Iklan Lucianty Pahri
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Wirangga     Tanggal : 13 Juni 2018 21:55     Dibaca: 127 Pembaca

Seikat Rp4 Ribu, Sehari Dewi Bisa Buat 300 Ketupat

Dewi Saat Menjual Kulit Ketupat Di Lokasi Sekitar Tempat Tinggalnya, Kecamatan Kertapati, Kelurahan 3 Ulu. (FOTO: M Tohir/DETIK SUMSEL)

Palembang, Detik Sumsel- Jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, tingginya permintaan masyarakat terhadap kulit atau bungkus ketupat membuat para pedagang musiman merasa mendapatkan berkah. Salah satunya yaitu, Dewi (39) yang merupakan pedagang musiman kulit ketupat. 

Menurutnya, mesti mendekati hari Raya Idul Fitri serta telah banyak masyarakat melakukan aktifitas mudik, namun peminat kulit ketuapat buatannya semakin meningkat.

"Sebelum puaso bae kito la buat kulit ketupat ini, memang dak terlalu banyak, tapi jelang hari Lebaran, sehari kito biso buat sampe 300 ketupat kalu digaweke nian, dan 300 ketupat itu kito jual setiap harinyo," jelas warga Kecamatan Kertapati, Kelurahan 3 ulu tersebut kepada Detik Sumsel, Rabu (13/06) sore.

Untuk bahan pembuatan ketupat, dirinya mengatakan, bahwa bahan tersebut dibeli dari orang-orang yang memang tinggal di daerah. "Banyak yang beli samo dio, dan dio jugo sengajo datangi kami jualke bahan pembuat ketupat ini," ujarnya.

Warga Kecamatan kertapati, Kelurahan 3 Ulu tersebut juga menjelaskan, untuk penjualan, dirinya hanya menunggu pembeli yang sengaja mendatanginya di lokasi tempat tinggalnya.

"Yang belinyo wong datangan, soalnyo kalu nak ngambek ke pasar la lain hargo, yang pasti memang rezeki nian waktu nak lebaran," tambahnya.

Untuk harga, dirinya mengatakan tidak mematok harga khusus. Namun menurutnya, untuk harga tidak dapat dipastikan, karena mendekati Hari Raya Idul Fitri, harga kulit ketupat dapat selalu berubah dan semakin meningkat.

"Hargo setiap sepuluh ketupat atau per ikat, kalu sebelum puaso tadi kito jual Rp.1.500, naek terus jadi Rp.2.000, Rp.2.500. Apolagi kalu bahannyo dak katek, tambah mahal, pacak Rp.4.000 sepuluhnyo. Kalu wong nak bejual lagi pacak lebih, Rp.7.000 sepuluhnyo," katanya.

Dalam proses pengerjaan pembuatan ketupat, dirinya mengaku hanya mengerjakannya sendirian tanpa dibantu siapapun. "Dak setedokan singgohnyo, sampe sahur buat ketupat lagi," tutupnya. (Wira/Tohir)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi