Diposting oleh : AMS     Tanggal : 09 November 2017 19:03     Dibaca: 89 Pembaca

Soroti Upaya Peningkatan PAD, Sembilan Fraksi Sampaikan Pemandangan Umum Raperda APBD 2018

Rapat Paripurna XXXV DPRD Provinsi Sumsel penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi.

Palembang, DetikSumael- DPRD Sumsel bersama Pemprov Sumsel kembali melanjutkan sidang pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Sumsel tahun anggaran 2018, Kamis (9/11). Kali ini agenda rapat Paripurna XXXV DPRD Provinsi Sumsel penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi.

Pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sumsel tersebut merupakan tanggapan terhadap penjelasan Gubernur Sumsel tentang APBD Sumsel 2018 pada rapat Paripurna sebelumnya. Pemandangan umum yang disampaikan berisikan tentang tanggapan, pertanyaan, masukan dan saran dalam rangka penyempurnaan APBD Sumsel 2018.

Sembilan Fraksi DPRD Sumsel yang menyampaikan pemandangan umum yakni Fraksi PDI Perjuangan, Demokrat, Golkar, Gerindra, PAN, PKB, Hanura, PKS, dan fraksi partai Nasdem. Pemandangan umum disampaikan melalui juru bicara masing-masing fraksi. 

Secara garis besar, dalam pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sumsel mengharapkan penjelasan tentang upaya peningkatan pendapatan daerah, menurunnya dana penyeimbangan, danlainnya. Diantaranya, Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicaranya, Ike Mayasari menjelaskan bahwa Fraksi PDIP melihat dari estimasi pendapatan derah yang mengalami peningkatan, menjadi sebuah prestasi yang harus terus di tingkatkan. Untuk itu, Fraksi PDIP mengharapkan dilakukannya pengembangan BUMD dalam meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan Sumsel sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.

Pendapat senada diungkapkan Juru Bicara Fraksi PKB DPRD Sumsel, Hj Nilawati. Menurutnya, PAD Sumsel ditargetkan mencapai Rp 3,6 triliun atau mencapai Rp 443 miliarpada tahun 2018 mendatangi. Apakah rencana tersebut tersebut sudah menentukan proyeksi PAD tahun depan. "Sektor mana saja yang belum mendapatkan perhatian yang optimal, termasuk sisi mana saja kebocoran pajak daerah dan retribusi daerah yang tertinggi, kami minta dijelaskan,” kata Nilawati.

Masih menurut Nila, mengenai proyeksi kenaikan PAD, baik yang berasal dari pajak daerah, retribusi daerah dan lain PAS yang sah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, asumsi dasar apa yang menjadi landasan kenaikan proyeksi pad tersebut. "Ini harus disampaikan sehingga pada kedepan akan lebih optimal lagi,” sambungnya. 

Sementara itu, Juru bicara Fraksi Golkar, Anwar Hasan mengatakan meski pembangunan infrastruktur dan saran lainnya di Palembang terus digenjot namun Fraksi Golkar meminta kepada Pemprov Sumsel untuk memperhatikan juga pembangunan di kabupaten kota terutama pembangunan jalan keadaan rusak.

"Dan perlu perhatian khusus untuk segera dilakukan perbaikan, agar dapat meningkatkan daya dukung kelancaran aktifitas ekonomi masyarakat,” kata Anwar.

Lanjutnya, sehingga pembangunan tidak hanya dirasakan masyarakat perkotaan saja tetapi juga dapat dirasakan oleh masyarakat Seluruh daerah yang ada di Sumsel yang menjadi salah satu faktor dominan ketidak tercapaian target pendapatan daerah adalah pembagian dana bagi hasil pajak dan bukan pajak (ada).

"Untuk itu kami meminta kinerja Dinas Pendapatan Daerah harus lebih maksimal dan mewujudkan pencapaian target pendapatan daerah melalui peneriman pajak daerah,” tukasnya.

Diketahui, berdasarkan RKPD Provinsi Sumsel tahun 2018 dan sesuai dengan nota kesepakatan KUA/PPAS yang telah ditandatangani bersama oleh Gubernur dengan pimpinan DPRD Provinsi Sumsel tanggal 31 Oktober. Hal itu sekaligus menetapkan Rancangan APBD Provinsi Sumsel tahun anggaran 2018 ditetapkan sebesar Rp6.900.580.106.642,05 dan mengalami penurunan sebesar Rp2.075.756.291.152,99 atau 23,12% dari APBD tahun anggaran 2017.

Rinciannya meliputi pendapatan dari PAD, Dana perimbangan, lain-lain pendapatan daerah yang sah. Kemudian belanja yang meliputi belanja tidak langsung dan belanja langsung serta pembiayaan dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. (Adv) 

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi