Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Puji     Tanggal : 11 Januari 2018 13:30     Dibaca: 440 Pembaca

Rusdianto Bunuh Korbannya Dengan Pisau Korban Sendiri

Rusdianto saat menjalani rekonstruksi di Mapolsek Sukarami

Palembang, Detik Sumsel -- Rusdianto pelaku penganiayaan yang menyebabkan Septa Andri meninggal dunia dengan dua luka tusukan dipunggung di Kompleks perumahan Griya Sukawinatan, Kecamatan Sukarami Palembang pada Kamis (9/2017) lalu.

Menjalani rekonstruksi atau reka ulang yang dilakukan dihalaman Mapolsek Sukarami Kamis (11/1/2018) dalam rekonstruksi sebanyak 13 adegan ini diperagakan langsung oleh tersangka Rusdianto.

Dalam rekonstruksi ini terlihat jelas sebelum terjadinya pembunuhan dimana korban datang ke Pos jaga keamanan dikomplek tempat pelaku berjaga, korban saat itu membuat onar di Pos jaga keamanan.

Saksi yang lagi berjaga langsung melaporkan ke rumah tersangka bahwa korban ada di Pos jaga telah membuat onar. Tersangka langsung mendatangi pos jaga dengan membawa sebilah parang yang diselipkan dimotor tiba di TKP antara tersangka dan korban terjadi cek cok mulut, korban saat itu berada diatas motornya langsung mengeluarkan pisau dibalik bajunya dan menusukan ke perut tersangka namun berhasil ditepis oleh tersangka.

Mendapat serangan itu, tersangka lalu menebaskan para kearah korban sebanyak dua kali tetapi tidak luka namun korban dan tersangka sama sama terjatuh. Melihat korban terjatuh tersangka langsung menerbab korban dan merebut pisau dari tangan korban dan menusukan pisau tersebut kepunggung korban sebanyak dua kali tusukan. Setelah itu tersangka langsung melarikan diri.

Kapolsek Sukarami Kompol Rivanda melalui Kanit Reskrim Iptu Marwan menjelaskan rekonstruksi tindak pidana pembunuhan dilakukan ini untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan dimana akan terlihat bagaimana kronologis kejadian sebenarnya.

"Sebelum terjadi pembunuhan antara korban dan pelaku cek cok mulut berawal datang korban datang ke pos keamanan tempat pelaku bekerja dari cek cok mulut itulah terjadi pertikaian yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan dua luka tusukan dibagian punggung, untuk tersangka kami jerat dengan pasal 338 KUHP,"jelasnya.

Sementara itu, usai menjalani rekonstruksi tersangka Rusdianto mengaku menyesal karena sudah menghilangkan nyawa Septa Andri, tapi dia kesal apa yang dilakukan oleh Septa karena sering menantang dia dan warga sekitar perumahan.

"Karena saya dikomplek perumahan itu saya sebagai kepala keamanan, dia sering mengganggu dan meresahkan masyarakat dan menantang saya, setelah menganiaya korban saya langsung lari ke OKI,"akunya.

Kuasa hukum tersangka Nushi Jalaludin SH yang menyaksikan langsung proses rekonstruksi mengatakan selama jalannya rekonstruksi yang diperagakan langsung oleh klien nya Rusdianto tidak ada kejanggalan menurutnya proses rekonstruksi sesuai dengan pengakuan dan fakta - fakta yang terjadi dilokasi saat kejadian.

"Meski begitu kami akan menyiapkan pembelaan terhadap klien kami dipersidangan nanti, karena apa yang dilakukan oleh klien kami yang menyebabkan korban meninggal dunia untuk melakukan pembelaan diri. Karena korban meresahkan masyarakat disekitar tempat klien nya menjaga keamaman, dan pembunuhan yang dilakukan klien saya bukan nya ada unsur berencana melainkan dilakukan dengan spontan,"katanya.(oji) 


  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi