Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Heru Senovlan     Tanggal : 09 Juli 2018 20:23     Dibaca: 199 Pembaca

Satu Pelaku Dugaan Money Politik di Pilbup Lahat Dilimpahkan ke Kejaksaan

Istimewa

Lahat, Detik Sumsel -- Kasus pelanggaran Pilkada Lahat, dugaan money politik yang ramai dilaporkan sejak Selasa malam (26/7) lalu, kini memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri Lahat telah melaksanakan tahap 2. Pelimpahan terdakwa atas nama Syahril, warga Desa Sukajadi, Kecamatan Pseksu, Lahat. Beserta barang bukti 10 amplop putih. 

Dari 17 laporan yang ada di Gakkumdu Lahat, baru ada satu perkara dengan tiga laporan yang masuk babak pelimpahan. Dengan laporan ketiganya mengarah ke terdakwa Syahril, yang saat itu melakukan pembagian uang ke masyarakat, dengan maksud menyuruh memilih salah satu paslon Pilkada Lahat.

"Terdakwa ini dilaporkan Selasa malam (26/7) lalu. Dalam keterangnnya, terdakwa membagikan uang itu bersama Pani, statusnya terduga pelanggar. Pani sudah dipanggil secara patut oleh Panwaslu, tapi sampai sekarang belum juga datang," terang Kajari Lahat Jaka Suparna SH melalui Kasi Pidum Kristanto SH, Senin (9/7).

Lanjutnya, terdakwa Syahril yang dijerat pasal 187 A ayat 1 UU no 10 tahun 2016, terkait dugaan money politik. Dalam prakteknya terdakwa mengakui mendapatkan uang tersebut dari JK. Hanya saja, hingga saat itu Pani dan JK yang ikut terlibat, belum juga diketahui dimana keberadaannya.

"Untuk penangkapan, itu ranahnya kepolisian. Terdakwa ini tidak kita tahan, karna di Undang undang tidak dijelaskan soal penahanan. Apalagi mulai dari pemeriksaan awal, penyelidikan, penyidikan, hingga pemeriksaan kita, terdakwa ini bersikap kooperatif," katanya.

Sementara itu, Syahril saat dibincangi mengatakan, dirinya merasa menyesal sudah melakukan pelanggaran itu. Pada awalnya dirinya hanya diajak oleh Pani. Rabu sore (26/7) JK memberikannya amplop berisi uang Rp 200 ribu, sebanyak 72 amplop, dan sudah disebarkan sebanyak 68 amplop.

"Saya menyesal, ini hanya buat saya dan keluarga jadi pusing. 10 amplop barang bukti itu, empat amplop sisa dari saya, enam amplop hasil laporan di Panwas," beber Syahril. (heru).

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi