Diposting oleh : Poetra     Tanggal : 11 Oktober 2017 19:38     Dibaca: 214 Pembaca

Syaiful Bahri Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Syaiful Bahri saat mengikuti proses persidangan.

Palembang, Detik Sumsel- Lantaran diduga tidak jujur dalam melakukan jual beli tanah di kawasan Jakabaring, membuat Syaiful Bahri (46) warga jalan Pipa Reja Kemuning dituntut pidana penjara selama 2,5 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rakhmat B Taupani SH MKn dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Palembang,Rabu (11/10) usai sebelumnya sidang dengan agenda tuntutan ditunda selama tujuh kali.

"Terdakwa Syaiful Bahri secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar tindak pidana sebagai pelaku usaha tidak menepati pesanan atau kesepakatan waktu dan terbukti melanggar pasal 62 ayat (1) jo pasal 16 hurup a dan b UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan,"tegas JPU.

Usai mendengarkan tuntutan dari JPU,majelis hakim yang diketuai Wisnu SH memberikan waktu bagi penasehat hukum terdakwa menyiapkan nota pledoi atau pembelaan pada persidangan selanjutnya."Sidang ditutup dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pledoi,"terangnya.

Terungkap dipersidangan,diduga melanggar undang-undang perlindungan konsumen membuat bos perumahan,Syaiful Bahri (46) warga Pipa Reja Kemuning,Palembang.Ditetapkan sebagai terdakwa dan dilakukan penahanan oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel untuk dilakukan penahanan selama 21 hari kedepan dengan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Pakjo Palembang.Sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang.Setelah dilakukan pemeriksaan di Kejari Palembang,akhirnya Syaiful Bahri dibawah kedalam mobil tahanan untuk menuju Rutan Pakjo,Kamis (23/3).Setelah sebelumnya di Penyidik tidak dilakukan penahanan.

Dalam berkas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sumsel, Rakhmat B Taupani SH.MKn terungkap kasus ini bermula pada Kamis 13 Juni 2016,dimana pelapor Mas Ayu Rahma Faradilah sebagai pembeli bersama terdakwa Syaiful Bahri melakukan perjanjian jual beli sebidang tanah dikawasan  di Jakabaring Komplek Sapphire Residence blok A dikelurahan Sungai Kedukan Kecamatan Rambutan Banyuasin seharga 318.750.000 termasuk biaya kepengurusan Hak Izin Mendirikan Bangunantown house bertipe 150. Dengan perjanjian dihadapan notaris Dessy Yusnita SH MKn,bahwa kedua belah pihak sepakat sertifikat hak milik nantinya atas nama Mas Ayu Rahma Faradilah.Namun,setelah ditunggu sampai satu tahun ternyata terdakwa tidak memenuhinya janjinya dan membuat terlapor melaporkan kejadian ini ke SPKT Polda Sumsel dan ditindaklanjuti Ditreskrimsus Polda Sumsel dan menjerat terdakwa dengan pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 hurup F tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.(vot)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi