Diposting oleh : Bara Revolusioner     Tanggal : 04 Oktober 2017 08:46     Dibaca: 95 Pembaca

Sosialisasi Pencegahan Stanting Balita Sudah Sampai ke Desa

Ilustrasi (Istimewa)

Banyuasin, Detik Sumsel - Kekurangan gizi pada balita menjadi suatu momok yang menakutkan bagi bangsa Indonesia. Karena banyak kerugian yang ditimbulkan akibat gangguan gizi pada balita, mulai dari tinggi badan yang lebih rendah, IQ yang lebih rendah, bahkan cenderung lebih mudah sakit.

Salah satu penyakit kelainan gizi yakni permasalahan kekurangan gizi kronis di kalangan balita atau lebih populer disebut stanting. Berdasarkan berbagai hasil penelitian anak yang stanting, cenderung berat untuk mendapat pekerjaan yang banyak berpikirnya. Untuk pencegahan stanting pada balita ini, bidan yang di desa sudah mensosialisasikannya kepada ibu rumah tangga.

Salah satunya ada di Desa Rantau Bayur Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, bidan desa bernama Maria Liko, SST (42). Maria mengaku rutin mensosialisasikan stanting pada balita setiap Posyandu.

"Kita beri tahu kepada ibunya mulai dari ciri-ciri balita yang stanting, dampaknya, hingga pencegahannya," terangnya saat dihubungi detiksumsel.com, Rabu (4/10/2017).

Maria menambahkan, selalu memberikan motivasi kepada ibu hamil dan menyusui yang ikut Posyandu agar selalu mengonsumsi makanan yang sehat, agar tumbuh kembang anak bisa optimal.

"Untuk makanan sehat kan tidak harus mahal, yang penting bervitamin, berprotein, bernutrisi, dan mineralnya yang cukup," tambahnya.

Lebih lanjut Maria menjelaskan untuk pencegahan stanting pada balita, pihaknya sudah memberikan Buku Panduan Kartu Ibu Hamil (KIH) yang diberikan saat ibu hamil.

"Buku tersebut berisikan penjelasan mulai dari ibu hamil, persalinan, nifas, bayi mulai 0-59 sudah tercantum status kesehatan bayi. Dan di dalam buku itu ada Kartu Menuju Sehat (KMS). Setiap bulan Posyandu dicatat lalu dibandingkan berat badan dan tinggi badan sewaktu lahir, hingga saat menyusui. Dari KMS itu ada grafik perkembangan balita, dari situ kita bisa tahu kalau grafiknya hijau gizinya bagus, kalau kuning kehijauan status waspada, kami berikan makanan pendamping balita, kalau merah termasuk kategori gizi buruk maka langsung kami lapor ke Puskesmas," jelasnya.

Maria berharap agar pemerintah setempat bisa memberikan fasilitas yang bagus dan makanan pendamping yang lebih guna pelayanan yang optimal terhadap ibu hamil. "Kalau bisa pemerintah menyediakan fasilitas yang memadai dan makanan pendamping seperti susu, bubur, roti, vitamin lebih banyak agar tak ada lagi balita yang stating," harapnya.

Sementara itu, Reni (25) saat dikonfirmasi membenarkan sudah mengetahui tentang stanting, ciri balita stanting hingga pencegahannya. "Kami senang dengan adanya Posyandu, setiap bulan Posyandu kami selalu dimotivasi agar selalu berperilaku hidup sehat, memberi makan yang seimbang pada balita agar tidak stanting," pungkasnya. (Bra)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi