Diposting oleh : AMS     Tanggal : 20 Mei 2017 13:23     Dibaca: 900 Pembaca

Sehari Berwisata di Pulau Pahawang, Surga Tersembunyi di Bawah Laut Ujung Sumatera

Wartawan DetikSumsel.Com, Abdul Malik (Kaos Hitam) saat tiba di Dermaga Pulau Pahawang Besar

LAMPUNG merupakan salah satu daerah yang kaya akan wisata baharinya, terdapat banyak pantai untuk menikmati snorkeling wisata bahari. Salah satunya, wisata Pulau Pahawang, yang disebut Surganya Snorkeling. Ini karena pulau tersebut terkenal akan kekayaan biota lautnya, beragam terumbu karang tumbuh di perairan. Pulau Pahawang bisa menjadi alternatif untuk melarikan diri sejenak dari rutinitas pekerjaan yang membosankan atau sekedar menikmati libur akhir pekan.
--------------------------------------------------------------
Laporan Abdul Malik- Pulau Pahawang
--------------------------------------------------------------
SUDAH 1 jam kendaraan melaju dari pusat kota Bandar Lampung menuju Dermaga Ketapang, tempat dimana rombongan harus berlabuh sebelum melakukan penyeberangan ke pulau Pahawang. Rute yang menanjak bukit dengan luas jalan hanya cukup untuk dua lajur kendaraan membuat perjalanan terasa jauh. Padahal jika dihitung jarak tempuh dari pusat kota hanya 28 km. Berhubung weekend, maka butuh waktu 1,5 jam menuju lokasi. “Kalau hari biasa satu jam sudah sampai, karena libur. Jadi, kita harus sabar antri kendaraan,” kata Dr Abdurrahman, M.Ed rekan yang menemani saya bersama istri berlibur ke Pahawang. 

Tiba di Dermaga Ketapang, pengunjung akan ditawarkan kapal oleh beberapa nelayan untuk menyeberang ke pulau Pahawang, di dermaga ini pula setiap wisatawan akan ditawarkan sewa alat snorkeling di sepanjang dermaga. Biasanya mereka yang berwisata ke Pulau Pahawang ini sudah mengkuti paket jasa tour and travel. Tapi, jika anda coba untuk mandiri, harus pintar menawar. Sebab, sekali menyeberang bisa terkena tarif Rp500 ribu, makanya harus pintar dan usahakan sudah satu paket dengan sewa alat snorkeling, pelampung, makan dan foto di empat spot wisata. Nah, berhubung rombongan kami hanya empat orang, maka dikenakan biaya satu orang Rp200 ribu. “Sebenarnya, jika rombongan sampai 10 orang, hanya Rp100 ribu per orang sudah mendapatkan semua paket,” kata Aat pemilik jasa trip ke Pahawang.  

Sebelum menyeberang, pastikan sudah memiliki pakaian ganti dan bersalin terlebih dahulu, karena mulai start menyeberang wisatawan akan mulai bermain air sembari menikmati wisata laut. Waktu tempuh dari Dermaga Ketapang menuju Pulau Pahawang selama 45 menit. Nah selama perjalanan, mata kita ditakjubkan dengan keindahan alam biru laut yang luas, dikelilingi bukit di tepian pantai. “Sebelum kita menyelam, kita mampir ke Pulau Pahawang Kecil dulu,” kata Aat mengajak rombongan sembari mengarahkan kapal menuju pantai. 

Seiring kapal menepi, air laut seketika berubah menjadi hijau dengan terumbu karang yang tembus jangkauan mata, hamparan pasir putih menyambut seakan berkata selamat datang, saat kaki menginjak pasir terasa halus menyentuh jari-jari kaki. Rombongan pun langsung mengabadikan setiap sudut keindahan pantai, di Pulau Pahawang kecil ini, wisatawan juga dapat menikmati tantangan naik banana/donat boat untuk uji nyali ke tengah laut.

Setidaknya ada empat spot, di sekitar pulau Pahawang ini. Yakni, Pahawang Kecil, Pahawang Besar, pulau Kelagian, dan Tanjung Putus. Sedangkan untuk snorkeling, ada dua titik diantara Pulau Pahawang Kecil dan Besar dengan spot keindahan bawah laut terumbu karang dan ikan, sedangkan spot berikutnya Pulau Pahawang besar dengan tulisan Pulau Pahawang Wisataku di dasar laut. Saat menyelam, biasanya tour guide akan berperan mengambil foto wisatawan. Bagi anda yang tidak bisa berenang jangan khawatir, karena selain dilengkapi pelampung, ternyata tepian pantai ini dangkal, hanya 1,5 meter. “Agar fotonya bagus, akan lebih baik jika membawa roti saat menyelam karena ikan akan mendekat,” kata Aat sembari mengajak kami menyelam dan kemudian mengabadikan kegiatan snorkeling. 

Usai menyelam, wisatawan biasanya akan lapar. Makanya sejak awal minta paket plus makan. Tapi bagi Anda yang suka pengalaman, tidak masalah. Karena di Pulau Pahawang, ternyata banyak terdapat warung yang menyediakan makan, air kepala muda dan mie instan di pantai. Bahkan, di Pulau Pahawang Besar, banyak juga penduduk yang menyediakan jasa makan dan penginapan. Keramahan penduduk sekitar terhadap wisatawan membuat daya tarik sendiri. Inilah yang awalnya tidak kami kira, karena di Pulau ini terdapat 7 Desa dan bahkan akses pendidikan sudah tersedia merata. “Dari SD sampai SMA ada di pulau ini,” kata Aat.

Setelah mengabadikan dokumentasi di dermaga Pulau Pahawang, rombongan diajak ke Pulau Kelagian Lunik. Di pulau ini selain hamparan pasir putih, juga banyak batu-batu besar di pinggir pantai. Pengunjung juga dapat menikmati wisata pasir rumput dengan kedalaman hanya sebatas mata kaki. Bagi yang mengajak keluarga, di pantai ini terdapat pondokan yang disewakan sekedar untuk istirahat di bawah pohon-pohon besar. 

Sebenarnya, rute selanjutnya adalah ke Pulau Tanjung Putus, tapi berhubung jaraknya yang cukup jauh dari Pahawang Besar maka rombongan memutuskan untuk kembali ke Dermaga Ketapang mengingat waktu sudah sore menunjukkan pukul 16.30 WIB. Untuk berlibur di Pulau Pahawang ini tidak cukup hanya satu hari, harus menginap supaya semua keindahan yang terpendam dalam surga bawah laut di ujung pulau Sumatera ini dapat dinikmati. Seiiring kapal kembali ke Dermaga, matahari pun memancarkan warna kemerah-merahan dan mulai terbenam di ufuk barat. Rombongan tiba di Dermaga Ketapang dan kemudian berlanjut kembali ke daerah masing-masing. (*)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi