Diposting oleh : Butet Kertaradjasa     Tanggal : 13 Agustus 2017 10:24     Dibaca: 147 Pembaca

Sekolah Jual Buku, Wali Murid Ngeluh

Ilustrasi

Palembang, Detik Sumsel- Pelarangan penjualan buku di sekolah tampaknya tidk berjalan efektif, pasalnya di sebagian sekolah masih saja ditemukan ada pihak atau oknum guru yang masih melakukan penjualan buku untuk siswa dengan harga yang relatif mahal. Bahkan, ada juga oknum guru yang secara terang-terangan bekerjasama dengan pihak penerbit untuk menjua buku tersebut.

Hal ini diungkapkan Elly (47) wali murid di salah satu SMP Negeri di Palembang ini mengeluhkan bahwa anaknya diwajibkan untuk membeli buku di sekolah. "Setahu saya tidak boleh lagi ada jual-beli buku di sekolah, tapi ada guru yang mengharuskan anak saya untuk membeli buku," ungkapnya kepada detik sumsel, Minggu (13/8).

Diakui buruh cuci ini, untuk satu jenis buku harga dipatok hingga ratusan ribu rupiah dengan sistem pembayaran lunas. "Padahal baru saja anak saya dimintai uang untuk beli seragam oleh pihak sekolah, ini sudah disuruh beli buku juga dengan harga yang saya nilai mahal," cetusnya.

Hal senada diungkapkan Rupiah yang juga salah satu wali murid SMA Negeri di Palembang. Dikatakannya, pembelian buku di tempat anaknya bersekolah agak sedikit dipaksakan. "Kalau tidak beli nilai akan kecil, ancaman ini tentu saja buat siswa takut dan cemas," ungkap Rupiah.

Menurutnya, bukan persoalan pembelian buku tersebut yang jadi keberatan, tetapi pihak sekolah menjual buku dengan harga yang lebih tinggi dipasaran. "Selisihnya kalau kita beli di toko buku bisa sampai Rp30 ribuan, kan lebih baik beli di luar daripada di sekolah. Tetapi ada beberapa guru yang mewajibkan beli buku hanya diperbolehkan di sekolah saja," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo MPd menegaskan pihak sekolah sangat dilarang memaksa siswa untuk membeli buku. "Apalagi harus mewajibkan siswa untuk membeli buku dengan penerbit tertentu, ini tidak boleh," tegasnya.

Lanjutnya, wali murid dipersilahkan membeli buku dimana saja dan tidak harus membeli di sekolah."Kalau ada oknum guru yang memaksa harus membeli buku penerbit tertentu di sekolah silahkan dilaporkan saja, artinya hal tersebut ada unsur pemaksaan dan tentu melanggar ketentuan," kata Widodo.

Terpisah, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang Drs Herman Wijaya MSi menyebutkan pihaknya akan menyisir ke sekolah-sekolah negeri terkait adanya info penjualan buku dengan penerbit tertentu di sekolah-sekolah. "Akan bentuk tim, kalau terbukti ada oknum guru yang menjual buku dengan memaksa harus segera di sanksi," tegas Herman.

Herman menambahkan, pihaknya akan membuka unit pelaporan di Dinas Pendidikan Kota Palembang terkait penjualan buku yang sifatnya memaksa. "Bagi wali murid yang keberatan silahkan laporkan dan akan segera ditindaklanjuti," pungkasnya. (tet)

 

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi