Diposting oleh : AMS     Tanggal : 21 Agustus 2017 13:54     Dibaca: 208 Pembaca

Survey LKPI, Jika Pilkada Lubuk Linggau Sekarang, Incumbent Kembali Menang

Direktur Eksekutif LKPI, Arianto, MSi MSc saat merilis hasil survey di Palembang, Senin (21/8).

Palembang, DetikSumsel- Peluang incumbent pada Pilkada Lubuk Linggau tahun depan sangat besar. Hal ini karena masyarakat Lubuk Linggau merasa sangat puas terhadap kinerja incumbent selama menjadi walikota dan wakil walikota Palembang.

Berdasarkan survey LKPI (Lembaga Kajian Publik Independen) yang dilakukan pada12-19 Agustus lalu. Pasangan SN.Prana Putra Sohe dan Sulaiman Kohar (Nansuko) jilid II yang akan kembali mencalonkan diri elektabilitasnya mencapai 83 persen.  

“Dari survei terakhir yang dilakukan, trend elektabilitas pasangan ini terus naik. Kenaikkan ini tentunya dilatarbelakangi dengan tingkat kepuasaan Nansuko dalam memimpin Kota Lubuk Linggau selama ini mencapai 84 persen. Duet Nansuko jilid  II diprediksi bakal terjadi kembali karena masyarakat memberikan raport sangat positif dalam temuan survei yakni, 79 % masyarakat menginginkan  pasangan ini tidak pecah kongsi,” terang Direktur Eksekutif LKPI, Arianto, MSi MSc saat merilis hasil survey di Palembang, Senin (21/8).

Dikatakan, elektabilitas calon jika diajukan pertanyaan terbuka, maka nama SN Prana Sohe menempati urutan tertinggi dengan angka 46,9 persen. Unggul jauh dari Rustam Effendi 3,8 persen, Sulaiman Kohar 2,4 persen, Suhada 0,2 persen, Rodi Wijaya 0,2 dan lainnya. "Dengan masa mengambang 38 persen. Kalau dilihat selisih cukup jauh mencapai 43,1 persen," kata Ariyanto. 

Begitu juga jika pertanyaan dilakukan dengan semi terbuka berdasarkan calon yang mendaftar di Parpol. Incumbent unggul jauh, dengan angka 59 persen untuk SN Prana P Sohe, Rustam Effendi, 15,5 persen, Sulaiman kohar, 5,5 persen, Hasbi Assidiqie, l0,5 persen, Suhada, 0,2 persen dan lainnya dengan pemilih mengambang 18,4 persen. 

"Secara psikologis sudah menang telak dan butuh tenaga super ekstra kalau calon lain mau mengejar. Artinya dipasangkan dengan siapa saja incumbent akan menang, tapi jika ingin menang telak maka berpasangan dengan Sulaiman Kohar. Ada indikasi apabila dilihat dari temuan survei bahwa kekuatan elektoral Sulaiman Kohar bisa menopang elektabilitas SN.Prana Putra Sohe lebih tinggi lagi," tambahnya. 

Aryanto kemudian membandingkan data dengan Saiful Mudjani Research and Consulting (SMRC) yang  juga dilakukan pada bulan Agustus 2017 dengan melibatkan 410 responden. Dari temuan SMRC, elektabilitas SN.Prana Putra Sohe juga unggul dari calon lainnya dan juga berpotensi bisa meraih elektabilitas di atas 83.

“Kita juga membandingkan survei dari lembaga lainnya, artinya, survei yang dilakukan oleh LKPI tidak jauh berbeda dari temuan survei SMRC yang dilakukan pada bulan yang sama. Temuan SMRC kalau kita lihat, dari elektabilitas, tingkat kepuasaan masyarakat , keinginan pasangan ini untuk berduet kembali dan popularitas serta akseptabilitas, SN.Prana Putra Sohe  masih berpotensi bisa meraih elektabilitas di atas 80 persen," kata Iyan.

Survei yang dilakukan LKPI dengan melibatkan 820 responden dengan marjin of error +/- 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metode penarikan sample yang digunakan menggunakan sistem Multistage Random Sampling dan wawancara deep interview.

“Hasil survei tidak statis, bisa berubah tergantung pada sosialisasi kerja calon-calon walikota hingga Pilkada diadakan. Pelaksanaan semakin dekat dan calon-pastinya akan lebih agresif untuk mendapatkan dukungan elektoral yang tinggi. Pilihan warga juga masih terlihat belum stabi, “jelas mantan Tim Audit Survei Penjaringan Konvensi Capres Partai Demokrat Wilayah Sumatera Selatan ini. (Dul) 

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi