Diposting oleh : Amin     Tanggal : 13 Maret 2017 20:51     Dibaca: 269 Pembaca

Selesai Jalani Rehab, 10 Korban Napza Dipulangkan

Wakil Walikota Lubuklinggau Sulaiman Kohar didampigi Ketua Yayasan Syifa Alif Ar-Rahman Eva Susanti memberikan sertifikat dan santunan kepada peserta napza yang masih menjalani proses rehabilitasi. Senin (13/03) (Foto: Amin Fadly/Detik Sumsel)

Lubuklinggau, Detik Sumsel-Sebanyak 10 orang korban pecandu narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lain (Napza) yang di rehabilitasi pada yayasan Syifa Alif Ar-Rahman, Kelurahan Watas Lubuk Durian, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau dipulangkan.

10 orang pecandu napza tersebut juga menerima sertifikat telah ikuti rehabilitasi dan dinyatakan telah menyelesaikan program rehabilitasi pada yayasan tersebut. Dalam kegiatan tersebut, hadir langsung wakil walikota Lubuklinggau dan Kepala BNN Kota Lubuklinggau.

Ketua Yayasan Syifa Alif Ar-Rahman Eva Susanti kepada Detik Sumsel mengungkapkan, sebagian peserta rehabilitasi mereka adalah hasil dari penjaringan anjal oleh pihak dinas sosial (Dinsos) kota Lubuklinggau, kemudian bekerjasama dengan pihaknya dan dilakukan rehabilitasi."Ya ada juga yang sempat melarikan diri karena mungkin kurangnya dukungan dari pihak keluarga," ungkap Eva, Senin (13/03).

Dia menjelaskan, dalam rehabilitasi yang dilakukan pihaknya, mereka tidak hanya konsentrasi pada menyembuhan dari ketergantungan terhadap napza tersebut, melainkan juga mengajarkan ilmu agama dan pendidikan atau pengetahuan dasar.

"Pada dasarnya, korban penyalahgunaan napza ini karena jauh dari ilmu agama, makanya kita berikan juga pemahaman agama. Kami juga mengharapkan, sekolah-sekolah yang ada di Lubuklinggau ini mampu menerima mereka setelah mereka selesai jalani program rehab disini," jelas dia.

Di tempat yang sama, Wakil Walikota Lubuklinggau Sulaiman Kohar menyampaikan, pihaknya sangat berterimakasih kepada pihak yayasan yang telah memberikan pendidikan dan membantu korban ini dalam proses penyembuhan dari ketergantungan napza.

"Saya sangat tahu bagaimana yayasan ini berdiri sejak awal. Dengan segala keterbatasan dan telah sangat tulus memberikan pengetahuan ilmu kepada anak-anak korban napza ini. Mereka sudah bisa ngaji dan sholat. Alhamdulillah, kita harapkan anak-anak ini sembuh secara total selamanya," kata wawako.

Kepada orang tua, khusus bagi anaknya yang terlah terlanjur menjadi korban napza, agar tidak menyalahkan anak-anak tersebut. "Saya mengajak kita smua, jagan menyalahkan mereka. Karena mereka korban, mungkin kita sebagau orang tua salah mendidik. Saya harapkan, anak-anak yang ada disini dapat sembuh dengan baik. Kita sudah melihat juga penyesalan dari mereka. Jangan mengulangi lagi, ini sangat berbahaya. Silahkan lanjutkan rehab bagi yang masih menjalankan rehab disini," harapnya.

Sementara itu, Dimas, salah satu peserta rehab yang berhasil menyelesaikan program rehabilitasi selama enam bulan menyampaikan, dirinya sangat berterimakasih kepada staf-staf yang ada pada yayasan tersebut, karena sudah membimbing dirinya dan rekan-rekan dari bahaya narkoba.

"Saya sangat berterimakasih, karena saya bisa terlepas dari bahaya narkoba. Selama ini saya di pasar, sering narkoba dan jadi preman. Alhamdulillah yang dulunya saya tidak bisa azan, sholat dan mengaji, sekarang saya bisa jadi imam," ungkapnya. Dia mengharapkan agar dirinya tidak lagi kembali ke dunia tersebut. "Saya minta doanya agar saya tidak lagi kembali seperti saya dahulu," tutupnya.(FFA)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi