Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Edy Parmansyah     Tanggal : 10 Desember 2017 13:50     Dibaca: 495 Pembaca

Selama di Yogyakarta, Ini Kegiatan Bupati Muba

Bupati Muba H Dodi Reza Alex, saat melihat wisma ranggonang.

Yogyakarta, Detik Sumsel - Ada banyak bidang yang jadi perhatian utama dan prioritas pada kehadiran Bupati Muba H Dodi Reza Alex dalam rangkaian acara Pelantikan dan reuni akbar IKPM Muba 2017-2019. Perhelatan akbar bagi pelajar dan mahasiswa dengan mengusung tema optimisasi peran IKPM Maju Berjaya,  sekaligus merekatkan lintas angkatan, sesepuh, alumni penghuni asrama Ranggonang di Yogyakarta. Patut dicatat, tanggal 9 Desember 2019, bertempat di XT Square Jogja merupakan momen pertama pelantikan  IKPM  yang langsung dihadiri Bupati Muba. 

Tak mau sekedar hadir pada acara seremoni Sabtu malam,  pada siang hari Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin didampingi Ketua TP PKK Muba Hj Thia Yufada  mengunjungi asrama Putra Ranggonang di Baciro. Di lokasi ini, Dodi memotifasi  dan mengecek semua fasilitas asrama. Dodi bahkan dengan senang hati mengetok pintu penghuni asrama dan mengajak ngobrol si penghuni. Tak ayal mahasiswa yang tak menyangka.bakal dikunjungi Bupati Muba di kamar sendiri kaget dan tampak kelewat senang bercampur grogi. Untungnya suasana itu tak berkepanjangan sebab Dodi pun berlaku santai, duduk di samping dipan dan bercerita masa dirinya jadi anak kost di Belgia kala menuntut ilmu. 


Adi, mahasiswa asal Sungai Keruh, salah satu penghuni kamar lantai dua pun menjawab satu persatu pertajyaan. Obrolan di kamarnya  berlalu dengan santai meski tetap penuh makna. Santai obrolan berlangsung dengan penghuni kamar.  Sejumlah persoalan seputar pendidikan hingga pola hidup bersih nyaman jadi perbincangan. Lepas berbincang dengan Adi,  Dodi menyapa satu persatu pelajar dan mahasiswa Muba yang menghuni asrama. Tegur sapa ramah langsung berlanjut dengan dialog dari fasilitas yang diberikan Pemkab Muba mulai perlengkapan kamar, sarana air bersih, rasa nyaman dan tentu saja bea siswa. 


Agus, eorang mahasiswa S2 asal Sekayu ikut memandu saat orang nomor satu di Muba menyambangi asrama. Kata Agus, pelajar dan mahasiswa Muba di Yogyakarta sangat bangga dan bersenang hati menikmati sarana asrama yang nyaris sempurna dan nyaman. "Kami sangat beruntung dikunjungi Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin. Banyak yang ingin kami sampaikan dan ada sebagian sudah tersampai selama ini. Nah ini didatangi Pak Dodi sungguh luar biasa. Terus terang segala urusan selama ini memang tak ada hambatan. Dan terutama mengenai beasiswa alhamdulillah kami selalu diperhatikan, "beber Agus di sela kunjungan Bupati Muba,  Sabtu  (9/12) di Yogyakarta. 

"Nah sekarang berapo beasiswa setahun? Kita akan naikkan. Bagi yang berprestasi pasti diutamakan. Ini ada Kadisdikbud, Safarudin. Pak Sapar, tahun depan beasiswa dianaikkan. Semua keperluan mahasiswa dan pelajar dipermudah dan ditingkatkan.  Untuk fasilitas gedung yang rusak atau kurang beneri, tambah, bangun. Disini juga ada Kadis Perkim Mursalin dan juga Plt Kadis PU PR, Herman Mayori.  Semua akan diperhatikan," tegas Dodi.

Malamnya, di lokasi acara, XT Square acara diisi dengan sejumlah atraksi dan gelaran budaya khas Muba. Atraksi ini melengkapi acara pelantikan pengurus IKPM Muba dan reuni akbar penghuni Asrama Ranggonang. Sejumlah Kepala Perangkat Daerah tampak hadir. Ketua DPRD Muba Abu Sari dan Hafiz serta Tapriansyah ikut menyimak perhelatan acara.  Mereka ini kebanyakan adalah para alumni penghuni asrama kebanggaan warga Muba. Diantara mereka ini pun masing-masing punya prestasi membanggakan di bidang yang mereka geluti. Mulai birokrat, pengusaha, anggota DPRD Muba,  anggota DPRD Sumsel, hingga pelaku seni. Selain itu banyak alumni yang mengabdi sebagai pendidik. Kiprah mereka ini diakui oleh masyarakat Yogyakarta dan terkhusus warga Muba dan Sumsel secara umum.

Agung, Ketua IKPM Muba terpilih periode 2017-2019 memyampaikan terima kasih atas perhatian yang tak henti dari Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin terutama di bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan Muba sudah kampiun. "Kami juga bangga ada orang tua kami di perantauan ini seperti Dr Abdul Qudus  dan Dr Julan Hernedi masing -masing kepala sekolah dan dosen di Universitas Ahmad Dahlan. Mereka selalu membimbing kami. Yang membanggakan para alumni Asrama Ranggonang yang kini sudah berkiprah membangun Muba selalu membimbing kami," jelas Agung.

Julan sebagai sesepuh IKPM Muba di Yogyakarta menyambut baik atas kedatangan Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin.  "Ini pertama kali Pak Dodi melantik pengurus IKPM Muba. Namun Pak Dodi bukan pertama kali ini mengunjungi pelajar dan mahasiswa, sudah sering dan saya sangat apresiasi. Ini salah satu acara terbesar yang pernah saya saksikan terkait IKPM Muba. Saya sepakat dengan Pak Dodi bahwa pendidikan menjadi urusan utama. Manusia Muba harus jadi unggul.  Pada 30 sampai 40 tahun kedepan dunia akan dihuni para juara. Pada kurun itu penduduk dunia sudah gaek, tua.  Dan saat itu warga generasi Indonesia sedang performa unggul. Kita akan leading. Dan ini harus diantisipasi. Kepada Pak Dodi kami juga sepakat pendidikan tingkat mutu dunia harus terus  dipacu. Kami senang pendidikan Muba terus mengalami peningkatan. Dan jangan sia siakan kontribusi pemerintah yang disampaikan Dodi Reza Alex Noerdin harus ditangkap sebagai peluang dan kesempatan membangun diri. Budayakan tradisi belajar, menulis dan berkarya,"harap Julan di hadapan hadirin.

"Berpikir kritis harus,  demo boleh tapi harus konstruktif. Kepada ketua terpilih satukan warga IKPM yang terserak dan para sesepuh dan alumni. Jangan terkotak, bulatkan. Alhamdulillah banyak success story ditampilkan para alumni," beber Julian. 

Usai penyampaian dari Julian,  Abdul Qudus, alumni Asarama Ranggonang dan seorang pwndidik di Yogyakarta menyampaikan sejumlah rumusan pemikiran terkait pembamgunan yang sedang dilakukan Pemkab Muba.  Qudus memberikan poin pemikiran seturut  visi pembamgunan  Muba Bergerak, Muba  Maju Berjaya.

"Pendidikan jadi acuan saya. Sebagai guru sejak 1992 di Yogyakarta lumayan 24 tahun saya dipercaya sebagai fasilitator Mutu Pendidikan di Joga. Ada lima poin terkait pendidikan yang saya usulkan. Pendidikan sebuah keharusan. Saya contohkan betapa guru itu utama. Saat Jepang dibombardir USA 1949, Hiroshima dan Nagasaki hancur lebur oleh bom. Dan yang jadi perhatian Kaisar Hirohito adalah guru. Berapa guru yang hidup dari pengeboman, tanya Hirohito kepada panglima perangnya. Maka guru harus jadi prioritas dalam memajukan pendidikan. Penguatan pendidikan karakter juga harus menjadi peehatian," papar Qudus.

Reuni juga diisi dengan penyerahan penghargaan diberbagai bidang, mulai pendidikan, bidang birokrasi pemerintahan, bidang entrepreneurs,  bidang pembangunan, bidang politik,  dan bidang kepemudaan, bidang aktivis pemuda dan prestasi akademik. Sejumlah nama mulai Herman Mayori, Hafiz Maulay, Agus Raplen hingga Rusydan diganjar penghargaan.  Penyerahan penghargaan dilakukan pada penghujung acara oleh Bupati Dodi. Menururnya pelantikan IKPM Yogyakarta dan reuni akbar adalah momen sangat penting. "Terbukti banyak dihadiri banyak sesepuh para alumni hingga Ketua DPRD Muba. Saya ucapkan terimakasih atas sumbang sih para sesepuh yang tak henti mensupport para pelajar dan mahasiswa. Kita bangga Muba dan Sumsel kini jadi sorotan dunia. Nah kenapa acara ini penting?  Sebab baru pertamakali inilah pelantikan pengurus IKPM dihadiri Bupati Muba. Inilah kenapa bagi saya penting, " terang Dodi. 

Terkait usulan poin pendidikan  Dodi setuju perlu dimajukan dan telah Muba di Bawa kepemimpinannya telah melakukan terobosan pendidikan standard mutu dunia. "Kita sudah lama dininabobokkan bahwa daerah Kita kaya. Tapi sampai kapan. Sumber daya alam tak terbarukan ini harus disikapi serius. Kuncinya pendidikan. Kedatangan saya juga harus diartikan sebagai tanggapan dan sikap serius saya terhadap pendidikan.  Saya pesan Kepada pengurus yang terbentuk untuk mampu menyatukan yang terkotak atau terpisah.. Saya pernah jadi ketua ikatan pelajar Belgia padahal saya masih S1. Nah sebagai pelajar perantauan saya ingatkan agar menjalin hubungan baik dengan pemerintah. Makanya begitu tiba, saya beserta istri langsung meninjau ke asrama hingga masuk ke kamar mereka."

Hasil kunjungan ke asrama Ranggonang langsung membuahkan perubahan.  Dodi  meminta pada anggaran   tahun depan asrama Ranggonang direhab. "Kita lengkapi sarana prasarananya. Termasuk fasilitas belajar, komputer dan juga perlengkapan adat mulai baju dan pernik seni. Kita wujudkan Muba maju berjaya di Yogyakarta.  Saat ini Muba gencar dan masif membangun infrastruktur jalan dan jembatan.  Nah terimakasih kepada DPRD Muba. Kami saat ini  kompak sehingga pengesahan APBD Muba tercepat dan karenanya diganjar penghargaan oleh pemerintah pusat. Kepada Pak Qudus soal pendidikan dan guru saya setuju. Dan Alhamdulillah sebagian besar sudah kami laiukan.  Sudah ada 7 guru kita kirim ke Australia untuk belajar. Tahun depan ada kepala sekolah yang kita utus belajar ke Malaysia. Nah nomor satu guru, kedua guru, dan ketiga guru. Ini prioritas kami. Untuk pelajarnya, bagi yang berprestasi akan diberi beasiswa minimal dua kalilipat dari jumlah  sekarang yang 3 juta per tahun," tegasnya.

Dodi juga menyapaikan benerapa langkah syrategis yang dilakukan. "Penting dan perlu saya sampaikan kepada para sesepuh IKPM Yogyakarta,  Muba pada 2018 bangun politeknik penerbangan  dan tahun 2019 sudah menerima mahasiswa se Indonesia."
 Adik-adik pelajar dan mahasiswa juga ingat, tanggal 13 Oktober 2017 sejarah Muba tercatat. Baru saat itulah untuk pertamakali Presiden RI mengunjungi Muba di Desa Panca Tunggal,  Sungai Lilin. Untuk apa? Melakukan replanting sawit yang juga pertamakali terjadi di Indonesia. Kalau ini berhasil, bayangkan dalam 3 tahun ke depan maka lonjakan tingkat ekonomi masyarakat tidak mustahil terjadi. Luar biasa masa depan petani sawit Muba akan melambung. Nah saya cerita biar para pelajar mahasiswa tahu yang terjadi di Muba."

Mengakhiri sambutannya, Dodi berpesan agar para pelajar dan mahasiswa Muba giat belajar. "Yang penting sekolah yang bener, berorganisasi yang bener tidak usah berpolitik.  Bangun jaringan, bergaul yang baik. Maka begitu lulus langsung ready to use. Kalau saya dihadapkan dua pilihan: kualitas dan prestasi sama maka saya akan pilih yang asal Muba ketimbang asal luar Muba. (edy)


  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi