Iklan Lucianty Pahri
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : AMS     Tanggal : 10 Maret 2017 19:10     Dibaca: 587 Pembaca

Selama Enam Bulan Uang Makan 5.413 Guru di OKI Belum Dibayar

Bendahara Pengeluaran Dinas Pendidikan OKI, Eko Sugiarto

Kayuagung, Detik Sumsel- Sebanyak 5.413 guru mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar (SD), SMP hingga SMA yang tersebar diseluruh kecamatan dalam Kabupaten OKI resah. Pasalnya, uang makan pahlawan tanpa tanda jasa selama 6 bulan terhitung sejak September-Desember 2016 serta Januari-Februari 2017 tak kunjung dibayar pemerintah.

Menurut penuturan sejumlah guru, pembayaran uang makan sekitar Rp15.000 per hari yang menjadi hak pendidik itu sampai saat ini tidak ada kepastian dari pemerintah. Para pahlawan tanpa tanda jasa hanya bisa pasrah menerima kenyataan ini.

Kendatipun para guru sudah berulang kali menanyakan langsung perihal kapan pembayaran uang makan ini ke Dinas Pendidikan, namun tak satupun pengambil kebijakan yang bisa menjawabnya.

"Kami sudah cukup lama menunggu dengan sabar kapan kepastian uang makan kami dibayarkan. Aneh juga sampai saat ini tidak ada kepastiannya. Ya, terakhir kali kami menerima uang makan sejak Agustus 2016," tutur Mis, salah satu guru di OKI, (10/3).

Menurut dia, jatah uang makan ini diberikan kepada semua Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI. Namun hanya sejumlah ASN selain guru yang telah dibayarkan. Sementara semua guru belum dibayarkan.

"Kalau untuk Januari-Februari 2017 mungkin nanti akan dirapelkan karena dibayar per triwulan. Tapi, bagaimana yang 4 bulan tahun 2016," katanya.

Dia berharap, pemerintah segera menindaklanjuti keluhan para guru ini menginggat itu adalah hak ASN.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan OKI, Zulkarnain melalui Bendahara Pengeluaran, Eko Sugiarto meminta para guru PNS yang ada di OKI untuk bersabar. Sebab dipastikan pembayaran uang makan guru akan direalisasikan satu pekan ke depan.

"Kami akui memang ditahun 2016 terhitung September hingga Desember, uang makan guru dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA belum dibayarkan karena beberapa faktor. Kami harap guru bersabar. Karena itu adalah hak guru, jadi uang makan akan dibayarkan satu pekan ke depan," jelasnya.

Dia menilai uang makan untuk seluruh guru PNS tersebut merupakan tambahan penghasilan yang didasarkan pada beban kerja.

Tertundanya pembayaran uang makan itu karena ada selisih di perhitungan awal sekitar Rp480juta.

"Kita akui juga memang ada kesalahan dalam perhitungan yakni sekitar Rp480juta untuk bayar pajak. Ajuan dana untuk membayar uang makan guru sebesar Rp6,3miliar rupanya pada awal Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) turun masih kurang sekitar Rp480juta lebih untuk pembayaran pajak. Kalau kita bayarkan tanpa membayarkan pajak itu salah. Kalau kita bayarkan ke pajak, maka dana itu hanya bisa membayar uang makan selama 3 bulan saja dan itu juga salah,"terangnya.

Saat ini, kata dia, pembayaran uang makan sudah ada titik terang karena Surat Penyediaan Dana (SPD) bernomor 128 telah keluar dan  kemungkinan satu pekan kedepan dibayarkan.

"Ya, SPD nya sudah keluar dengan No SPD 128. Jadi tidak lama lagi semua uang makan guru tahun 2016 dibayarkan," ucapnya.

Dia berharap permasalahan ini tidak terulang lagi dikemudian hari. Guna meminimalisir kejadian ini, pihaknya telah mengusulkan dana untuk uang makan guru ke bagian perencanaan, termasuk didalam Anggaran Biaya Tambahan (ABT).(Iyan)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi