Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Red     Tanggal : 26 Juni 2018 18:21     Dibaca: 185 Pembaca

Secara Elektabilitas HDMY Unggul, Secara Indeks Pemenangan Dodi-Giri Potensial

Direktur iPol Indonesia Petrus Hariyanto saat menyampaikan keterangan pers, di Hotel Zuri, Selasa (25/06).

Palembang, Detik Sumsel- Dua Kandidat Pilkada Sumsel, Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY) dan Dodi-Giri berpeluang memenangkan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumsel periode 2018-2023. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan pasangan Ishak-Yudha memberikan kejutan sebagai alternatif atau kuda hitam pada pesta rakyat Sumsel nantinya.

“Secara perolehan suara dan tren terkini harus diakui elektabilitas Herman Deru- Mawardi Yahya masih unggul tipis untuk memenangi pertarungan dengan meraup 30,64 persen suara, kemudian pasangan Dodi-Giri mengambil 29,46 persen suara disusul pasangan Ishak Mekki-Yudha 26,74 persen serta posisi akhir diambil pasangan Saefudin Aswari-Irwansyah 12,43 persen,” kata Direktur iPol Indonesia Petrus Hariyanto saat menyampaikan keterangan pers, di Hotel Zuri, Selasa (25/06).

Dijelaskan Petrus, hasil riset iPol Indonesia secara cermat dengan memberi cara pandang beda terhadap kompetisi Pilgub Sumsel 2018 melalui metode Mix Methode yang membaca dan memprediksi kemenangan kandidat berbasis teknologi politik pemenangan pemilu, Big Data dan jaringan iPol di Indonesia. Semua data dan analisa, dikaji secara mendalam oleh tim ahli di iPol Riset – iPol Institute dan iPol Success sebelum data dirilis.

Hasil dalam rilis ini menggabungkan enam elemen data itu, yakni data peta politik pilgub 2018, 2013 (kecenderungan 10-15 tahun terakhir) dan pergerakan sebaran suara kandidat 2018. Kemudian, data karakteristik tren elektabilitas tetap sekitar hampir 6 juta pemilih di sumsel, riset tokoh berpengaruh di sumsel, data viral di sosmed/cartografi (unsur menarik/beda/lucu-identitas-koneksi-partisipasi-iperan).

“Selanjutnya, big data Ipol Media Monitoring (monitoring terkini pergerakan trend and issue media minitoring), serta data hasil pantauan pergerakan jaringan Ipol Indonesia (pengkondisian tim pemenangan kandidat, saksi dan pergerakan suara pasti dan pengamanan),” sambungnya.

Jika menggunakan enam parameter Indeks Pemenangan Kepala Daerah (IPK) tersebut, diprediksi Dodi-Giri paling berpotensi menang. Disusul Herman Deru-Mawardi, Ishak Mekki-Yudha Mahyudin dan Aswari-Irwansyah. “Pertempuran keras terjadi antara Dodi-Giri, HD-MY dan Ishak Mekki yang akan memanfaatkan moment H-1. Prediksi Keunggulan Dodi secara IPK yang bersaing ketat dengan Deru dan Ishak Mekki di kisaran 75.000 suara atau meningkatnya suara Dodi di kisaran 31,35 persen (1.241.426 Suara), Suara Deru-Mawardi 1.213.197 (30,64%), Suara Ishak Mekki-Yudha 1.058.702 (26,74%) dan Saefudin Aswari-Irwansyah 417.023 (10,534%),” paparnya.

Masih menurut Petrus, terlepas dari itu, nama Alex Noerdin boleh dibilang menjadi indentitas politik Sumsel. Karena, selama 15 tahun Alex Noerdin selalu merekat dengan perubahan politik di Sumsel. Tahun 2008, Alex Noerdin maju dalam Pilgub Sumsel melawan Syahrial Oesman, dimana Alex Noerdin menjadi pemenang dengan selisih suara kurang dari 1% dari rivalnya. Kemudian, pada 2013, Alex Noerdin kembali maju untuk periode kedua, lagi-lagi Alex memenangi pertarungan dari lawan terberatnya Herman Deru, dengan selisih suara kurang dari 4%.

“Pilgub Sumsel 2018 ini tak jauh beda dengan dua pilgub sebelumnya. Artinya, Alex Noerdin tetap menjadi faktor menentukan. Namun, kali ini Alex Noerdin tidak maju dan merekomendasikan Dodi Reza Alex untuk bertarung pada Pilgub Sumsel 2018 yang menggandeng Giri Ramanda N Kiemas, pasangan yang mengusung nama besar ayahnya,” tandasnya. (Buy)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi