Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Maya     Tanggal : 06 Juli 2018 22:34     Dibaca: 579 Pembaca

Serikat Pekerja Pertamina Ancam Mogok Produksi, Ini Sebabnya

Detik Sumsel/Maya - Suasana saat Serikat Pekerja Pertamina bersatu memberikan keterangan soal Akuisisi Pertagas oleh PGN, Jumat (06/07).

Palembang, Detik Sumsel - Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Jakarta, Dicky Firmansyah menyesalkan aksi Direksi Pertamina yang telah mengakuisisi perusahaan Pertagas kepada Perusahaan Gas Negara (PGN). Aksi itu dinilai sama saja dengan menggadaikan aset bangsa kepada asing.

"Kami secara tegas menolak akuisisi ini. Jangan paksa kami untuk bertindak yang bisa merugikan masyarakat. Jika masih belum ada titik temu, maka segera akan kami lakukan aksi industrialisasi," kata Dicky bersama Pj Ketua Umum Serikat Pekerja Pertamina RU III, Yuchnaidi bersama seluruh anggota serikat Pekerja Pertamina di Pertamina RU III, Jumat (6/7).

Aksi industrialisasi itu bisa berupa stop produksi gas, penutupan depo hingga stop produksi minyak di kilang. Ini bisa jadi hasil akhir jika semua jalan sudah buntu dan direksi tetap ngotot melakukan proses akuisisi tersebut.

Dicky mengungkapkan itu secara tegas, lantang, dan bersuara keras. Dia menilai skema akuisisi yang dilakukan tidak menjamin dominasi penguasaan negara sesuai amanat konstitusi, dimana perusahaan yang 43,036 persen sahamnya dimiliki oleh swasta. "Kepemilikan swasta ini justru didominasi pihak asing," katanya.

Selain itu, tindakan akuisisi Pertagas oleh PGN tersebut berpotensi mengakibatkan kerugian negara dan patut diduga penyalahgunaan wewenang yang bertujuan menguntungkan sekelompok pihak.

"Bayangkan, Dirut kami beberapa waktu lalu dilengser, dan sekarang diganti Dirut yang berstatus Plt, tapi dalam beberapa bulan banyak sekali kebijakan yang dijalankan tapi kebanyakan hanya menguntungkan pihak tertentu. Ini yang kita sesalkan," ujarnya.

Menurut Dicky, Pertagas sebagai perusahaan yang sehat dan memiliki proyeksi keuntungan bisnis yang baik, 100 persen sahamnya berpotensi divaluasi atau valuasi direkayasa menjadi lebih rendah dari nilai yang seharusnya.

Cara ini dinilainya sangat tidak sehat. Proses konsolidasi juga, katanya melalui akuisisi Pertagas oleh PGN  dilakukan secara terburu-buru, hanya berdasarkan opsi tercepat tanpa memperhatikan kajian aspek seperti komperhensif, termasuk tidak terbatas dalam hal organisasi, kelembagaan dan SDM. "Ini kita lihat sangat berpotensi merugikan negara," ujarnya.

Pihaknya pun, diakui bukan tinggal diam. Banyak hal yang sudah dilakukan agar akuisisi tidak terjadi, mulai dari melakukan pertemuan formal dan informal dengan Direksi langsung, namun semuanya telah terabaikan. Jajaran Direksi tetap ngotot mengambil kebijakan akuisisi tanpa memikirkan dampak tersebut ke depan.

"Tolong sampaikan, kami bersama 8700an anggota Serikat Pekerja Pertamina dan Federasi menolak tegas akuisisi ini," katanya.

Pihaknya juga menuntut agar Conditional Sales dan Puschase Agreement (CSPA) dibatalkan dan seluruh proses Akuisisi Pertagas oleh PGN segera dihentikan.

"Saat ini, status kami siaga satu dan siap melakukan aksi industrialisasi di bawah komando SPP RU 3dan FSPPB," ucapnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi