Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh :     Tanggal : 11 Juni 2017 16:42     Dibaca: 983 Pembaca

Syarif Hidayat : Dari 14, Kini Tinggal Enam Desa di Muratara yang Tertinggal

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin foto bersama Bupati dan wakil Bupati Muratara, didampingi Sejumlah kepala daerah tetangga yang hadir dalam rapat paripurna istimewa HUT Kabupaten Muratara ke-4. Minggu (11/06). (Foto Istimewa)

Muratara, Detik Sumsel-Rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Muratara dalam rangka perayaan HUT Muratara ke-4, Minggu (11/06) berjalan dengan lancar. Meski lokasi yang dirasa kurang memadai, namun tamu dari berbagai daerah antusias hadir.

Acara peringatan HUT Kabupaten Muratara dihadiri langsung Gubernur Sumatera Selatan, H Alex Noerdin, tokoh nasional Yusril Ihza Mahendra, Anggota DPR RI Fuzih H Amro, ketua DPRD Provinsi Sumsel H Giri Ramanda, sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumsel, Kepala BNN Sumsel Brigjen Antoni Hutabarat, serta kepala daerah tetangga seperti Bupati Kabupaten 50 Kota, Provinsi Sumatera Barat, Walikota Lubuklinggau, ketua DPRD Kota Lubuklinggau, ketua DPRD Musi Rawas, Ketua DPRD Pagar Alam, Mantan Pjs Bupati Muratara, Kajari Lubuklinggau, Dandim 0406 Lubuklinggau Musi Rawas dan Muratara, Bupati Musi Rawas, serta pejabat tinggi lainnya.

Meski sempat molor selama 2 jam karena kondisi cuaca, Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin tiba di kabupaten Muratara dengan menggunakan Helikopter sekira pukul 10.00 wib dan langsung menuju gedung paripurna kabtor DPRD Kabupaten Muratara yang langsung disambut dengan tari dambut.

Pembacaan sejarah wilayah kabupten dan pemekaran kabupaten muratara hingga terlahir pada 11 Juni 2013 dengan memakan korban warga Muratara 4 orang meninggal dunia, belasan luka2 dan aparat kepolisian alami cidera atas bentrokan saat perjuangan pemekaran.

Bupati Musi Rawas Utara, HM Syarif Hidayat secara khusus meminta pembacaan surat alfatiha atas meninggalnya empat orang korban pemekaran kabupaten Muratara saat berjuang memekarkan kabupaten Muratara dipimpin oleh bupati Muratara atas permintaan warga sebelum dirinya menyampaikan kata sambutan dalam rapat paripurna istimewa tersebut.

Dalam penyampaiannya, Syarif mengatakan bahwa Kabupaten Muratara begitu memerlukan perhatian khusus baik dari pemerintah pusat maupun provinsi."Kabupaten Muratara miliki 14 desa tertinggal sejak awal tahun 2015, namun alhamdulillah hingga sekarang hanya tinggal enam desa yang tertinggal. Yang artinya, delapan lainnya sudah menjadi desa berkembang. Target kami,  2018 kami bertekad agar lepas dari status tertinggal," jelas Syarif.

Diungkapkannya, bahwa kedepan pemerintahan kabupaten Muratara tetap fokus kepada pembenahan infrastruktur dasar yang memang menjadi kebutuhan masyarakat seperti Air bersih, listrik, jalan, pendidikan dan kesehatan. Menurut Syarif, kabupaten Muratara 66 persen sudah teraliri listrik, hana tinggal 34 persen atau 28 desa yang masih belum dialiri listrik.

Sementara, Gubernur Sumatera Selatan , H Alex Noerdin menyampaikan bahwa melaksanakan pembangunan kalau hanya mengandalkan APBD saja setiap tahunnya tidak akan berkembang. Dia meyakini bahwa kabupaten Muratara mampu berkembang dengan baik dan bersaing dengan kabupaten yang lebih 'tua' lainnya. "Saya menaruh harapan besar dengan kabupaten ini. Ayo buktikan, kalahkan musi rawas itu. Kalau mau maju, ayo bersaing,"kata Alex.

"APBD yang hanya 700 Miliar tidak akan cukup. Cari dana dari luar, datangkan investor atau pihak ketiga ke daerah saya yakin di Muratara ada semuanya sumber daya alam, sekarang tergantung pemimpinnya, saya tidak meragukan pak bupati. Jalin kerjasama dengan DPRD," pungkasnya.(ffa)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi