Diposting oleh : Wirangga     Tanggal : 02 September 2017 08:34     Dibaca: 175 Pembaca

Sarjan Dorong Lahirnya Petani Muda Sebagai Pondasi Pertanian Masa Depan

Sarjan Tahir bersama mahasiswa pertanian Universitas IBA

Palembang, DetikSumsel- Pembangunan pedesaan berbasis pertanian dengan mengedepankan kearifan lokal kawasan pedesaan sangatlah penting bagi perkuatan Sumsel sebagai negeri agraris di era global ini. Dimana sektor pertanian menjadi sektor unggulan dalam pembangunan ekonomi nasional dan dapat menciptakan kedaulatan pangan.

Demikianlah diungkapkan Dirut Patani, Sarjan Tahir saat dibincangi DetikSumsel.Com terkait prioritas bangundesa yang dituangkan dalam konsep merajut potensi desa. “Prioritas bangun desa tidak bisa lepas dari kemampuan masyarakat terutama petani di kabupaten/kota untuk membangun desa termasuk generasi mudanya. Pemuda tak dapat dilepaskan peranannya sebagai pemegang estafet pembangunan dan di masa yang akan datang, mereka menjadi pilar, penggerak dan pengawal jalannya pembangunan daerah Sumsel,” kata Sarjan.

Wakil ketua BPOKK DPP Partai Demokrat ini merasa, harus ada solusi bagi penciptaan lapangan kerja dan gerakan pemuda desa saat melihat keadaan yang memprihatinkan. Dimana kecenderungan para pemuda terutama yang tinggal di kawasan pedesaan kurang tertarik terhadap dunia pertanian. Menurutnya mayoritas pandangan pemuda, bertani adalah pekerjaan tradisional yang kurang bergengsi dan hasilnya disamping tidak segera dapat dinikmati juga jumlahnya relatif tak memadai dibanding sektor lain seperti sektor industri dan jasa, sehingga regenerasi petani tidak bisa dan kebanyakan pemuda desa lebih memilih bermigrasi ke kota, ketimbang berusaha di desanya. “Faktor lain yang mempengaruhi mandeknya regenerasi petani di desa adalah akses terhadap lahan dan pendapatan,” terangnya.

Menurut Sarjan yang juga Balon Gubernur Sumsel ini, perlu sinergi peran serta antara pemerintah dan pihak swasta maupun lembaga lainnya untuk menarik minat pemuda menjadi petani. Disatu sisi Pemda Sumsel diharapkan dapat meningkatkan insentif bagi pihak swasta yang berkomitmen membangun pertanian dan memberdayakan masyarakat pedesaan Sumsel, menumbuhkan program pelatihan secara struktur, dan tersistem. 

“Hal penting lainnya dalam regenerasi petani disampaikan sarjan tahir adalah harus adanya keberpihakan pemerintah pada petani, atmosfir yang kondusif, menyiapkan pasar hasil pertanian dan pelatihan calon petani muda seperti teknik budi daya apertanian,  ilmu mengenai peluang usaha pertanian. bantuan mulai input produksi seperti benih, pupuk,  alat mesin pertanian dan sampai pada jaminan harga pangan  termasuk pembekalan mental wirausaha, membuka kesempatan berwirausaha seluas-luasnya, dan membantu mempermudah akses terhadap aspek pendukung dalam usahanya,” paparnya.

Ia juga menyampaikan, semua elemen terkait harus terus memdorong petani muda agar berperan aktif, kreatif dan inovatif dan  tertarik dengan bidang pertanian, sehingga dapat   menjadi pemicu dan berperan strategis sebagai upaya peningkatan pertanian yang menjalankan pertanian modern secara berkelanjutan menjadi pemacu motor penggerak bidang pertanian di sumsel. “Dan pada akhirnya  peran  pemuda petani tidak hanya sekedar mengawal produksi, tapi juga dapat menjadi pelaku agribisnis yang mampu membangun pertanian modern sehingga meningkatkan kesejahteraan petani menjadikan Sumsel semakin maju, terdepan dan berkeadilan,” tutupnya. (Wira)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi