"Prosesnya sekolah akan membuat proposal usulan untuk kebutuhan yang mereka perlukan, kemudian pihak Disdik Kota akan melakukan peninjauan
langsung ke lokasi, jika layak maka akan diberikan bantuan sesuai usulan tersebut. Akan tetapi, jika ada sekolah yang dinilai sudah rusak berat maka akan tetap di prioritaskan meskipun tidak mengajukan usulan proposal," kata Herman.

Jangan Sampai Siswa Jadi Korban

PENGAMAT Pendidikan Sumsel Prof Dr HM Sirozi MA PhD menyebutkan pihak Dinas Pendidikan Kota Palembang harus segera merespon dengan cepat
kondisi bangunan sekolah yang sudah rusak parah. "Harus segera ada solusi, jangan sampai siswa jadi korban akibat dari bangunan yang roboh," ujarnya.

Menurutnya, kondisi bangunan sekolah yang rusak parah harus menjadi skala prioritas untuk diperbaiki. "Jangan dibiarkan, apalagi setiap tahun ada anggaran untuk memperbaiki bangunan sekolah," tuturnya.

Lanjut Sirozi, Pemerintah juga harus menerapkan program perawatan bangunan sekolah sehingga ada anggaran tersendiri untuk biaya perawatan. "Jadi, gedung sekolah bisa terawat dan tidak sampai rusak
parah," ungkap Ketua Dewan Pendidikan Sumsel ini.

Dikatakan, untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu tentu Pemerintah harus menyiapkan fasilitas serta sarana dan prasaran yang menunjang. "Kondisi bangunan sekolah yang baik tentu akan menjadikan aktifitas belajar yang baik pula. Untuk itu, suasana di sekolah harus nyaman," tukasnya.

Anggaran Perbaikan Sekolah Harus Tepat Sasaran

Masayu Aulia Febriana, dara cantik asal Palembang ini berharap Pemerintah terkait harus segera memperbaiki kondisi bangunan sekolah yang rawan akan roboh. Pasalnya, dapat menganggu aktifitas belajar mengajar. "Nah, anggaran yang dikucurkan untuk perbaikan sekolah juga harus tepat sasaran dan sekolah yang sangat membutuhkan perbaikan gedung harus jadi di prioritaskan," ujar gadis yang akrab dipanggil Febri.

Dikatakan Febri, Pemerintah juga harus mengawasi dengan baik proses pembangunan dan perbaikan gedung sekolah sehingga tidak menimbulkan
hal-hal yang tidak diinginkan. "Selain itu supaya bangunan sekolah dapat diperbaiki sebagaimana mestinya dan tidak ada penyimpangan anggaran," tutur gadis kelahiran 27 Februari 1994.

Lanjutnya, sebaiknya untuk ruang kelas yang sudah rusak parah tidak usah digunakan lagi dan dirobohkan. "Sehingga tidak roboh saat siswa
sedang belajar, dan siswa bisa terhindar dari bahaya," pungkasnya. (Tet)

Tentang Bangunan SD Negeri yang Rusak di Palembang

- 60 Persen Bangunan SD di Palembang Rusak Parah
- Rp. 174 Miliar Dana untuk Perbaikan Sekolah Rusak TA 2017
- 60 SD Negeri dan 58 SMP Negeri yang Akan Mendapatkan Bantuan Berupa Fisik
- Dana APBD dan DAK untuk Perbaikan Dikeluarkan Maret hingga April 2017
Sumber : Hasil Reportase Detik Sumsel

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi