Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Iyop DS     Tanggal : 27 Juni 2018 13:34     Dibaca: 228 Pembaca

Standar Keselamatan di Pelabuhan TAA Masih Menghawatirkan

Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat meninjau Pelabuhan TAA. (Yopie/Detik Sumsel)

Palembang, Detik Sumsel- 
Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono meminta pemerintah segera melakukan peningkatan standar keselamatan operasional Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA), yang dinilai masih mengkhawatirkan.

"Jalur Kapal Ferry antar provinsi ini harus di back up pemerintah dengan baik. Terutama infrastruktur, dimulai dari alur pelayaran, termasuk pelabuhan laut yang sampai sekarang belum operasional," kata Bambang saat melakukan kunjungan ke Pelabuhan TAA, Selasa (26/6). 

Menurut dia, salah satu faktor yang mengakibatkan standar keselamatan dinilai belum layak, akibat adanya pendangkalan yang luar biasa. Karena itu, sesuai UU Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, tugas pemerintah harus mengeruk alur pedalaman sehingga kebutuhan daripada masyarakat pelayaran dapat terpenuhi.

"Kalau saya lihat ini pendangkalannya sangat luar biasa. Kapal yang masuk ke wilayah ini jadi terhambat, begitu juga dengan yang akan berlayar. Saya tekankan Kepala KSOP dan Kepala BPTD, termasuk Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mempercepat pendalaman alur. Jika tidak akan sangat membahayakan keselamatan kapal," tegas Bambang.

Selain itu, kata Bambang, pendangkalan juga mengakibatkan konstruksi kapal mudah tergores serta kotoran yang masuk menjadikan mesin mudah rusak hingga membuat mogok.

Jika stabilitas kapal terganggu, bukan hanya mengakibatkan penundaan keberangkatan namun juga terjadinya stagnasi ekonomi. Penghentian operasional selama 2 sampai 3 jam juga harus dilakukan penanganan yang cepat agar tidak menghambat pelayaran.

"Pelabuhan TAA ini juga harus segera membangun dermaga baru. Tadi disebutkan jika Pemprov sudah siap memindahkan hidrolis milik pemerintah kota palembang kesini dan menambah dermaga baru," ungkapnya.

Sementara inisiatif dari Kepada BPTD, penambahan dermaga diposisikan di pelabuhan laut. "Daripada tidak digunakan ya mending dimanfaatkan untuk kepentingan kelancaran logistik maupun manusia di penyeberangan," terang Bambang.

Ditempat yang sama, Kepala Pelabuhan TAA, Zulkarnain menjelaskan, pendalaman tinggal menunggu biaya pelaksanaan. Mengenai penyebab pendangkalan, dia mengungkapkan jika permasalah itu karena terjadinya erosi.

"Kita ini kan di hilir, sementara lumpur dari hulu bergeser ke laut hingga mengakibatkan pendangkalan. Permasalahan ini akan segera kita atasi agar tidak menghambat pelayaran," jelasnya.

Menurut Bambang, untuk penambahan dermaga kemungkinan besar dilakukan pada tahun 2019. Apalagi saat ini sudah ada rencana induk pelabuhan untuk penambahan dermaga.

"Penambahan dermaga meliputi dermaga ponton dan angkutan sungai. Dengan mengakomodir kapal cepat, kapal penyeberangan maupun kapal perairan. Pengajuan sudah kami lakukan dari pelabuhan kepada kepala UPTD," ungkapnya.(iyop)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi